<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/">
	
	<channel>
        
        <atom:link href="https://ntt.wahananews.co/rss" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title>Wahana News NTT - Inspirasi Konsumen Nusa Tenggara Timur</title>
        <link>https://ntt.wahananews.co/</link>
        <description>Portal Berita regional Nusa Tenggara Timur dari WahanaNews.co dengan tagline Inspirasi Konsumen Nusa Tenggara Timur</description>
        <lastBuildDate>Fri, 06 Feb 2026 09:34:43 +0700</lastBuildDate>
        <language>id-ID</language>

        
        <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
        <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
        <dc:rights>Copyrights 2026 by ntt.wahananews.co</dc:rights>

        <image>
            <url>https://wahananews.co/assets/icon/apple-icon-144x144.png</url>
            <title>Wahana News NTT - Inspirasi Konsumen Nusa Tenggara Timur</title>
            <link>https://ntt.wahananews.co/</link>
            <width>144</width>
            <height>144</height>
        </image>

        
        	
        	<item>
        		<title>“Raksasa Tumbang!” MARSELA LANGA Hancurkan GOLEWA RAYA, Tiket Final Bowali Cup Resmi Digenggam</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/raksasa&#45;tumbang&#45;marsela&#45;langa&#45;hancurkan&#45;golewa&#45;raya&#45;tiket&#45;final&#45;bowali&#45;cup&#45;resmi&#45;digenggam&#45;iFLlvjerPA/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/raksasa&#45;tumbang&#45;marsela&#45;langa&#45;hancurkan&#45;golewa&#45;raya&#45;tiket&#45;final&#45;bowali&#45;cup&#45;resmi&#45;digenggam&#45;iFLlvjerPA/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 12 May 2026 21:07:03 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Hari yang penuh ledakan emosi mengguncang panggung sepak bola Bowali Cup. Stadion berubah menjadi lautan manusia saat MARSELA LANGA sukses menjatuhkan salah satu tim paling ditakuti di turnamen ini, GOLEWA RAYA, dalam duel panas yang disebut&#45;sebut sebagai “final sebelum final”.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Hari yang penuh ledakan emosi mengguncang panggung sepak bola Bowali Cup. Stadion berubah menjadi lautan manusia saat MARSELA LANGA sukses menjatuhkan salah satu tim paling ditakuti di turnamen ini, GOLEWA RAYA, dalam duel panas yang disebut-sebut sebagai “final sebelum final”.</p><p>Tak ada yang menyangka. Tim yang datang tanpa banyak sorotan justru tampil seperti badai dan memukul telak skuad bertabur bintang milik Golewa Raya. Kemenangan dramatis itu sekaligus memastikan MARSELA LANGA melaju gagah ke partai final Bowali Cup.</p><p>Sejak peluit awal dibunyikan, atmosfer pertandingan langsung membara. GOLEWA RAYA yang diperkuat nama-nama besar seperti Us Bhara, Asco Nika, Asno Rimo, Farel Leghu, Ordus Riwu hingga Frumen Loke tampil percaya diri dan mencoba menguasai permainan.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1778595037_c750b652f84b00c2447a.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Namun yang terjadi di lapangan justru di luar dugaan.</p><p>MARSELA LANGA tampil beringas, disiplin, dan bermain penuh nyali. Tim besutan Maksi Wago itu langsung membuat publik tersentak lewat dua gol cepat yang lahir hanya dalam 10 menit pertandingan. Aldi Ngoe membuka mimpi buruk bagi Golewa Raya sebelum Yoan Logo menggandakan keunggulan lewat tendangan keras yang menghujam gawang lawan.</p><p>Gol demi gol itu langsung membakar semangat “Langa Boys”. Tribun stadion meledak. Genderang ditabuh tanpa henti. Sorakan kemenangan menggema dari segala penjuru lapangan.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1778595094_1be36969ac811907a389.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Tertinggal dua gol membuat GOLEWA RAYA mencoba bangkit. Permainan cepat, umpan panjang, hingga tekanan bertubi-tubi terus dilancarkan. Namun tembok pertahanan Marsela Langa tampil luar biasa kokoh. Di bawah mistar, Nando Paghe menjelma menjadi mimpi buruk bagi para penyerang lawan dengan serangkaian penyelamatan gemilang.</p><p>Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin panas. Adu fisik keras, duel sengit, hingga emosi antar pemain tak terhindarkan. Stadion benar-benar berubah menjadi arena perang.</p><p>GOLEWA RAYA sempat membuka asa setelah Marco Reus yang masuk sebagai pemain pengganti sukses memperkecil ketertinggalan lewat gol cepat yang merobek gawang Nando Paghe. Suporter Golewa Raya kembali hidup dan tekanan mulai meningkat.</p><p>Namun waktu tak berpihak kepada mereka.</p><p>Saat GOLEWA RAYA terus memburu gol penyama kedudukan, wasit Frit Tua akhirnya meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Seketika stadion berguncang oleh ledakan kegembiraan kubu Marsela Langa.</p><p>Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi GOLEWA RAYA yang sebelumnya dijagokan sebagai calon kuat juara Bowali Cup. Sebaliknya, kemenangan ini menjadi bukti bahwa MARSELA LANGA bukan lagi tim pelengkap turnamen, melainkan kekuatan baru yang siap mengguncang sepak bola Ngada.</p><p>Usai laga, ribuan pendukung “Langa Boys” tumpah ruah ke sekitar lapangan. Nyanyian kemenangan, pelukan haru, dan air mata bahagia menyatu dalam hari bersejarah tersebut.</p><p>“Ini bukan hanya kemenangan tim, tapi kemenangan seluruh masyarakat yang selalu percaya pada kami,” ujar salah satu pemain Marsela Langa dengan mata berkaca-kaca.</p><p>Kini, MARSELA LANGA tinggal selangkah lagi menuju singgasana juara Bowali Cup. Dengan mental baja dan semangat yang sedang menyala, mereka siap menghadapi siapa pun di partai final.</p><p>Satu pesan telah dikirim ke seluruh peserta turnamen: sang raksasa sudah tumbang… dan era baru sedang lahir di Bowali Cup. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/raksasa-tumbang-marsela-langa-hancurkan-golewa-raya-tiket-final-bowali-cup-resmi-digenggam_m0f9zsUWTX.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>“Era Uang Tunai Mulai Ditinggal!” Pemkab Ngada dan Bank NTT Resmi Luncurkan Sistem Keuangan Digital Modern</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/era&#45;uang&#45;tunai&#45;mulai&#45;ditinggal&#45;pemkab&#45;ngada&#45;dan&#45;bank&#45;ntt&#45;resmi&#45;luncurkan&#45;sistem&#45;keuangan&#45;digital&#45;modern&#45;MmQ0bzt0ci/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/era&#45;uang&#45;tunai&#45;mulai&#45;ditinggal&#45;pemkab&#45;ngada&#45;dan&#45;bank&#45;ntt&#45;resmi&#45;luncurkan&#45;sistem&#45;keuangan&#45;digital&#45;modern&#45;MmQ0bzt0ci/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 12 May 2026 18:20:18 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Pemerintah Kabupaten Ngada resmi tancap gas menuju era pemerintahan digital. Selasa (12/5/2026), Pemkab Ngada menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bank NTT Cabang Bajawa terkait penerapan SP2D Online melalui layanan Cash Management System (CMS) serta pengelolaan keuangan daerah berbasis digital.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Pemerintah Kabupaten Ngada resmi tancap gas menuju era pemerintahan digital. Selasa (12/5/2026), Pemkab Ngada menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bank NTT Cabang Bajawa terkait penerapan SP2D Online melalui layanan Cash Management System (CMS) serta pengelolaan keuangan daerah berbasis digital.</p><p>Penandatanganan yang berlangsung di Ruang Rapat Sekda Ngada itu menjadi tonggak penting perubahan sistem keuangan daerah di Kabupaten Ngada.</p><p>Hadir dalam kegiatan tersebut Pj Sekda Ngada, Asisten Pemerintahan Setda Ngada, pimpinan OPD terkait, serta jajaran pimpinan Bank NTT Cabang Bajawa.</p><p>Suasana penandatanganan berlangsung penuh optimisme. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk meninggalkan pola lama pengelolaan keuangan yang lambat dan manual menuju sistem digital yang lebih cepat, transparan, aman, dan akuntabel.</p><p>Dalam arahannya, Pj Sekda Ngada, Yohanes Ghae, menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan penting untuk memperkuat pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan modern.</p><p>“Mulai tahun 2026, transaksi keuangan daerah tidak lagi dilakukan secara manual, tetapi seluruhnya diarahkan melalui layanan Cash Management System (CMS). Ini adalah langkah besar menuju tata kelola keuangan yang modern dan profesional,” tegasnya.</p><p>Ia juga memberikan apresiasi kepada Bank NTT yang dinilai konsisten mendukung Pemerintah Kabupaten Ngada dalam membangun sistem keuangan daerah berbasis teknologi digital.</p><p>Melalui kerja sama ini, proses pencairan dan pengelolaan anggaran daerah diyakini akan berlangsung jauh lebih cepat dan efisien melalui sistem SP2D Online. Selain memangkas birokrasi yang berbelit, sistem digital ini juga diharapkan mampu meminimalisasi keterlambatan pencairan, kesalahan administrasi, hingga potensi praktik yang tidak transparan.</p><p>Penerapan CMS dan SP2D Online menjadi sinyal kuat bahwa Pemkab Ngada serius membangun pemerintahan berbasis teknologi. Langkah ini sekaligus menandai dimulainya babak baru pengelolaan keuangan daerah yang modern, profesional, dan terpercaya demi pelayanan publik yang semakin maksimal bagi masyarakat Ngada. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/era-uang-tunai-mulai-ditinggal-pemkab-ngada-dan-bank-ntt-resmi-luncurkan-sistem-keuangan-digital-modern_8e589gnCgJ.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>“Bowali Cup Menggila!” Ketua DPRD Ngada: Dari Tribun Bergemuruh, Lahir Mesin Baru Ekonomi dan Sport Tourism</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/bowali&#45;cup&#45;menggila&#45;ketua&#45;dprd&#45;ngada&#45;dari&#45;tribun&#45;bergemuruh&#45;lahir&#45;mesin&#45;baru&#45;ekonomi&#45;dan&#45;sport&#45;tourism&#45;U5Des73wwR/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/bowali&#45;cup&#45;menggila&#45;ketua&#45;dprd&#45;ngada&#45;dari&#45;tribun&#45;bergemuruh&#45;lahir&#45;mesin&#45;baru&#45;ekonomi&#45;dan&#45;sport&#45;tourism&#45;U5Des73wwR/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 12 May 2026 17:49:49 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Bowali Cup benar&#45;benar naik kelas. Turnamen sepak bola yang dulu hanya dikenal sebagai hiburan rakyat kini menjelma menjadi magnet raksasa yang menghidupkan ekonomi warga sekaligus membuka jalan lahirnya sport tourism baru di Kabupaten Ngada.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Bowali Cup benar-benar naik kelas. Turnamen sepak bola yang dulu hanya dikenal sebagai hiburan rakyat kini menjelma menjadi magnet raksasa yang menghidupkan ekonomi warga sekaligus membuka jalan lahirnya sport tourism baru di Kabupaten Ngada.</p><p>Gemuruh ribuan suporter, tribun yang sesak dipenuhi penonton, konvoi kendaraan dari berbagai wilayah, hingga dentuman yel-yel yang mengguncang lapangan menjadi bukti bahwa Bowali Cup telah berubah menjadi pesta rakyat terbesar yang menyatukan olahraga, hiburan, budaya, dan ekonomi dalam satu panggung besar.</p><p>Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji, menegaskan bahwa Bowali Cup kini bukan lagi sekadar ajang perebutan trofi di lapangan hijau. Menurutnya, turnamen ini sudah berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru yang nyata dirasakan masyarakat kecil.</p><p>“Bowali Cup bukan cuma soal bola. Ini sudah menjadi denyut hidup masyarakat. Pedagang laris, UMKM bergerak, ojek ramai, kuliner habis terjual. Efek ekonominya luar biasa dan ini harus dijaga bersama,” tegas Romilus Juji saat menghadiri semifinal leg kedua Marsela Langa kontra Golewa Raya yang dipadati ribuan penonton, Selasa (12/5/2026).</p><p>Atmosfer Bowali Cup tahun ini disebut sebagai salah satu yang paling panas dan spektakuler. Sejak siang hari, arus manusia terus membanjiri arena pertandingan. Jalanan menuju lapangan dipenuhi kendaraan roda dua dan roda empat, sementara lapak-lapak dadakan tumbuh di hampir setiap sudut lokasi.</p><p>Aroma jagung bakar, kopi Flores, makanan khas daerah, hingga teriakan suporter bercampur menjadi satu suasana yang membuat Bowali Cup terasa lebih mirip festival rakyat daripada sekadar turnamen sepak bola biasa.</p><p>Bagi masyarakat kecil, momentum ini menjadi berkah ekonomi. Banyak pedagang mengaku omzet mereka melonjak tajam setiap pertandingan berlangsung. Sejumlah pelaku UMKM bahkan menyebut pendapatan mereka meningkat berkali-kali lipat dibanding hari biasa.</p><p>Tak hanya menggerakkan ekonomi lokal, Bowali Cup juga mulai menyedot perhatian pencinta sepak bola dari luar daerah. Banyak penonton datang bukan sekadar menyaksikan pertandingan, tetapi sekaligus menikmati budaya lokal, kuliner khas, suasana kampung, hingga keramahan masyarakat Ngada.