NTT.WahanaNews.co-Ngada| Lantaran tak kunjung rampung, Anggota DPRD Ngada, Alexander Yohanes Songkares, mengungkapakan bahwa pekerjaan jalan segmen Bontor–Santak di Desa Wate, Kecamatan Riung Barat, dinilai bermasalah.
Kepada WahanaNews.NTT, Selasa (20/1/26), Sain Songkares panggilan akrabnya menjelaskan, pekerjaan jalan yang dikerjakan pada tahun anggaran 2025 oleh Dinas PUPR Ngada tersebut tidak dilengkapi papan nama proyek, pekerjaan di lapangan terkesan terhenti tanpa kejelasan waktu penyelesaian.
Baca Juga:
Pangdam I/BB Mayor Jenderal TNI Mochammad Hasan Kunjungi Tapteng untuk Penutupan TMMD Ke-120
Ia menegaskan bahwa, material berupa tumpukan batu dan tanah yang dibiarkan di badan jalan justru sangat mengganggu aktivitas para petani setempat. Akses utama menuju lahan pertanian menjadi sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
Akibat kondisi tersebut, para petani terpaksa membuka dan menggunakan jalan alternatif sederhana agar kendaraan roda dua dapat melintas untuk memobilisasi hasil pertanian mereka.
Politisi Partai Golkar ini bahkan menilai bahwa situasi ini mencerminkan kurangnya tanggung jawab pelaksana proyek terhadap dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca Juga:
Sugeng Riyanta Kunjungi KPU Tapteng
Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur seharusnya mempermudah kehidupan masyarakat, bukan sebaliknya menjadi hambatan bagi aktivitas ekonomi rakyat.
Kondisi Jalan Bontor-Santak yang Hingga Kini Belum Tuntas Dikerjakan.