</p><p>Fenomena ini dinilai menjadi pintu masuk lahirnya sport tourism di Ngada — sebuah konsep wisata olahraga yang memadukan pertandingan, budaya, hiburan rakyat, dan perputaran ekonomi masyarakat.</p><p>Politisi Partai Golkar itu bahkan menyebut Bowali Cup sebagai “mesin baru daerah” yang memiliki potensi besar mengangkat nama Ngada jika dikelola secara serius, profesional, dan berkelanjutan.</p><p>“Kalau ditata dengan baik, Bowali Cup bisa menjadi agenda tahunan kebanggaan Ngada. Orang datang bukan hanya untuk menonton bola, tetapi juga menikmati budaya, wisata, dan kehidupan masyarakat kita. Ini peluang emas untuk masa depan pariwisata dan ekonomi rakyat,” ujarnya.</p><p>Sebagai Ketua Komunitas MasGibol Ngada, Romilus Juji juga mengajak seluruh pihak — mulai dari pemerintah, panitia, sponsor, klub, hingga masyarakat — untuk menjaga kualitas dan semangat sportivitas turnamen agar terus berkembang menjadi ikon olahraga daerah.</p><p>Kini, Bowali Cup telah berubah wajah. Ia bukan lagi sekadar kompetisi sepak bola kampung, melainkan panggung persatuan masyarakat, ledakan hiburan rakyat, denyut ekonomi baru, sekaligus simbol kebangkitan sport tourism Kabupaten Ngada.</p><p>Di lapangan hijau itu, yang lahir bukan hanya gol dan kemenangan — tetapi juga harapan baru bagi ekonomi rakyat dan masa depan olahraga Ngada. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/bowali-cup-menggila-ketua-dprd-ngada-dari-tribun-bergemuruh-lahir-mesin-baru-ekonomi-dan-sport-tourism_j0XpVJ9vA1.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>ITB dan Pemkab Ngada “Naikkan Kelas” Bambu Lokal! Pengrajin Diajari Produksi Papan Laminasi Bernilai Ekspor</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/itb&#45;dan&#45;pemkab&#45;ngada&#45;naikkan&#45;kelas&#45;bambu&#45;lokal&#45;pengrajin&#45;diajari&#45;produksi&#45;papan&#45;laminasi&#45;bernilai&#45;ekspor&#45;uiJZiGiBP2/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/itb&#45;dan&#45;pemkab&#45;ngada&#45;naikkan&#45;kelas&#45;bambu&#45;lokal&#45;pengrajin&#45;diajari&#45;produksi&#45;papan&#45;laminasi&#45;bernilai&#45;ekspor&#45;uiJZiGiBP2/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 12 May 2026 12:37:06 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Upaya mengubah bambu dari sekadar bahan kerajinan tradisional menjadi produk industri bernilai tinggi mulai digerakkan di Kabupaten Ngada.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Upaya mengubah bambu dari sekadar bahan kerajinan tradisional menjadi produk industri bernilai tinggi mulai digerakkan di Kabupaten Ngada.</p><p>Tim peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Dinas Perindustrian Kabupaten Ngada menggelar pelatihan pengolahan bambu menjadi papan laminasi yang diyakini membuka peluang pasar lebih luas bagi para pengrajin lokal.</p><p>Kegiatan yang berlangsung pada 6–8 Mei 2026 di UPTD Pusat Kegiatan Pengolahan Bambu tersebut merupakan bagian dari Program Penelitian Berdampak Tahun 2025 yang bertujuan mendorong hilirisasi hasil riset agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1778564388_5c591f0f560cd8a50229.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Pelatihan dibuka secara resmi oleh Bupati Ngada yang diwakili Asisten III Kabupaten Ngada, Drh. A.M. Felisitas Kila. Hadir pula Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Ngada, Johanes Rodja, SE, para pengrajin bambu, serta pelaku usaha pengolahan bambu dari berbagai wilayah di Ngada.<br>Sementara dari pihak ITB, hadir sejumlah peneliti yakni Ihak Sumardi, Yoyo Suhaya, dan Susana Paulina Dewi.</p><p>Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembelajaran lengkap mulai dari pemilihan bahan baku, pembuatan strip bambu, proses pengeleman, pengepresan, hingga finishing produk papan laminasi. Para peserta juga diperkenalkan dengan konsep pengembangan produk bambu modern yang memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi dibanding kerajinan konvensional.</p><p>Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak pengrajin menilai teknologi papan laminasi menjadi solusi atas keterbatasan pemasaran produk bambu tradisional yang selama ini sulit menembus pasar luar daerah maupun luar pulau.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1778564423_533771ef02bdb00db789.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Melalui teknologi ini, bambu dapat diolah menjadi berbagai produk furniture modern dengan sistem pengepakan lebih fleksibel sehingga berpotensi dipasarkan melalui marketplace hingga pasar nasional.</p><p>“Selama ini bambu hanya dipandang sebagai kerajinan tradisional. Setelah ikut pelatihan ini, kami mulai melihat bahwa bambu bisa menjadi produk industri dengan nilai jual lebih tinggi,” ungkap salah satu peserta pelatihan.</p><p>Pihak Dinas Perindustrian Kabupaten Ngada juga mengapresiasi kolaborasi tersebut karena dinilai sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mengembangkan industri bambu sebagai salah satu produk unggulan daerah. Potensi bambu di Ngada sendiri dinilai sangat besar, namun belum dimanfaatkan secara maksimal.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1778564448_261a92d7a49917d39bad.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Asisten III Kabupaten Ngada dalam sambutannya menegaskan bahwa kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah seperti ini perlu terus diperluas, terutama untuk menjawab tantangan keterbatasan inovasi dan teknologi di daerah.</p><p>Sementara itu, Ketua Tim ITB, Ihak Sumardi, menyebut keberhasilan para pengrajin mempraktikkan teknologi pengolahan bambu menjadi produk yang layak diproduksi menjadi indikator penting bahwa teknologi tersebut dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1778564474_aeb3e9c2d7d3eaa47122.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Menariknya, selama pelatihan berlangsung, salah satu staf Dinas Perindustrian melakukan uji respon pasar dengan membagikan dokumentasi dan contoh produk hasil pelatihan melalui Facebook. Hasilnya di luar dugaan. Banyak warganet mulai menanyakan harga hingga tertarik memesan produk bambu laminasi tersebut.</p><p>Fenomena itu menjadi sinyal awal bahwa pasar untuk produk bambu laminasi sebenarnya sudah mulai terbentuk. Tantangan berikutnya kini terletak pada kemampuan pengrajin dalam menjaga kualitas produksi, memperkuat desain, dan membangun keberlanjutan usaha.</p><p>Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, industri bambu berbasis potensi lokal di Kabupaten Ngada diharapkan mampu berkembang menjadi sumber ekonomi baru yang menjanjikan bagi masyarakat. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/itb-dan-pemkab-ngada-naikkan-kelas-bambu-lokal-pengrajin-diajari-produksi-papan-laminasi-bernilai-ekspor_NXwSgch47s.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>“SPENDU” SMP Negeri 2 Bajawa Resmi Buka PPDB! Saatnya Generasi Muda Ngada Rebut Bangku Sekolah Favorit</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/spendu&#45;smp&#45;negeri&#45;2&#45;bajawa&#45;resmi&#45;buka&#45;ppdb&#45;saatnya&#45;generasi&#45;muda&#45;ngada&#45;rebut&#45;bangku&#45;sekolah&#45;favorit&#45;txzmb2WuD3/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/spendu&#45;smp&#45;negeri&#45;2&#45;bajawa&#45;resmi&#45;buka&#45;ppdb&#45;saatnya&#45;generasi&#45;muda&#45;ngada&#45;rebut&#45;bangku&#45;sekolah&#45;favorit&#45;txzmb2WuD3/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 11 May 2026 14:04:36 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Kabar gembira bagi para siswa&#45;siswi lulusan SD/MI di Kabupaten Ngada. SMP Negeri 2 Bajawa atau yang dikenal dengan nama “SPENDU” resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Kabar gembira bagi para siswa-siswi lulusan SD/MI di Kabupaten Ngada. SMP Negeri 2 Bajawa atau yang dikenal dengan nama “SPENDU” resmi membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran baru.</p><p>Pembukaan PPDB ini langsung disambut antusias masyarakat karena SPENDU dikenal sebagai salah satu sekolah yang aktif melahirkan siswa berprestasi di bidang akademik maupun non akademik.</p><p>Tak hanya unggul dalam kegiatan belajar mengajar, SPENDU juga dikenal sebagai sekolah yang hidup dengan semangat disiplin, kreativitas, dan pengembangan bakat siswa.</p><p>Berbagai kegiatan olahraga, seni, hingga turnamen bergengsi seperti SPENDU CUP menjadi bukti bahwa sekolah ini terus bergerak maju membangun generasi muda yang berkarakter dan kompetitif.</p><p>Kepala sekolah bersama seluruh tenaga pendidik mengajak para orang tua untuk tidak ragu mendaftarkan anak-anak mereka di SPENDU.</p><p>Dengan lingkungan belajar yang nyaman, guru-guru yang aktif membina siswa, serta dukungan kegiatan ekstrakurikuler yang berkembang pesat, SPENDU ingin menjadi rumah pendidikan yang mampu membentuk pelajar cerdas, tangguh, dan berdaya saing.</p><p>Proses PPDB dibuka untuk seluruh lulusan SD/sederajat dengan memenuhi persyaratan administrasi yang telah ditentukan pihak sekolah. Calon peserta didik dan orang tua diimbau segera melakukan pendaftaran sebelum kuota terpenuhi.</p><p>Momentum pembukaan PPDB ini menjadi sinyal bahwa SPENDU terus berbenah dan siap menyambut generasi baru pelajar Ngada dengan semangat perubahan dan pendidikan yang lebih maju.</p><p>“Datang dengan mimpi, pulang membawa prestasi” menjadi semangat yang terus digaungkan SPENDU dalam mencetak masa depan generasi muda Bajawa dan Kabupaten Ngada. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/spendu-smp-negeri-2-bajawa-resmi-buka-ppdb-saatnya-generasi-muda-ngada-rebut-bangku-sekolah-favorit_qh54iCBUCU.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>SPENDU CUP I Meledak! Arena Voli Putri SD/MI di Bajawa Berubah Jadi Lautan Sorak dan Air Mata Perjuangan</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/spendu&#45;cup&#45;i&#45;meledak&#45;arena&#45;voli&#45;putri&#45;sdmi&#45;di&#45;bajawa&#45;berubah&#45;jadi&#45;lautan&#45;sorak&#45;dan&#45;air&#45;mata&#45;perjuangan&#45;72fC6nRpfi/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/spendu&#45;cup&#45;i&#45;meledak&#45;arena&#45;voli&#45;putri&#45;sdmi&#45;di&#45;bajawa&#45;berubah&#45;jadi&#45;lautan&#45;sorak&#45;dan&#45;air&#45;mata&#45;perjuangan&#45;72fC6nRpfi/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 11 May 2026 10:43:40 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
                <description><![CDATA[Bajawa.NTT.WahanaNews.co| Turnamen voli putri antar SD/MI se&#45;Kabupaten Ngada, SPENDU CUP I, benar&#45;benar menjelma menjadi panggung ledakan semangat generasi muda. Lapangan SMP Negeri 2 Bajawa dipenuhi gemuruh sorakan, tabuhan semangat, hingga teriakan histeris para pendukung yang datang memberi dukungan penuh bagi tim kebanggaan mereka.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bajawa.NTT.WahanaNews.co| </strong>Turnamen voli putri antar SD/MI se-Kabupaten Ngada, SPENDU CUP I, benar-benar menjelma menjadi panggung ledakan semangat generasi muda. Lapangan SMP Negeri 2 Bajawa dipenuhi gemuruh sorakan, tabuhan semangat, hingga teriakan histeris para pendukung yang datang memberi dukungan penuh bagi tim kebanggaan mereka.</p><p>Sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer pertandingan langsung membakar adrenalin. Anak-anak putri usia sekolah dasar tampil tanpa rasa gentar. Smash keras, blok menawan, hingga aksi penyelamatan bola yang dramatis membuat setiap pertandingan terasa seperti partai final.</p><p>SPENDU CUP I bukan sekadar turnamen biasa. Ajang ini menjadi bukti bahwa talenta voli putri di Kabupaten Ngada terus tumbuh dan siap bersaing. Para pemain muda tampil penuh percaya diri, menunjukkan mental bertanding yang luar biasa meski masih berusia belia.</p><p>Sorotan penonton tertuju pada semangat juang para atlet kecil yang rela jatuh bangun demi mempertahankan poin. Beberapa laga bahkan berlangsung sengit hingga memancing ketegangan di tribun penonton. Teriakan “angkat bola!”, “jangan kasih jatuh!” hingga tepuk tangan panjang terus menggema sepanjang pertandingan.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1778471458_2cd124b53496002417fc.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Yang paling mencuri perhatian adalah keberanian para siswi dalam memainkan pola serangan cepat dan pertahanan rapat. Banyak penonton mengaku tak menyangka pertandingan level SD/MI mampu menyajikan duel sekelas turnamen tingkat pelajar yang lebih tinggi.</p><p>Panitia pelaksana menyebut SPENDU CUP I menjadi momentum penting untuk membangkitkan olahraga voli putri di Ngada sejak usia dini. Selain mencari bibit atlet potensial, turnamen ini juga menjadi ruang pembinaan karakter, disiplin, sportivitas, dan keberanian tampil di depan publik.</p><p>Kehadiran para guru, orang tua, dan suporter dari berbagai sekolah membuat suasana turnamen semakin hidup. Lapangan SPENDU Bajawa setiap sore berubah menjadi pusat hiburan rakyat yang dipenuhi semangat persaudaraan dan kompetisi sehat.</p><p>SPENDU CUP I kini bukan hanya soal menang dan kalah. Turnamen ini telah berubah menjadi pesta olahraga pelajar yang membangkitkan gairah voli putri di Bajawa. Dari lapangan sederhana itu, mimpi-mimpi besar para atlet muda mulai tumbuh—dan bukan tidak mungkin, suatu hari nanti akan lahir pemain-pemain hebat Ngada dari panggung SPENDU CUP I. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/spendu-cup-i-meledak-arena-voli-putri-sdmi-di-bajawa-berubah-jadi-lautan-sorak-dan-air-mata-perjuangan_IGogg50875.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Yohanes Paulus Mahe: Pemimpin Kesehatan Harus Adaptif, Kritis, dan Bermoral</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/khas/yohanes&#45;paulus&#45;mahe&#45;pemimpin&#45;kesehatan&#45;harus&#45;adaptif&#45;kritis&#45;dan&#45;bermoral&#45;7w7ph456D7/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/khas/yohanes&#45;paulus&#45;mahe&#45;pemimpin&#45;kesehatan&#45;harus&#45;adaptif&#45;kritis&#45;dan&#45;bermoral&#45;7w7ph456D7/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 11 May 2026 07:34:16 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Wiliam]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Khas]]></category>
                <description><![CDATA[NTT&#45;WAHANANEWS.COM+Di tengah sejuknya kawasan wisata Bethesda Krokowolon, Maumere, suara semangat dan diskusi kritis terdengar bersahutan. Selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 Mei 2026, puluhan mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes) Universitas Muhammadiyah Maumere mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM), sebuah ruang pembentukan karakter yang dirancang lebih dari sekadar kegiatan seremonial kampus.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p>NTT-WAHANANEWS.COM+Di tengah sejuknya kawasan wisata Bethesda Krokowolon, Maumere, suara semangat dan diskusi kritis terdengar bersahutan. Selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 Mei 2026, puluhan mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes) Universitas Muhammadiyah Maumere mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM), sebuah ruang pembentukan karakter yang dirancang lebih dari sekadar kegiatan seremonial kampus.</p><p>Kegiatan yang diprakarsai Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himapro) Adminkes itu mengusung tema “Menumbuhkan Pemimpin yang Adaptif, Kritis dan Berintegritas dalam Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Modern.” Tema tersebut menjadi refleksi atas tantangan dunia kesehatan yang kini bergerak cepat di tengah arus digitalisasi, perubahan kebijakan, hingga tuntutan pelayanan publik yang semakin kompleks.</p><p>Bagi Ketua Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Muhammadiyah Maumere, Yohanes Paulus Mahe, kepemimpinan di sektor kesehatan bukan hanya soal kemampuan memimpin organisasi, tetapi menyangkut tanggung jawab moral terhadap kualitas hidup manusia.</p><p>“Kepemimpinan di bidang kesehatan tidak bisa dipahami hanya sebagai jabatan atau posisi struktural. Kepemimpinan adalah tanggung jawab terhadap mutu pelayanan, terhadap keselamatan masyarakat, bahkan terhadap nyawa manusia,” tegas Yohanes Paulus Mahe saat membuka kegiatan tersebut.</p><p>Menurutnya, tema LDKM tahun ini sangat relevan dengan kondisi pelayanan kesehatan modern yang menuntut pemimpin muda mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan sistem kerja baru.</p><p>“Dunia kesehatan sekarang bergerak sangat cepat dan berbasis digital. Karena itu, seorang pemimpin kesehatan tidak boleh kaku. Ia harus adaptif terhadap perubahan, kritis membaca persoalan, dan yang paling penting memiliki integritas dalam setiap keputusan,” ujarnya.</p><p>Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Sistem pelayanan kesehatan saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari transformasi digital rumah sakit, tata kelola data kesehatan, pelayanan berbasis teknologi, hingga meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan publik.</p><p>&nbsp;Dalam konteks itu, mahasiswa Adminkes dipandang bukan hanya calon tenaga administrasi biasa, melainkan calon pengelola sistem kesehatan masa depan.<br>Yohanes menekankan bahwa integritas menjadi fondasi utama yang tidak bisa ditawar.</p><p>“Di sektor kesehatan, satu keputusan yang tidak berintegritas dapat berdampak langsung pada kehidupan orang lain. Karena itu, karakter harus dibentuk sejak di bangku kuliah, bahkan dimulai dari organisasi kemahasiswaan,” katanya.</p><p>Ia juga mengingatkan peserta agar menjadikan LDKM sebagai ruang belajar yang sesungguhnya, bukan sekadar agenda rutin tahunan.<br>“Jangan takut salah, tetapi takutlah kalau tidak mau belajar. Kepemimpinan lahir dari proses, dari keberanian mencoba, gagal, lalu bangkit kembali,” ungkapnya di hadapan peserta.</p><p>Dalam suasana penuh keakraban, Yohanes turut menitipkan tiga pesan penting kepada peserta: belajar mendengar, berani belajar dari kesalahan, dan menjaga etika profesi. Baginya, kemampuan mendengar menjadi ciri utama pemimpin yang matang.</p><p>“Pemimpin yang baik bukan yang paling banyak bicara, tetapi yang paling peka terhadap kebutuhan tim dan masyarakat yang dilayani,” ujarnya.</p><p>Ia menilai Himpunan Mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan merupakan miniatur dari sistem pelayanan kesehatan yang sesungguhnya. Melalui organisasi, mahasiswa belajar mengelola sumber daya, membangun komunikasi, menyelesaikan konflik, dan bekerja dalam tim—keterampilan yang nantinya dibutuhkan ketika terjun di rumah sakit, puskesmas, maupun institusi kesehatan lainnya.</p><p>LDKM Adminkes 2026 akhirnya tidak hanya menjadi ajang pelatihan kepemimpinan biasa, tetapi juga ruang pembentukan karakter calon administrator kesehatan yang profesional, kritis, dan berorientasi pada pelayanan kemanusiaan.<br>Menutup sambutannya, Yohanes Paulus Mahe secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan harapan besar agar mahasiswa Adminkes mampu menjadi generasi pemimpin kesehatan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam moral dan integritas.</p><p>“Saya berharap LDKM ini menjadi titik awal lahirnya pemimpin-pemimpin kesehatan yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” tutupnya.</p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/yohanes-paulus-mahe-pemimpin-kesehatan-harus-adaptif-kritis-dan-bermoral_Q4wVvwe5y4.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Neraka Semifinal Bowali Cup! “Galacticos” Golewa Raya Diuji Mental Tempur Marsela Langa, Siapa Rebut Leg Pertama?</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/neraka&#45;semifinal&#45;bowali&#45;cup&#45;galacticos&#45;golewa&#45;raya&#45;diuji&#45;mental&#45;tempur&#45;marsela&#45;langa&#45;siapa&#45;rebut&#45;leg&#45;pertama&#45;A1GM7iRQYQ/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/neraka&#45;semifinal&#45;bowali&#45;cup&#45;galacticos&#45;golewa&#45;raya&#45;diuji&#45;mental&#45;tempur&#45;marsela&#45;langa&#45;siapa&#45;rebut&#45;leg&#45;pertama&#45;A1GM7iRQYQ/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 09 May 2026 09:14:16 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Panggung Semifinal Leg 1 Bowali Cup dipastikan membara. Dua kekuatan besar, Golewa Raya dan Marsela Langa, siap bentrok dalam duel sarat gengsi yang diprediksi menjadi salah satu laga paling panas musim ini. Ini bukan sekadar pertandingan—ini adalah perang harga diri, adu strategi, dan pertaruhan menuju final.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Panggung Semifinal Leg 1 Bowali Cup dipastikan membara. Dua kekuatan besar, Golewa Raya dan Marsela Langa, siap bentrok dalam duel sarat gengsi yang diprediksi menjadi salah satu laga paling panas musim ini. Ini bukan sekadar pertandingan—ini adalah perang harga diri, adu strategi, dan pertaruhan menuju final.</p><p>Di atas kertas, Golewa Raya datang dengan label mentereng: “Galacticos”-nya Bowali Cup. Skuad ini dihuni pemain-pemain lokal papan atas yang sudah punya nama besar di kancah sepak bola Nusa Tenggara Timur.</p><p>Di lini depan, trio mematikan Us Bhara, Ius Tiwu, dan Ordus Riwu menjadi momok bagi setiap lawan. Kombinasi kecepatan, insting predator di depan gawang, dan skill individu mereka menjadikan Golewa Raya sangat berbahaya sejak peluit awal dibunyikan.</p><p>Kekuatan itu makin lengkap dengan hadirnya Asco Nika di lini tengah. Asco menjadi motor serangan sekaligus jantung permainan Golewa Raya—pengatur tempo, penyuplai bola, sekaligus kreator peluang yang siap memanjakan trio depan mereka.</p><p>Tak berhenti di sana, sektor pertahanan juga tak kalah solid. Asno Rimo dan Farrel Legu menjadi benteng kokoh yang siap meredam setiap ancaman. Kombinasi lini depan tajam dan pertahanan disiplin membuat Golewa Raya pantas disebut sebagai kandidat kuat juara.</p><p>Namun, Marsela Langa datang bukan untuk sekadar jadi pelengkap cerita.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1778292975_ccf4189ca6fe551a7f4f.jpg"></figure><p>Marsela Langa.</p><p>Tim ini membawa mental baja dan semangat tempur tinggi. Mereka sadar tak diunggulkan, tapi justru itu yang membuat Marsela berbahaya. Di jantung pertahanan, Yanto Leda akan menjadi tembok utama yang ditugaskan menghentikan agresivitas trio maut Golewa Raya.</p><p>Di lini depan, Marsela punya dua senjata mematikan: Alvin Seo dan Aldi Ngoe. Keduanya dikenal cepat, agresif, dan mampu menghukum lawan lewat serangan balik mematikan. Sedikit saja Golewa Raya lengah, hukuman bisa datang kapan saja.</p><p>Dan jangan lupakan “Langa Boys”—suporter fanatik Marsela yang disebut-sebut sebagai pemain ke-12. Dukungan tanpa henti dari tribun diyakini akan menjadi bahan bakar tambahan yang bisa membuat Marsela bermain di luar batas.</p><p>Secara taktik, laga ini diprediksi berlangsung sengit. Golewa Raya kemungkinan akan tampil menekan dengan penguasaan bola dan serangan bertubi-tubi.</p><p>Sementara Marsela Langa diperkirakan bermain disiplin, rapat di belakang, lalu mengandalkan kecepatan saat melakukan counter attack.</p><p>Secara kualitas individu, Golewa Raya memang sedikit lebih diunggulkan. Tapi dalam laga sebesar semifinal, mental, disiplin, dan dukungan suporter bisa mengubah segalanya.</p><p>Satu yang pasti: saat peluit kick-off berbunyi, tak ada lagi nama besar. Yang ada hanya 11 pemain, satu mimpi, dan satu tiket menuju final. Siapa yang akan mencuri keunggulan di Leg 1? Bowali Cup siap menyajikan drama besarnya. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/neraka-semifinal-bowali-cup-galacticos-golewa-raya-diuji-mental-tempur-marsela-langa-siapa-rebut-leg-pertama_u67q8Z927d.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Servis Pembuka Ketua DPRD Ngada Bikin Arena Berguncang! SPENDU CUP I Resmi Jadi Panggung Panas Srikandi Voli Cilik</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/servis&#45;pembuka&#45;ketua&#45;dprd&#45;ngada&#45;bikin&#45;arena&#45;berguncang&#45;spendu&#45;cup&#45;i&#45;resmi&#45;jadi&#45;panggung&#45;panas&#45;srikandi&#45;voli&#45;cilik&#45;vP9F4oppp9/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/servis&#45;pembuka&#45;ketua&#45;dprd&#45;ngada&#45;bikin&#45;arena&#45;berguncang&#45;spendu&#45;cup&#45;i&#45;resmi&#45;jadi&#45;panggung&#45;panas&#45;srikandi&#45;voli&#45;cilik&#45;vP9F4oppp9/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 09 May 2026 07:30:45 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Lapangan SMP Negeri 2 Bajawa berubah menjadi lautan semangat saat Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Romilus Juji, menghentak pembukaan Turnamen Voli Putri SPENDU CUP I Antar SD/MI se&#45;Kabupaten Ngada dengan servis perdana yang langsung membakar atmosfer pertandingan.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Lapangan SMP Negeri 2 Bajawa berubah menjadi lautan semangat saat Ketua DPRD Kabupaten Ngada, Romilus Juji, menghentak pembukaan Turnamen Voli Putri SPENDU CUP I Antar SD/MI se-Kabupaten Ngada dengan servis perdana yang langsung membakar atmosfer pertandingan.</p><p>Begitu bola meluncur dari tangan Ketua DPRD Ngada, gemuruh tepuk tangan dan teriakan suporter pecah tanpa ampun. Momen itu menjadi tanda dimulainya pertarungan sengit para srikandi voli cilik Ngada yang siap mengorbankan tenaga dan semangat demi membawa nama sekolah mereka menuju podium juara.</p><p>SPENDU CUP I bukan sekadar turnamen biasa. Ajang ini langsung menjelma menjadi panggung pembuktian bakat-bakat muda terbaik Ngada. Sejak laga pembuka dimulai, tensi pertandingan terasa panas. Smash keras, blok cepat, dan aksi penyelamatan heroik silih berganti menghiasi lapangan.</p><p>Ribuan pasang mata dari kalangan guru, orang tua, pelatih hingga masyarakat umum memadati arena pertandingan. Sorak-sorai suporter membuat suasana SPENDU Bajawa terasa seperti final kompetisi besar.</p><p>Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji, memberikan apresiasi tinggi kepada SMP Negeri 2 Bajawa yang dinilai berhasil menghadirkan ruang kompetisi sehat sekaligus wadah pembinaan atlet usia dini.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1778287452_c4dc0187707aaba491c7.png"></figure><p>&nbsp;</p><p>“Turnamen seperti ini penting untuk membentuk atlet muda berbakat yang nantinya mampu membawa nama Ngada ke level yang lebih tinggi,” tegas politisi Partai Golkar itu kepada media ini, Jumat (8/5/2026).</p><p>Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan utama. SPENDU CUP I juga menjadi tempat menempa mental juara, disiplin, solidaritas tim, dan sportivitas generasi muda sejak dini.</p><p>Para peserta dituntut bukan hanya tampil hebat di papan skor, tetapi juga menunjukkan karakter tangguh dan semangat fair play sepanjang pertandingan berlangsung.</p><p>Romi Juji yang akrab disapa MasGibol memang dikenal sebagai figur yang aktif mendorong kemajuan olahraga di Ngada. Ia juga merupakan inisiator berbagai kegiatan olahraga rakyat yang melibatkan generasi muda dan komunitas pecinta olahraga.</p><p>Jejak kepeduliannya terhadap olahraga sebelumnya terlihat lewat kolaborasi bersama Polsek Aimere, Camat Aimere, dan Koramil Aimere dalam penyelenggaraan Open Turnamen Voli Aimere yang sukses menyedot perhatian publik dan menghadirkan tim-tim terbaik.</p><p>Kini, melalui SPENDU CUP I, semangat itu kembali menyala. Arena voli putri tingkat SD/MI se-Kabupaten Ngada resmi memanas. Pertandingan demi pertandingan dipastikan bakal berlangsung keras, penuh gengsi, dan sarat emosi.</p><p>SPENDU Bajawa pun kini bukan hanya menjadi lokasi pertandingan, tetapi telah berubah menjadi kawah lahirnya calon-calon bintang voli putri masa depan Ngada. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/servis-pembuka-ketua-dprd-ngada-bikin-arena-berguncang-spendu-cup-i-resmi-jadi-panggung-panas-srikandi-voli-cilik_lYYA0vjHs7.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Menempa Pemimpin Kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Maumere</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/khas/menempa&#45;pemimpin&#45;kesehatan&#45;dari&#45;universitas&#45;muhammadiyah&#45;maumere&#45;0DNxL6gc0d/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/khas/menempa&#45;pemimpin&#45;kesehatan&#45;dari&#45;universitas&#45;muhammadiyah&#45;maumere&#45;0DNxL6gc0d/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 08 May 2026 13:11:16 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Wiliam]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Khas]]></category>
                <description><![CDATA[WAHANANEWSNTT.ID&#45;NTT&#45; Di tengah semilir angin kawasan wisata Bethesda Krokowolon, Maumere, puluhan mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes) Universitas Muhammadiyah Maumere tampak berdiri berkelompok mengenakan jas almamater biru. Tawa, diskusi, hingga teriakan semangat saling bersahutan, menandai dimulainya Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) yang berlangsung selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 Mei 2026.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p>WAHANANEWSNTT.ID-NTT- Di tengah semilir angin kawasan wisata Bethesda Krokowolon, Maumere, puluhan mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes) Universitas Muhammadiyah Maumere tampak berdiri berkelompok mengenakan jas almamater biru. Tawa, diskusi, hingga teriakan semangat saling bersahutan, menandai dimulainya Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) yang berlangsung selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 Mei 2026.</p><p>Kegiatan yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himapro) Adminkes ini bukan sekadar agenda seremonial kampus. Lebih dari itu, LDKM menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus laboratorium kepemimpinan bagi mahasiswa yang kelak akan berkecimpung dalam tata kelola pelayanan kesehatan modern.</p><p>Mengusung tema “Menumbuhkan Pemimpin yang Adaptif, Kritis dan Berintegritas dalam Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Modern”, kegiatan tersebut menghadirkan suasana pembelajaran yang berbeda. Para peserta tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, tetapi juga dilatih membangun kerja sama, komunikasi efektif, kemampuan berpikir kritis, hingga keterampilan menyelesaikan persoalan secara kolektif.</p><p>Sejak pagi hari, lokasi kegiatan dipenuhi antusiasme mahasiswa baru maupun pengurus organisasi kemahasiswaan. Di sela aktivitas, tampak para peserta saling menyemangati, berdiskusi dalam kelompok kecil, hingga mengikuti simulasi kepemimpinan yang dirancang untuk menguji mental, keberanian, dan solidaritas.</p><p>Deputi Universitas Muhammadiyah Maumere, Daniel Fernandez, dalam arahan pelepasan peserta menekankan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya diukur dari kemampuan berbicara atau memimpin organisasi, tetapi terutama dari kejujuran dan integritas.</p><p>“LDK ini adalah proses menuju masa depan. Ketika menjadi pemimpin harus jujur, jangan berbohong, harus dipercaya orang,” tegas Daniel Fernandez di hadapan dosen dan mahasiswa Adminkes.</p><p>Pernyataan itu disambut serius oleh para peserta. Bagi mahasiswa Administrasi Kesehatan, integritas menjadi fondasi penting karena dunia pelayanan kesehatan membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat.</p><p>Selama kegiatan berlangsung, peserta dibekali berbagai materi pengembangan diri yang berfokus pada soft skills, manajemen organisasi, kepemimpinan visioner, hingga penguatan mental dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Para pemateri juga mendorong mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan perubahan sistem pelayanan kesehatan yang semakin modern dan berbasis teknologi.</p><p>Ketua panitia kegiatan menjelaskan bahwa LDKM menjadi bagian penting dalam proses kaderisasi organisasi mahasiswa di lingkungan Prodi Adminkes. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang aktif, kritis, dan siap mengambil peran strategis di kampus maupun masyarakat.</p><p>Tidak hanya itu, suasana alam Bethesda Krokowolon turut memberi warna tersendiri bagi jalannya kegiatan. Hamparan pepohonan dan udara yang sejuk menciptakan suasana reflektif sekaligus mempererat hubungan antarmahasiswa. Kebersamaan yang terbangun selama tiga hari itu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan oleh peserta.</p><p>Di akhir kegiatan, para mahasiswa tidak hanya membawa pulang materi pelatihan, tetapi juga semangat baru tentang arti kepemimpinan. Bahwa menjadi pemimpin bukan sekadar soal jabatan, melainkan kemampuan menjaga kepercayaan, bekerja untuk kepentingan bersama, dan hadir memberi solusi bagi masyarakat.</p><p>Dari Krokowolon, Universitas Muhammadiyah Maumere sedang menanam benih-benih pemimpin muda di bidang kesehatan—pemimpin yang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman dengan pikiran kritis, sikap adaptif, dan integritas yang kuat.</p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/menempa-pemimpin-kesehatan-dari-universitas-muhammadiyah-maumere_kdhG9k39Q1.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Sorak Pecah di Bajawa! SPENDU CUP I Jadi Panggung Adu Gengsi Voli Putri SD/MI Se&#45;Ngada</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/sorak&#45;pecah&#45;di&#45;bajawa&#45;spendu&#45;cup&#45;i&#45;jadi&#45;panggung&#45;adu&#45;gengsi&#45;voli&#45;putri&#45;sdmi&#45;se&#45;ngada&#45;vvSook8R8N/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/sorak&#45;pecah&#45;di&#45;bajawa&#45;spendu&#45;cup&#45;i&#45;jadi&#45;panggung&#45;adu&#45;gengsi&#45;voli&#45;putri&#45;sdmi&#45;se&#45;ngada&#45;vvSook8R8N/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 08 May 2026 09:27:51 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Sore ini bukan sekadar pembukaan turnamen biasa. SMP Negeri 2 Bajawa (SPENDU) resmi menggebrak dunia olahraga pelajar lewat gelaran akbar Voli Putri SPENDU CUP I tingkat SD/MI se&#45;Kabupaten Ngada.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Sore ini bukan sekadar pembukaan turnamen biasa. SMP Negeri 2 Bajawa (SPENDU) resmi menggebrak dunia olahraga pelajar lewat gelaran akbar Voli Putri SPENDU CUP I tingkat SD/MI se-Kabupaten Ngada.</p><p>Ajang perdana ini langsung menjadi magnet perhatian publik dan diprediksi bakal membakar atmosfer olahraga di Kota Bajawa.</p><p>Lapangan pertandingan dipastikan berubah menjadi arena penuh semangat, teriakan supporter, dan adu gengsi para srikandi muda terbaik dari berbagai sekolah dasar.</p><p>Mereka datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi untuk membuktikan kemampuan, mental juara, dan kebanggaan membawa nama sekolah masing-masing.</p><p>SPENDU CUP I hadir sebagai panggung lahirnya talenta-talenta muda voli putri Ngada. Turnamen ini dinilai menjadi langkah berani sekaligus strategis dalam membangun regenerasi atlet sejak usia dini.</p><p>Sorak dukungan dari guru, orang tua, dan supporter dipastikan mengguncang arena pertandingan sore ini. Smash keras, servis tajam, hingga aksi penyelamatan dramatis bakal menjadi suguhan utama yang memanaskan setiap laga.</p><p>Panitia pelaksana menegaskan bahwa SPENDU CUP I bukan sekadar perebutan trofi dan gelar juara. Lebih dari itu, turnamen ini menjadi ruang pembinaan karakter anak-anak melalui olahraga.</p><p>“Melalui SPENDU CUP I, kami ingin memberi ruang bagi anak-anak untuk berani tampil, belajar bertanding, menjunjung sportivitas, dan mengembangkan bakat terbaik mereka. Kami ingin voli putri di Ngada terus tumbuh dan punya masa depan,” tegas panitia pelaksana.</p><p>SPENDU Bajawa sendiri selama ini dikenal konsisten mendukung pengembangan bakat pelajar, baik akademik maupun non-akademik. Kehadiran turnamen antar SD/MI ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan olahraga usia dini mulai mendapat perhatian serius.</p><p>Laga pembuka sore ini diprediksi berlangsung panas dan sengit. Setiap tim diyakini akan tampil habis-habisan demi mengamankan kemenangan pertama sekaligus mencuri perhatian publik.&nbsp;</p><p>SPENDU CUP I resmi dimulai! Saatnya para srikandi kecil Ngada naik panggung, bertarung penuh semangat, dan membuktikan bahwa usia muda bukan alasan untuk tampil luar biasa.</p><p>Arena sudah siap, supporter mulai berdatangan, dan semangat juang kini menyala dari jantung Kota Bajawa! <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/sorak-pecah-di-bajawa-spendu-cup-i-jadi-panggung-adu-gengsi-voli-putri-sdmi-se-ngada_I3LbpiLyiy.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Dari Lahan Mati Jadi Ladang Harapan! Kelompok Tani Solidaritas Ubah Bhogipole Jadi Kawasan Pertanian Masa Depan</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/dari&#45;lahan&#45;mati&#45;jadi&#45;ladang&#45;harapan&#45;kelompok&#45;tani&#45;solidaritas&#45;ubah&#45;bhogipole&#45;jadi&#45;kawasan&#45;pertanian&#45;masa&#45;depan&#45;Mf8P303CVE/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/dari&#45;lahan&#45;mati&#45;jadi&#45;ladang&#45;harapan&#45;kelompok&#45;tani&#45;solidaritas&#45;ubah&#45;bhogipole&#45;jadi&#45;kawasan&#45;pertanian&#45;masa&#45;depan&#45;Mf8P303CVE/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 08 May 2026 08:12:07 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Tak ada yang menyangka, hamparan lahan tidur di kawasan Bhogipole&#45;Kajudulu yang dulu dianggap tak bernilai, kini perlahan menjelma menjadi kawasan pertanian produktif yang menghidupkan harapan baru masyarakat.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Tak ada yang menyangka, hamparan lahan tidur di kawasan Bhogipole-Kajudulu yang dulu dianggap tak bernilai, kini perlahan menjelma menjadi kawasan pertanian produktif yang menghidupkan harapan baru masyarakat.</p><p>Di balik perubahan itu, berdiri kuat semangat kolektif warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Solidaritas di bawah kepemimpinan Martinus Madha. Dengan tekad dan kerja gotong royong, mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah pada keadaan.</p><p>Lahan tandus yang sebelumnya terbengkalai kini mulai dipenuhi tanaman produktif seperti alpukat, rambutan, kelengkeng hingga pete. Gerakan ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan simbol kebangkitan ekonomi masyarakat dari akar rumput.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1778202851_1c5386d41f13cf487749.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>“Lahan boleh tandus, tetapi pikiran tidak boleh tandus. Lahan boleh tidur, tetapi manusianya tidak boleh ikut tidur,” menjadi spirit yang terus dihidupkan dalam setiap gerakan swadaya di kawasan tersebut.</p><p>Semangat itu kembali terlihat dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kelompok Tani Solidaritas yang digelar Kamis, 7 Mei 2026, langsung di area perkebunan anggota kelompok di Bhogipole. RAT kali ini tak sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi gerakan membangun pertanian rakyat berbasis kerja bersama.</p><p>Kegiatan diawali dengan aksi penanaman bibit buah-buahan sebagai simbol komitmen menjaga produktivitas lahan sekaligus investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1778202878_89f3e4414b733e148c65.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Sejumlah tokoh penting turut hadir memberi dukungan, mulai dari Ketua DPRD Ngada, Camat Aimere, Kepala Desa Aimere Timur, Kepala Desa Waesae, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) seperti Alo Sel dan Primus, hingga tokoh-tokoh petani progresif seperti Nober Tay, Martinus Rawi, dan Ananias Loma.</p><p>Bhogipole kini tak lagi hanya dikenal sebagai kawasan lahan kering, tetapi mulai dilihat sebagai titik tumbuh baru pertanian rakyat. Infrastruktur dasar yang dibangun secara swadaya perlahan memperkuat geliat ekonomi masyarakat di sektor pertanian.</p><p>Tak berhenti pada penghijauan dan pengembangan tanaman buah, Kelompok Tani Solidaritas juga bergerak cepat menghadapi ancaman hama kumbang badak atau Oryctes yang menyerang tanaman kelapa warga.</p><p>Sebanyak 51 pohon kelapa mendapat penanganan serius menggunakan insektisida sistemik berbahan aktif karbofuran (Furadan 3 GR) dengan dosis 10 gram per pohon yang diaplikasikan langsung pada pucuk muda tanaman.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1778202903_793b76514c15df03b6e4.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Langkah cepat tersebut dilakukan karena tingkat serangan hama dinilai cukup tinggi dan berpotensi menekan produktivitas tanaman masyarakat jika tidak segera dikendalikan.</p><p>Kegiatan pengendalian hama dipusatkan di area perkebunan Kelompok Tani Solidaritas Kajudulu-Bhogipole di kawasan Kebun Paroki Aimere.</p><p>Kehadiran pemerintah kecamatan, pemerintah desa, penyuluh pertanian hingga para tokoh petani menjadi bukti bahwa membangun pertanian tidak bisa dikerjakan sendiri. Dibutuhkan solidaritas, konsistensi, dan keberanian untuk bergerak bersama.</p><p>Dari Bhogipole, masyarakat sedang mengirim pesan keras bahwa di tengah efisiensi anggaran dan berbagai keterbatasan, semangat gotong royong dan swadaya rakyat tetap hidup—bahkan tumbuh semakin kuat. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/dari-lahan-mati-jadi-ladang-harapan-kelompok-tani-solidaritas-ubah-bhogipole-jadi-kawasan-pertanian-masa-depan_KF9mXw7kCx.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>45 Tahun Menanti Air, SMPN 1 Talibura Akhirnya Merdeka dari Krisis</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/45&#45;tahun&#45;menanti&#45;air&#45;smpn&#45;1&#45;talibura&#45;akhirnya&#45;merdeka&#45;dari&#45;krisis&#45;lRXo27Edgq/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/45&#45;tahun&#45;menanti&#45;air&#45;smpn&#45;1&#45;talibura&#45;akhirnya&#45;merdeka&#45;dari&#45;krisis&#45;lRXo27Edgq/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 06 May 2026 18:52:28 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Wiliam]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Talibura, Sikka — Ada penantian yang tidak sekadar panjang, tetapi nyaris menjadi takdir yang diterima dengan pasrah. Selama 45 tahun, SMP Negeri 1 Talibura hidup tanpa satu hal paling mendasar bagi kehidupan: air bersih. Namun hari itu akhirnya tiba—sunyi panjang itu pecah oleh aliran air dari perut bumi sedalam 80 meter.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p>Talibura, Sikka — Ada penantian yang tidak sekadar panjang, tetapi nyaris menjadi takdir yang diterima dengan pasrah. Selama 45 tahun, SMP Negeri 1 Talibura hidup tanpa satu hal paling mendasar bagi kehidupan: air bersih. Namun hari itu akhirnya tiba—sunyi panjang itu pecah oleh aliran air dari perut bumi sedalam 80 meter.</p><p>Bukan sekadar proyek, melainkan jawaban atas doa yang tak pernah berhenti dipanjatkan.</p><p>Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir menghadirkan solusi konkret atas krisis air kronis yang telah membelenggu sekolah di Desa Nebe, Kecamatan Talibura ini sejak pertama berdiri. Fasilitas yang dibangun pun bukan setengah hati: sumur bor dalam, tandon 5.000 liter, 14 titik keran di kelas dan toilet, serta wastafel di halaman sekolah—sebuah transformasi total dari keterbatasan menuju kelayakan.</p><p><strong>Dari Krisis ke Harapan</strong></p><p>Kepala sekolah, Siti Nuraini Ajid, mengenang masa-masa sulit itu dengan suara yang tak sepenuhnya bisa menyembunyikan emosi.</p><p>Sejak menjabat tahun 2020, ia mendapati kenyataan pahit: sekolah ini tidak pernah memiliki akses air bersih. Upaya demi upaya dilakukan—dari pengajuan ke pemerintah daerah hingga perjalanan pribadi ke Kupang. Semua berujung pada janji tanpa realisasi.Hingga akhirnya, titik terang datang di tahun 2024.</p><p>Sebuah pesan singkat menjadi awal perubahan. Tawaran bantuan dari yayasan disambut tanpa ragu. Setahun kemudian, pengeboran dilakukan. Januari 2026 menjadi penanda: air akhirnya mengalir.Bukan hanya untuk sekolah.</p><p><strong>Air yang Menghidupkan Lebih dari Sekadar Sekolah</strong></p><p>Kini, sebanyak 297 siswa dan 27 tenaga pendidik menikmati akses air bersih setiap hari. Lebih dari itu, sekitar 10 rumah guru telah tersambung instalasi, dan warga sekitar turut merasakan manfaatnya.<br>Yang dulunya mustahil, kini menjadi rutinitas: menyiram tanaman setiap hari, mencuci dengan air bersih, bahkan merancang kebun sekolah sebagai ruang belajar baru.<br>Kontras dengan masa lalu yang begitu getir.<br>&nbsp;</p><p>Seorang guru, Feliyanti, mengisahkan bagaimana mereka dulu menggunakan air irigasi yang tercemar—bahkan bercampur sampah dan bangkai—untuk kebutuhan dasar. Untuk air minum, mereka harus menempuh perjalanan sejauh 7 kilometer.</p><p>Realitas yang hari ini terasa hampir tak masuk akal.</p><p><strong>Kemanusiaan Tanpa Batas</strong></p><p>Bagi Yos Enos Kusumo, Manajer Kemanusiaan yayasan, bantuan ini bukan sekadar program sosial, tetapi panggilan nurani.</p><p>Mendengar bahwa sebuah sekolah hidup tanpa air selama puluhan tahun menjadi pukulan emosional yang mendorong aksi nyata. Ia menegaskan bahwa solidaritas tidak mengenal batas agama, wilayah, maupun identitas.</p><p>Pesan yang ditinggalkan sederhana, tetapi mendalam: jaga apa yang telah diperjuangkan, agar generasi berikutnya tidak perlu merasakan kekurangan yang sama.</p><p><strong>Pelajaran yang Lebih Dalam dari Sekadar Air</strong></p><p>Di hadapan para siswa, sukarelawan asal Amerika Serikat, Daniel Waiyne Stead, menyampaikan pesan yang melampaui proyek fisik ini.</p><p>Bahwa setiap bantuan membawa tanggung jawab.</p><p>Belajar, bertumbuh, dan suatu hari memberi kembali—itulah siklus kebaikan yang harus terus hidup. Ia menegaskan satu hal yang menjadi inti dari semua perubahan:</p><p><strong>Pengetahuan adalah kekuatan.</strong></p><p>Dan kini, dengan air yang mengalir setiap hari, siswa SMPN 1 Talibura tidak hanya memiliki akses terhadap kebersihan dan kesehatan, tetapi juga fondasi yang lebih layak untuk belajar, bermimpi, dan mengubah masa depan.</p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/45-tahun-menanti-air-smpn-1-talibura-akhirnya-merdeka-dari-krisis_I5b6KefTlG.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Dari Krisis ke Harapan: Air Bersih Mengalir di SDN Watuwekak, Menjawab Dahaga Bertahun&#45;tahun Warga Seusina</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/dari&#45;krisis&#45;ke&#45;harapan&#45;air&#45;bersih&#45;mengalir&#45;di&#45;sdn&#45;watuwekak&#45;menjawab&#45;dahaga&#45;bertahun&#45;tahun&#45;warga&#45;seusina&#45;KL7q1mvHMK/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/dari&#45;krisis&#45;ke&#45;harapan&#45;air&#45;bersih&#45;mengalir&#45;di&#45;sdn&#45;watuwekak&#45;menjawab&#45;dahaga&#45;bertahun&#45;tahun&#45;warga&#45;seusina&#45;KL7q1mvHMK/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 05 May 2026 05:41:40 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Wiliam]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[WAHANANEWS.COM&#45; MAUMERE — Setelah bertahun&#45;tahun hidup dalam keterbatasan air bersih, warga dan siswa di SDN Watuwekak, Desa Seusina, Kecamatan Kewapante, akhirnya merasakan perubahan nyata. Krisis yang selama ini membayangi aktivitas belajar dan kehidupan sehari&#45;hari kini mulai terurai—air bersih akhirnya mengalir.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p>WAHANANEWS.COM- MAUMERE — Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan air bersih, warga dan siswa di SDN Watuwekak, Desa Seusina, Kecamatan Kewapante, akhirnya merasakan perubahan nyata. Krisis yang selama ini membayangi aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari kini mulai terurai—air bersih akhirnya mengalir.</p><p>Momentum penting itu terjadi pada Senin (4/5/2026), ketika Yayasan Gereja Yesus Kristus Orang-Orang Suci Zaman Akhir menyerahkan fasilitas air bersih senilai Rp351.655.000 kepada pihak sekolah dan masyarakat sekitar.<br>&nbsp;</p><p>Bantuan tersebut bukan sekadar simbolik. Infrastruktur yang dibangun mencakup satu unit sumur bor, tandon air berkapasitas 5.000 liter, delapan titik kran air yang menjangkau ruang kelas dan toilet sekolah, serta satu titik kran khusus untuk kebutuhan warga. Fasilitas ini juga dilengkapi dengan wastafel untuk mendukung sanitasi dan kesehatan lingkungan sekolah.</p><p><br>Selama ini, keterbatasan air bersih menjadi persoalan mendasar yang memengaruhi kualitas hidup dan proses belajar-mengajar. Air bukan hanya kebutuhan domestik, tetapi fondasi bagi kesehatan, kebersihan, dan martabat manusia.</p><p><br>Perwakilan yayasan, Yos Enos Kusumo, menegaskan bahwa bantuan tersebut lahir dari semangat kemanusiaan yang melampaui batas identitas.</p><p><br>“Kami hadir untuk memastikan bantuan ini benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan. Perbedaan latar belakang tidak pernah menjadi penghalang untuk berbagi,” ujarnya.</p><p><br>Pesan yang dibawa bukan sekadar distribusi bantuan, melainkan nilai universal tentang solidaritas dan kasih terhadap sesama.</p><p><br>Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, yang turut hadir dalam kesempatan tersebut, menyebut bantuan ini sebagai anugerah nyata bagi masyarakat.</p><p><br>Menurutnya, air adalah sumber kehidupan yang tidak tergantikan, dan kehadiran fasilitas ini harus dijaga serta dirawat bersama agar manfaatnya berkelanjutan.</p><p><br>Ia juga mengakui bahwa masih banyak wilayah di Kabupaten Sikka yang menghadapi persoalan serupa, sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat.</p><p><br>Di sisi lain, sukarelawan yayasan, Ladawn Turley Stead, mengungkapkan kesan mendalam atas pengalaman mereka di Sikka. Sambutan hangat masyarakat serta kekayaan budaya lokal menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses kemanusiaan yang mereka jalani.</p><p><br>“Kami tersentuh dengan sambutan masyarakat di sini. Kami percaya air adalah kehidupan, dan kami bersyukur bisa menjadi bagian dari perubahan ini,” ungkapnya.</p><p>Kini, di SDN Watuwekak, air bukan lagi barang langka. Ia mengalir sebagai simbol harapan baru—bahwa di tengah keterbatasan, kepedulian masih menemukan jalannya.</p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/dari-krisis-ke-harapan-air-bersih-mengalir-di-sdn-watuwekak-menjawab-dahaga-bertahun-tahun-warga-seusina_6k2J3163gy.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Treble Winner Penuh Makna: Ketika RECIS Menang dengan Hati dan Ketulusan</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/treble&#45;winner&#45;penuh&#45;makna&#45;ketika&#45;recis&#45;menang&#45;dengan&#45;hati&#45;dan&#45;ketulusan&#45;fO2ALwXrcf/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/treble&#45;winner&#45;penuh&#45;makna&#45;ketika&#45;recis&#45;menang&#45;dengan&#45;hati&#45;dan&#45;ketulusan&#45;fO2ALwXrcf/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 03 May 2026 22:24:47 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Sorak sorai itu belum juga reda ketika peluit akhir dibunyikan pada Minggu (3/5). Di lapangan Turnamen Voli Putri Unika Cup III, tim voli putri SMA Regina Pacis Bajawa (RECIS) kembali menegaskan dominasinya—bukan sekadar menang, tetapi mengukir sejarah sebagai treble winner.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Sorak sorai itu belum juga reda ketika peluit akhir dibunyikan pada Minggu (3/5). Di lapangan Turnamen Voli Putri Unika Cup III, tim voli putri SMA Regina Pacis Bajawa (RECIS) kembali menegaskan dominasinya—bukan sekadar menang, tetapi mengukir sejarah sebagai treble winner.</p><p>Kemenangan tiga set langsung atas SMAN 1 Langke Rembong menjadi penutup manis perjalanan mereka tahun ini. Namun bagi RECIS, kemenangan ini bukan hanya tentang angka di papan skor. Ini adalah cerita tentang konsistensi, ketulusan, dan iman yang mereka bawa sejak Unika Cup pertama hingga yang ketiga.</p><p>Sejak awal keikutsertaan dalam turnamen bergengsi ini, RECIS tak pernah absen. Lebih dari itu, mereka selalu pulang dengan prestasi. Tiga edisi, tiga gelar juara—sebuah capaian yang menempatkan mereka di puncak, tak tergoyahkan.</p><p>Yang membuat kisah tahun ini semakin menarik adalah keberanian RECIS menurunkan dua tim sekaligus: Tim A dan Tim B. Sebuah langkah yang bukan hanya soal strategi, tetapi juga tentang memberi ruang bagi lebih banyak talenta untuk tumbuh.</p><p>Hasilnya tak main-main. Tim A tampil sebagai juara utama, sementara Tim B menyusul dengan raihan juara IV. Sebuah bukti bahwa kedalaman skuad RECIS bukan sekadar pelengkap, melainkan kekuatan nyata.</p><p>Di balik gemilangnya prestasi itu, ada sosok-sosok yang bekerja dalam senyap namun berdampak besar. Pelatih kepala Baldus Daga, bersama para asisten—Ovan, Goris, dan tim—menjadi fondasi dari perjalanan panjang ini.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1777822058_accf22593945c8e87380.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Latihan demi latihan, disiplin yang ditanamkan, hingga nilai-nilai yang dihidupkan, semuanya menyatu dalam setiap permainan anak-anak RECIS.</p><p>“Sebagai pelatih kepala, saya merasa bangga dan terharu dengan perjuangan anak-anak yang pantang menyerah. Semua ini terjadi karena campur tangan Tuhan,” ungkap Baldus dengan suara bergetar.</p><p>Baginya, voli bukan sekadar olahraga. Ia adalah jalan pengabdian, alat untuk memuliakan Tuhan, dan ruang untuk menanamkan ketulusan dalam setiap usaha.</p><p>Rasa syukur yang sama juga disampaikan Kepala Sekolah RECIS, Herdin Ndiwa. Ia memaknai keberhasilan ini sebagai berkat yang mengalir melalui banyak tangan—pelatih, guru pendamping, orang tua, hingga pemerintah daerah.</p><p>“Ini adalah berkat Tuhan yang nyata. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang dengan tulus mendukung perjalanan tim ini,” ujarnya.</p><p>Lebih dari sekadar kemenangan, Herdin berharap momentum ini menjadi ruang pembelajaran hidup bagi para siswa. Bahwa melalui voli, mereka tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menghidupi nilai-nilai utama RECIS: kejujuran, disiplin, kerja keras, kerjasama, dan tanggung jawab.</p><p>Di tengah gemuruh kemenangan, RECIS tetap berdiri dengan satu pesan sederhana namun kuat: tetap bersatu, semangat, dan optimis.</p><p>Dan mungkin, di situlah letak kekuatan terbesar mereka—bukan hanya pada pukulan keras atau blok yang rapat, tetapi pada hati yang tulus dan keyakinan yang tak pernah padam. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/treble-winner-penuh-makna-ketika-recis-menang-dengan-hati-dan-ketulusan_PqLw5XLwwP.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Dominasi Tanpa Ampun! SMA Recis Bajawa Kunci Gelar Ketiga di Unika St. Paulus Ruteng</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/dominasi&#45;tanpa&#45;ampun&#45;sma&#45;recis&#45;bajawa&#45;kunci&#45;gelar&#45;ketiga&#45;di&#45;unika&#45;st&#45;paulus&#45;ruteng&#45;1ygDM74Jp3/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/dominasi&#45;tanpa&#45;ampun&#45;sma&#45;recis&#45;bajawa&#45;kunci&#45;gelar&#45;ketiga&#45;di&#45;unika&#45;st&#45;paulus&#45;ruteng&#45;1ygDM74Jp3/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 03 May 2026 21:31:35 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada.NTT.WahanaNews.co| Tim voli putri SMAK Regina Pacis Bajawa kembali menegaskan statusnya sebagai kekuatan tak terbendung di kancah turnamen pelajar. Dalam ajang bergengsi Piala Unika St. Paulus Ruteng, skuad kebanggaan masyarakat Ngada ini sukses mengunci gelar juara untuk ketiga kalinya secara berturut&#45;turut.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada.NTT.WahanaNews.co| </strong>Tim voli putri SMAK Regina Pacis Bajawa kembali menegaskan statusnya sebagai kekuatan tak terbendung di kancah turnamen pelajar. Dalam ajang bergengsi Piala Unika St. Paulus Ruteng, skuad kebanggaan masyarakat Ngada ini sukses mengunci gelar juara untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.</p><p>Penampilan impresif ditunjukkan sejak fase awal hingga partai puncak. Permainan solid, disiplin tinggi, serta mental juara menjadi kunci keberhasilan tim yang dikenal dengan julukan “Recis” ini. Lawan demi lawan berhasil ditaklukkan tanpa kompromi, memperlihatkan dominasi yang nyaris tanpa celah.</p><p>Di bawah sentuhan pelatih Baldus Daga dan Ofan Paga Lepi, tim tampil matang baik secara teknis maupun strategi. Kombinasi antara pengalaman dan semangat muda membuat permainan mereka sulit dipatahkan. Reva dan kawan-kawan menjadi motor penggerak yang konsisten menjaga ritme permainan hingga peluit akhir.</p><p>Keberhasilan ini bukan sekadar kemenangan biasa, melainkan bukti konsistensi dan kerja keras yang terus terjaga. Tiga gelar beruntun menjadi penegas bahwa SMAK Regina Pacis Bajawa bukan hanya juara sesaat, tetapi telah menjelma menjadi dinasti baru dalam dunia voli pelajar di Flores.</p><p>Euforia kemenangan pun disambut hangat masyarakat Bajawa. Piala kembali diboyong ke “kota dingin” itu, membawa kebanggaan sekaligus harapan agar prestasi ini terus berlanjut di level yang lebih tinggi.</p><p>Dengan capaian ini, SMA Recis Bajawa tak hanya mencatat sejarah, tetapi juga mengirim pesan tegas: mereka masih menjadi tim yang harus dikalahkan—dan sejauh ini, belum ada yang mampu melakukannya. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/dominasi-tanpa-ampun-sma-recis-bajawa-kunci-gelar-ketiga-di-unika-st-paulus-ruteng_BXHo48hl3S.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>HARDIKNAS 2026 Jadi Titik Balik, Kepsek Spendu Batara Ungkap Wajah Baru Pendidikan</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/hardiknas&#45;2026&#45;jadi&#45;titik&#45;balik&#45;kepsek&#45;spendu&#45;batara&#45;ungkap&#45;wajah&#45;baru&#45;pendidikan&#45;GNuKprKJ61/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/hardiknas&#45;2026&#45;jadi&#45;titik&#45;balik&#45;kepsek&#45;spendu&#45;batara&#45;ungkap&#45;wajah&#45;baru&#45;pendidikan&#45;GNuKprKJ61/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 03 May 2026 10:49:47 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus titik balik bagi dunia pendidikan]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2026 menjadi momentum refleksi sekaligus titik balik bagi dunia pendidikan</p><p>Hal ini disampaikan Kepala UPTD SMP Negeri (Spendu) Bajawa Utara (Batara), Heronima Rosalina Meo yang menilai bahwa arah pendidikan kini tengah memasuki fase baru yang lebih adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada masa depan.</p><p>Dalam keterangannya usai upacara HARDIKNAS di SDK Gou Paru, Sabtu (02/5/26) Heronima menegaskan bahwa perubahan wajah pendidikan tidak lagi sekadar wacana, melainkan sudah mulai tampak dalam praktik di lapangan.</p><p>Transformasi ini terlihat dari pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel, pemanfaatan teknologi, hingga penguatan karakter siswa.</p><p>“Pendidikan hari ini tidak bisa lagi berjalan dengan cara lama. Kita dituntut untuk lebih kreatif, terbuka terhadap perubahan, dan mampu menyiapkan siswa menghadapi tantangan zaman,” ujar wanita yang biasa disapa Herlin ini.</p><p>Ia menekankan bahwa peran guru kini semakin strategis, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator dan pembimbing yang mampu menggali potensi setiap peserta didik.</p><p>Menurutnya, siswa harus diberi ruang untuk berpikir kritis, berkolaborasi, serta mengembangkan keterampilan hidup.</p><p>Selain itu, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah juga disebut sebagai kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat.</p><p>Herlin bilang, tanpa kerja sama yang solid, upaya peningkatan mutu pendidikan akan sulit mencapai hasil maksimal. Momentum HARDIKNAS 2026 ini juga dimaknai sebagai ajakan untuk semua pihak agar tidak berhenti berinovasi.</p><p>Dia berharap, semangat perubahan ini terus dijaga agar pendidikan di daerah, khususnya di Kabupaten Ngada, mampu bersaing dan menghasilkan generasi unggul.</p><p>“Ini bukan sekadar peringatan tahunan, tapi pengingat bahwa masa depan bangsa ditentukan dari bagaimana kita mendidik hari ini,” tegasnya.</p><p>Dengan semangat HARDIKNAS 2026 lanjut Herlin, dunia pendidikan diharapkan benar-benar bergerak menuju wajah baru yang lebih inklusif, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan zaman.</p><p><strong>Soroti MBG&nbsp;</strong></p><p>Pada kesempatan tersebut, Heronima juga menyoroti program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini belum dirasakan siswa-siswi disekolahnya.</p><p>Padahal menurut dia, sudah ada tim yang turun langsung ke sekolahnya untuk memastikan ketersediaan jumlah peserta didik.</p><p>Herlin berharap, dalam waktu dekat program ini sudah bisa direalisasikan di sekolah yang dipimpinya itu. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/hardiknas-2026-jadi-titik-balik-kepsek-spendu-batara-ungkap-wajah-baru-pendidikan_sAurf2m6vf.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Seruan Kolaborasi Fridus Muga Menggema, Jatah Beasiswa Aspirasi PDIP Ikut Terkuak!</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/seruan&#45;kolaborasi&#45;fridus&#45;muga&#45;menggema&#45;jatah&#45;beasiswa&#45;aspirasi&#45;pdip&#45;ikut&#45;terkuak&#45;x8P6IobE3V/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/seruan&#45;kolaborasi&#45;fridus&#45;muga&#45;menggema&#45;jatah&#45;beasiswa&#45;aspirasi&#45;pdip&#45;ikut&#45;terkuak&#45;x8P6IobE3V/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 03 May 2026 07:57:19 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Seruan untuk membangun pendidikan secara kolaboratif menggema kuat saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) tingkat Kecamatan Bajawa Utara, di Lapangan Sepak Bola SDK Gou Paru, Sabtu (02/5/26).]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Seruan untuk membangun pendidikan secara kolaboratif menggema kuat saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) tingkat Kecamatan Bajawa Utara, di Lapangan Sepak Bola SDK Gou Paru, Sabtu (02/5/26).</p><p>Ketua Komisi 3 DPRD Ngada, Wilfridus Muga tampil lantang mengajak semua pihak—pemerintah, sekolah, orang tua, hingga dunia usaha—untuk bergandengan tangan memajukan kualitas pendidikan di daerah tersebut.</p><p>Dalam penyampaiannya, Fridus menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan sinergi nyata agar generasi muda Ngada mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.</p><p>“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Tentu kita semua diharapkan untuk bergandengan tangan untuk membangun dunia pendidikan, agar pendidikan ini lebih maju di masa-masa yang akan datang,” tegasnya.</p><p>Namun, di balik seruan kolaborasi itu, Politisi PDIP ini juga menyinggung isu yang selama ini jarang disorot secara terbuka, yakni terkait jatah beasiswa aspirasi yang disebut-sebut berasal dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1777770038_ed95114dc2f8115b3431.jpg"></figure><p>Ketua DPC PDIP Ngada, Wilfridus Muga (tengah-merah), didampingi Camat Bajawa Utara (kiri) dan Sekcam Bajawa Utara (kanan)</p><p>&nbsp;</p><p>Ketua DPC PDIP Ngada ini mengungkapkan bahwa, &nbsp;beasiswa aspirasi tersebut sejatinya memiliki potensi besar untuk membantu para siswa.</p><p>Fridus Muga bilang, untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan di SD, maka di periode pertama tahun 2026 ini, PDIP mengalokasikan jatah beasiswa sebanyak 750 siswa melalui PIP aspirasi. Dari jatah tersebut tutur dia, Kecamatan Bajawa Utara mendapatkan kuota terbanyak.</p><p>Selain menyinggung PIP aspirasi, Fridus Muga juga mengungkapkan sumber beasiswa lainnya berupa PIP Reguler dan juga PIP Versi Daerah.</p><p>Ia berharap kedepannya, para kepala sekolah bisa berkoordinasi agar semua siswa yang perlu dibantu bisa mendapatkan jatah beasiswa melalui 3 jalur tersebut.</p><p>Dengan menguatnya seruan kolaborasi dan terbukanya isu beasiswa aspirasi, publik kini menanti langkah konkret dari seluruh pihak untuk memastikan masa depan pendidikan di Ngada berjalan ke arah yang lebih baik dan berkeadilan. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/seruan-kolaborasi-fridus-muga-menggema-jatah-beasiswa-aspirasi-pdip-ikut-terkuak_15b688JAo3.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Tampil Gemilang, SMAK Recis Jadi The Winner Lomba Debat Bahasa Indonesia, Mauren Dinobatkan Best Speaker</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/tampil&#45;gemilang&#45;smak&#45;recis&#45;jadi&#45;the&#45;winner&#45;lomba&#45;debat&#45;bahasa&#45;indonesia&#45;mauren&#45;dinobatkan&#45;best&#45;speaker&#45;8Do9o2ytPj/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/tampil&#45;gemilang&#45;smak&#45;recis&#45;jadi&#45;the&#45;winner&#45;lomba&#45;debat&#45;bahasa&#45;indonesia&#45;mauren&#45;dinobatkan&#45;best&#45;speaker&#45;8Do9o2ytPj/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 01 May 2026 17:50:38 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMAK Regina Pacis (Recis) Bajawa dalam ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh SMAK Regina Pacis (Recis) Bajawa dalam ajang Lomba Debat Bahasa Indonesia.</p><p>Tampil gemilang sejak babak penyisihan hingga final, tim debat SMAK Recis berhasil keluar sebagai juara pertama (The Winner) setelah mengalahkan sejumlah pesaing tangguh dari berbagai sekolah.</p><p>Di babak semifinal, Recis semakin mendominasi setelah berhasil mematahkan ambisi SMA Seminari Mataloko, SMA Negeri 1 Bajawa dan SMA Kejora Riung.</p><p>Keberhasilan ini semakin lengkap dengan dinobatkannya salah satu anggota tim, Andra Maurensia Guwa Rodja, sebagai Best Speaker.</p><p>Penampilan Mauren panggilan akrabnya yang lugas, argumentatif, dan penuh percaya diri dinilai mampu menguasai jalannya debat serta memberikan pengaruh besar terhadap kemenangan tim.</p><p>Sejak awal kompetisi, tim SMAK Recis menunjukkan konsistensi dalam membangun argumen yang kuat, didukung data yang relevan, serta kemampuan membantah lawan dengan elegan.</p><p>Pada babak final, mereka tampil lebih solid dan mampu menguasai panggung debat, sehingga meyakinkan dewan juri untuk memberikan gelar juara.</p><p>Mauren, yang terpilih sebagai pembicara terbaik, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras tim, latihan intensif, serta dukungan dari pihak sekolah.</p><p>“Kemenangan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk seluruh tim dan keluarga besar SMAK Recis. Kami berlatih dengan disiplin dan saling mendukung satu sama lain,” ketus putri dari pasangan Yohanes Rodja dan Margaretha Meda ini, Kamis (30/4/26).</p><p>Pihak sekolah pun menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi tersebut. Kemenangan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan, khususnya dalam bidang literasi, komunikasi, dan berpikir kritis.</p><p>Dengan capaian ini, SMAK Recis Bajawa kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu sekolah yang unggul dalam bidang akademik dan kompetisi, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berani tampil dan berprestasi. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/tampil-gemilang-smak-recis-jadi-the-winner-lomba-debat-bahasa-indonesia-mauren-dinobatkan-best-speaker_IndS1h821j.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Andra Maurensia Guwa Rodja “Rebut Panggung” Best Speaker Lomba Debat Antar SMA</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/andra&#45;maurensia&#45;guwa&#45;rodja&#45;rebut&#45;panggung&#45;best&#45;speaker&#45;lomba&#45;debat&#45;antar&#45;sma&#45;t7CEkwlM2e/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/andra&#45;maurensia&#45;guwa&#45;rodja&#45;rebut&#45;panggung&#45;best&#45;speaker&#45;lomba&#45;debat&#45;antar&#45;sma&#45;t7CEkwlM2e/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 01 May 2026 12:20:55 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Riuh tepuk tangan memecah ruangan saat nama Andra Maurensia Guwa Rodja diumumkan sebagai Best Speaker dalam lomba debat tingkat SMA di Kabupaten Ngada. Di tengah sorak sorai itu, ia berdiri dengan wajah tenang—namun sorot matanya menyimpan haru dan kebanggaan yang tak bisa disembunyikan.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Riuh tepuk tangan memecah ruangan saat nama Andra Maurensia Guwa Rodja diumumkan sebagai Best Speaker dalam lomba debat tingkat SMA di Kabupaten Ngada. Di tengah sorak sorai itu, ia berdiri dengan wajah tenang—namun sorot matanya menyimpan haru dan kebanggaan yang tak bisa disembunyikan.</p><p>Momen itu bukan sekadar kemenangan. Ia adalah puncak dari perjalanan panjang yang ditempa oleh latihan, kegigihan, dan keberanian untuk melampaui batas diri.</p><p>Lomba debat yang diikuti puluhan pelajar dari berbagai SMA di Ngada menjadi arena adu gagasan dan ketajaman logika. Setiap peserta dituntut berpikir cepat, berbicara runtut, dan mempertahankan argumen di bawah tekanan. Di tengah persaingan ketat itu, Mauren—sapaan akrab Andra Maurensia—tampil berbeda.</p><p>Sejak babak penyisihan, siswi SMAK Regina Pacis Bajawa ini sudah menunjukkan kualitasnya. Ia tidak hanya berbicara, tetapi merangkai gagasan dengan alur yang jelas, menyanggah lawan dengan elegan, dan menjaga wibawa di atas panggung. Ketika peserta lain mulai goyah, Mauren justru semakin tajam dan terukur.</p><p>“Debat bukan hanya soal menang atau kalah, tapi bagaimana kita bisa menyampaikan ide dengan jelas dan menghargai pendapat orang lain,” ujarnya sederhana, namun sarat makna.</p><p>Kalimat itu mencerminkan kedewasaan berpikir yang menjadi kekuatan utamanya. Para juri pun sepakat—Mauren layak menyandang predikat Best Speaker. Penilaian tidak hanya bertumpu pada isi argumen, tetapi juga cara penyampaian, ketenangan, dan kemampuan menghadapi tekanan.Mauren mampu meramu semuanya dengan seimbang.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1777613159_7a2fc0c16bbec4a9747a.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Di balik panggung yang gemilang, ada proses yang tidak ringan. Ia mengaku telah mempersiapkan diri jauh hari: latihan rutin bersama tim, membaca isu-isu aktual, hingga membiasakan diri berbicara di depan umum. Dukungan dari guru dan teman-teman menjadi bahan bakar semangatnya.</p><p>Boy Zanda, guru Bahasa Indonesia sekaligus pembimbingnya, mengungkapkan bahwa perubahan Mauren tidak terjadi dalam semalam.</p><p>“Awalnya dia pemalu, bahkan saat latihan sering tidak konsisten. Tapi perlahan dia berubah,” ungkapnya.</p><p>Perubahan itu mencapai puncaknya saat kompetisi berlangsung. Menurut Boy, Mauren tampil seperti pribadi baru—lebih matang, disiplin, dan sulit digoyahkan.</p><p>“Dia seperti baja. Cara berpikirnya dewasa, mendengarkan dengan baik, dan tampil elegan. Dari penyisihan sampai final, kapasitasnya terus naik,” tambahnya.</p><p>Ajang ini tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Ngada untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi.</p><p>Kehadiran Mauren sebagai Best Speaker menjadi bukti bahwa pelajar daerah mampu bersaing dan bersinar.</p><p>Ketika lomba usai dan ruangan kembali sunyi, gema prestasi itu masih terasa. Mauren telah meninggalkan jejak—bahwa suara anak muda bisa lantang, cerdas, dan bermakna.</p><p>Langkahnya mungkin dimulai dari panggung kecil di Ngada. Namun dari sanalah, mimpi besar sedang disusun—perlahan, pasti, dan penuh keyakinan. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/andra-maurensia-guwa-rodja-rebut-panggung-best-speaker-lomba-debat-antar-sma_Kqm9ToDyy1.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Dilirik Tim Karisma Premium Bandung, Veren Bertekad Jadi Pemain Voli Putri Nasional</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/dilirik&#45;tim&#45;karisma&#45;premium&#45;bandung&#45;veren&#45;bertekad&#45;jadi&#45;pemain&#45;voli&#45;putri&#45;nasional&#45;2ktg1Lnz9C/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/dilirik&#45;tim&#45;karisma&#45;premium&#45;bandung&#45;veren&#45;bertekad&#45;jadi&#45;pemain&#45;voli&#45;putri&#45;nasional&#45;2ktg1Lnz9C/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 01 May 2026 09:36:41 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada.NTT.WahanaNews.co| Talenta muda voli asal Kabupaten Ngada kembali mencuri perhatian. Veronika Ephyvania Wua Kadju, atlet voli putri yang tengah naik daun, kini dilirik oleh tim Karisma Premium Bandung.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada.NTT.WahanaNews.co| </strong>Talenta muda voli asal Kabupaten Ngada kembali mencuri perhatian. Veronika Ephyvania Wua Kadju, atlet voli putri yang tengah naik daun, kini dilirik oleh tim Karisma Premium Bandung.</p><p>Kesempatan ini menjadi momentum penting baginya untuk menapaki karier lebih tinggi di dunia voli nasional.</p><p>Performa gemilangnya dalam sejumlah turnamen menjadi alasan utama ketertarikan tim asal Bandung tersebut.</p><p>Dengan kemampuan teknik yang matang, postur ideal, serta mental bertanding yang kuat, Veren panggilan akrabnya, dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang di level profesional.</p><p>Ditemui di sekolahnya, Rabu (29/4/26), Veren mengaku bangga sekaligus termotivasi atas perhatian yang diberikan kepadanya.</p><p>Siswi kelas 8 SMP Negeri 2 Bajawa ini menyebut, peluang ini sebagai langkah awal untuk mewujudkan impiannya menjadi pemain voli putri nasional.</p><p>“Saya sangat bersyukur bisa dilirik tim besar. Ini jadi motivasi untuk terus berlatih lebih keras dan membuktikan bahwa saya mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Veren.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1777603252_cde3678873b906067f9c.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Tak hanya mengandalkan bakat, putri semata wayang dari pasangan Giovani Paulino Kadju<br>dan Maria Petrasia Mukujawa ini juga dikenal disiplin dalam menjalani latihan.</p><p>Dukungan dari pelatih, keluarga, serta lingkungan sekolah turut menjadi faktor penting dalam perjalanan kariernya sejauh ini.</p><p>Sementara itu, pelatih Veren, Baldus Daga menilai bahwa anak didiknya tersebut memiliki prospek cerah jika terus diasah dengan baik. Ia berharap kesempatan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk membuka jalan menuju jenjang yang lebih tinggi.</p><p>“Veren punya potensi besar. Tinggal bagaimana dia menjaga konsistensi dan terus belajar. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali,” ungkap sang pelatih.</p><p>Kehadiran Veren sebagai atlet muda berbakat juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Ngada. Diharapkan, kiprahnya dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk berprestasi di bidang olahraga, khususnya voli</p><p>Dengan tekad kuat dan peluang yang mulai terbuka, Veren kini semakin dekat dengan cita-citanya yakni mengenakan seragam tim nasional dan mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/dilirik-tim-karisma-premium-bandung-veren-bertekad-jadi-pemain-voli-putri-nasional_7f0xbmp4X3.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Pemda Ngada Komitmen Memperkuat Penyelanggaraan Konservasi Berkelanjutan Terhadap Aset Ekologis</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/pemda&#45;ngada&#45;komitmen&#45;memperkuat&#45;penyelanggaraan&#45;konservasi&#45;berkelanjutan&#45;terhadap&#45;aset&#45;ekologis&#45;tKtbwXb111/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/pemda&#45;ngada&#45;komitmen&#45;memperkuat&#45;penyelanggaraan&#45;konservasi&#45;berkelanjutan&#45;terhadap&#45;aset&#45;ekologis&#45;tKtbwXb111/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 01 May 2026 08:14:02 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Pasca dibentukya Forum Konservasi Mbou (Komodo) dan Spesies Penting Lainnya di dalam dan di luar Kawasan Hutan sesuai Keputusan Bupati Ngada Nomor: 359/KEP/HK/2025 tanggal 10 Juli 2025, Pemda Ngada berkomitmen memperkuat penyelenggaraan konservasi berkelanjutan terhadap aset ekologis yang ada diwilayah Kabupaten Ngada.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Pasca dibentukya Forum Konservasi Mbou (Komodo) dan Spesies Penting Lainnya di dalam dan di luar Kawasan Hutan sesuai Keputusan Bupati Ngada Nomor: 359/KEP/HK/2025 tanggal 10 Juli 2025, Pemda Ngada berkomitmen memperkuat penyelenggaraan konservasi berkelanjutan terhadap aset ekologis yang ada diwilayah Kabupaten Ngada.</p><p>Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu “BDN” dalam sambutannya ketika membuka Rapat Koordinasi tahap 2 Forum Konservasi Mbou (Komodo) dan Spesies Penting Lainnya di dalam dan di luar Kawasan Hutan, Kamis (30/4/26) menegaskan pentingnya semangat kemitraan demi mewujudkan keseimbangan antara konservasi keanekaragaman hayati, keberlanjutan sumber daya alam dan pembangunan ekonomi lokal yang berkeadilan bagi kesejahteraan masyarakat di Flores.</p><p>BDN menjelaskan, Kabupaten Ngada merupakan salah satu wilayah di kawasan pulau Flores yang menyimpan nilai konservasi global khususnya terhadap keberadaan Komodo Dragon sebagai spesies flagship, spesies endemik lain, terumbu karang, mangrove dan sumber daya laut sebagai potensi ekologis yang patut mendapat perhatian serius oleh seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah, masyarakat beserta unsur-unsur terkait lainnya.</p><p>Secara faktual kawasan potensi ekologis ini lanjut BDN, selain bernilai konservasi, sekaligus menjadi ruang hidup ribuan masyarakat yang menggantungkan diri pada perikanan, pariwisata, dan pertanian.&nbsp;<br><br>Tekanan ekologis seperti degradasi habitat, penangkapan ikan berlebih/destruktif, limbah pariwisata, perubahan iklim ditambah dengan kelemahan tata kelola lintas sektor dan keterbatasan alternatif ekonomi, dapat memberikan dampak buruk terhadap keberadaan ekosistem yang ada di kawasan tersebut, serta menyulitkan upaya konservasi yang berkelanjutan, tandasnya.</p><p>Pemkab Ngada kata BDN, sangat menyadari akan kemanfaatan potensi ekologis terutama Komodo Dragon sebagai spesies flagship yang dalam budaya lokal disebut MBOU. Keberadaannya lanjut dia, telah memberikan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata.</p><p>Namun disisi lain, pemanfaatan terhadap potensi ekologi bagi kepentingan kultural-sosial-ekonomi, secara bertahap dapat memberikan dampak buruk bagi keberlangsungan ekosistem potensi ekologis itu sendiri.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Sebuah Keharusan</strong></p><p>Lebih lanjut BDN mengatakan, Pemkab Ngada menyadari sepenuhnya bahwa konservasi berkelanjutan terhadap berbagai potensi ekologis adalah sebuah kaharusan, sehingga melalui berbagai forum terus memberikan atensi bagi keberlangsungan ekologis dikarenakan keunikan hayati berupa spesies Mbou beserta spesies endemik lain merupakan aset berharga bagi Kabupaten Ngada khususnya dan Flores umumnya.</p><p>Visi Kabupaten Ngada, Terwujudnya Ngada yang Unggul, Mandiri dan Berbudaya, Berbasis Pengelolaan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan mencerminkan bentuk komitmen Pemda Ngada untuk melaksanakan pembangunan secara berkualitas serta bersinergi dengan masyarakat dan lembaga terkait dalam hal memastikan koordinasi, legitimasi, dan keberlanjutan intevensi, salah satunya terkait keberlangsungan ekologis, pungkasnya.</p><p>Melalui Misi pertama yakni lanjut BDN, mendorong percepatan peningkatan daya saing ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor pertanian, agroindustri, koperasi dan pariwisata berbasis pedesaan yang inklusif dan berwawasan lingkungan, Pemda Ngada mau menegaskan bahwa percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah senantiasa berbasis inklusif dan berkelanjutan, tegas dia.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Memastikan Keberlanjutan Melalui Tindakan Nyata</strong></p><p>BDN menambahkan, isu vocal point dalam setiap tindakan pembangunan yang dieselenggarakan oleh Pemda Ngada termasuk didalamnya adalah memastikan keberlanjutan potensi ekologis melalui tindakan nyata berupa penetapan regulasi dan penegakan hukum, pembangunan infrastruktur lingkungan, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, mendorong inovasi dan ekonomi berkelanjutan serta pembentukan kawasan konservasi.</p><p>Tindakan ini diambil sebagai langkah intervensi dalam menyikapi kondisi eksisting dimana;<br>Pertama, ketergantungan masyarakat pada sumber daya alam yakni sebagian besar pesisir dan pulau kecil menggantungkan penghidupan pada perikanan, pariwisata lokal, dan pertanian subsisten yang membuat mereka rentan terhadap perubahan ekologi dan kebijakan yang tidak partisipatif.</p><p>Kedua, struktur sosial adat dimana hak dan aturan adat memainkan peran penting dalam pengelolaan sumber daya lokal. Pengakuan dan keterlibatan masyarakat adat adalah aspek kunci untuk legitimasi intervensi.</p><p>Ketiga, kesenjangan ekonomi dan alternatif penghidupan yakni keterbatasan alternatif pendapatan mendorong praktik yang memberi tekana pada sumber daya sehingga program livelihood berupa aktivitas ekonomi berbasis karakteristik sosial budaya yang relevan dan inklusif perlu diinetgrasikan dengan kegiatan konservasi.</p><p>“Pemerintah Kabupaten Ngada memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang sudah terlibat sejak awal forum ini terbentuk. Saya berharap rapat ini bisa menghasilkan pemahaman, kerja sama dan kesepakatan bersama sebagai tindak lanjut dari rapat sebelumnya,” tutup BDN. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir052026/pemda-ngada-komitmen-memperkuat-penyelanggaraan-konservasi-berkelanjutan-terhadap-aset-ekologis_292VkQPjj2.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Belasan SMK di Ngada Bakal Meriahkan Gebyar SMK, FLS3N dan O2SN</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/belasan&#45;smk&#45;di&#45;ngada&#45;bakal&#45;meriahkan&#45;gebyar&#45;smk&#45;fls3n&#45;dan&#45;o2sn&#45;8Ck3PrhABA/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/belasan&#45;smk&#45;di&#45;ngada&#45;bakal&#45;meriahkan&#45;gebyar&#45;smk&#45;fls3n&#45;dan&#45;o2sn&#45;8Ck3PrhABA/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 29 Apr 2026 11:01:47 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada.NTT.WahanaNews.co| Sebanyak 14 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Ngada dipastikan akan ambil bagian dalam kegiatan Gebyar SMK yang dirangkaikan dengan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada.NTT.WahanaNews.co| </strong>Sebanyak 14 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Ngada dipastikan akan ambil bagian dalam kegiatan Gebyar SMK yang dirangkaikan dengan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) serta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).</p><p>Kegiatan yang akan berlangsung sejak 29 April hingga 02 Mei 2026 ini diprediksi berlangsung meriah dengan keterlibatan ratusan siswa dari berbagai sekolah yang siap menampilkan bakat dan kemampuan terbaik mereka.</p><p>Ajang ini menjadi momentum penting bagi pelajar SMK untuk menunjukkan prestasi tidak hanya di bidang vokasi, tetapi juga seni dan olahraga.</p><p>Dalam rangkaian kegiatan, FLS3N akan menghadirkan berbagai lomba seni seperti tari tradisional, musik, cipta puisi, dan kesenian lainnya.</p><p>Sementara itu, O2SN akan mempertandingkan cabang sepak bola dan juga voli putra dan putri yang menuntut kekuatan fisik sekaligus sportivitas.</p><p>Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa keikutsertaan 14 SMK ini menunjukkan tingginya antusiasme sekolah dalam mendukung pengembangan minat dan bakat siswa.</p><p>“Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan kreativitas siswa. Kami ingin melahirkan generasi muda yang tidak hanya terampil, tetapi juga berprestasi dan berkarakter,” ujar panitia.</p><p>Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antar pelajar serta memperkuat semangat sportivitas dan solidaritas.</p><p>Para pemenang nantinya akan mewakili Kabupaten Ngada ke tingkat yang lebih tinggi. Diharapkan, melalui Gebyar SMK yang melibatkan 14 sekolah ini, akan lahir talenta-talenta muda yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi hingga nasional. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir042026/belasan-smk-di-ngada-bakal-meriahkan-gebyar-smk-fls3n-dan-o2sn_u59w2Tp6nj.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Lima Kandidat Ketua DPC PKB Ngada Siap Lakukan UKK</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/lima&#45;kandidat&#45;ketua&#45;dpc&#45;pkb&#45;ngada&#45;siap&#45;lakukan&#45;ukk&#45;ejauhIdc80/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/lima&#45;kandidat&#45;ketua&#45;dpc&#45;pkb&#45;ngada&#45;siap&#45;lakukan&#45;ukk&#45;ejauhIdc80/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 28 Apr 2026 16:43:41 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada.NTT.WahanaNews.co| Lima kandidat Ketua DPC PKB Kabupaten Ngada bakal mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatuhan (UKK) yang diselenggarakan oleh DPW PKB NTT.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada.NTT.WahanaNews.co| </strong>Lima kandidat Ketua DPC PKB Kabupaten Ngada bakal mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatuhan (UKK) yang diselenggarakan oleh DPW PKB NTT.</p><p>Hal ini disampaikan melalui Petikan Surat Tim Koordinator DPP PKB yang diterima media ini, Selasa (28/4/26).</p><p>Surat yang ditujukan kepada DPC PKB Kabupaten Ngada itu menyebutkan nama-nama Calon Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Kabupaten Ngada yang berhak mengikuti UKK.</p><p>Kelima calon tersebut yakni, Bernadinus Dhey Ngebu; Yosef Filius David Jawa; Richardus Bhara; Fromensius Loko Kisa; dan Angela Merci Piwung.</p><p>Dalam surat tersebut juga diperintahkan kepada DPC PKB Kabupaten Ngada untuk menginformasikan kepada masyarakat sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.</p><p>Informasi yang diterima, dalam tahapan ini para kandidat diuji terkait kemampuan kepemimpinan, karakter, serta kesiapan memimpin organisasi partai di tingkat kabupaten.<br>Tahapan seleksi selanjutnya akan berlanjut ke UKK tahap kedua yang dijadwalkan digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB di Jakarta sebelum penetapan Ketua DPC PKB Ngada. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir042026/lima-kandidat-ketua-dpc-pkb-ngada-siap-lakukan-ukk_8M5s7ydxlf.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Anggota DPRD Ngada Desak Pemerintah Segera Operasikan RSP Riung</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/anggota&#45;dprd&#45;ngada&#45;desak&#45;pemerintah&#45;segera&#45;operasikan&#45;rsp&#45;riung&#45;8bK5719c9H/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/anggota&#45;dprd&#45;ngada&#45;desak&#45;pemerintah&#45;segera&#45;operasikan&#45;rsp&#45;riung&#45;8bK5719c9H/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 24 Apr 2026 14:28:11 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Anggota DPRD Ngada, Wilfridus Muga mendesak pemerintah daerah untuk segera mengoperasikan Rumah Sakit Pratama (RSP) Riung yang hingga kini belum difungsikan secara optimal.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Anggota DPRD Ngada, Wilfridus Muga mendesak pemerintah daerah untuk segera mengoperasikan Rumah Sakit Pratama (RSP) Riung yang hingga kini belum difungsikan secara optimal.</p><p>Desakan ini muncul karena keberadaan fasilitas kesehatan tersebut dinilai sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya untuk meningkatkan akses layanan kesehatan dasar di wilayah kecamatan Riung.</p><p>Dalam keterangannya kepada media, Politisi PDIP ini menilai bahwa pembangunan fisik rumah sakit yang telah rampung harus segera diikuti dengan kesiapan operasional, baik dari sisi tenaga medis, kelengkapan alat kesehatan, maupun manajemen pelayanan.</p><p>“Jangan sampai bangunan sudah berdiri megah, tetapi belum bisa dimanfaatkan masyarakat. Ini menyangkut kebutuhan dasar warga, terutama pelayanan kesehatan yang cepat dan terjangkau,” tegasnya, Jumat (24/2/26).</p><p>Meski saat ini sudah ada sejumlah Nakes dan Staff yang ditugaskan di RSP Riung, namun keberadaan mereka belum bisa dioptimalkan oleh karena masih terdapat beberapa sarana dan prasarana yang belum terpenuhi, padahal sudah diresmikan.</p><p>Ketua Komisi 3 DPRD Ngada ini meminta pemerintah daerah untuk memastikan agar rumah sakit pratama dapat segera beroperasi mulai 27 April 2026 mendatang tanpa hambatan sesuai penyampaian kepada DPRD Ngada.</p><p>Namun, jika belum bisa beroperasi seluruhnya lanjut dia, sejumlah Poli yang sudah bisa beroperasi hendaknya segera dijalankan.</p><p>Masyarakat di sekitar lokasi Rumah Sakit Pratama pun berharap fasilitas tersebut segera dibuka.</p><p>“Selama ini, mereka masih harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan,” ketus Fridus Muga.</p><p>Ketua DPC PDIP Ngada ini menegaskan akan terus mengawal proses ini agar rumah sakit tersebut bisa segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p><p>“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi soal keselamatan dan kualitas hidup masyarakat. Harus menjadi prioritas,” tutupnya. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir042026/anggota-dprd-ngada-desak-pemerintah-segera-operasikan-rsp-riung_B2Q4mz3ai5.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>DPRD Gelar Paripurna LKPJ 2025, Bupati Ngada Komitmen Serius Tindak Lanjut Rekomendasi Pansus</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/dprd&#45;gelar&#45;paripurna&#45;lkpj&#45;2025&#45;bupati&#45;ngada&#45;komitmen&#45;serius&#45;tindak&#45;lanjut&#45;rekomendasi&#45;pansus&#45;gjGp5pnhcm/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/dprd&#45;gelar&#45;paripurna&#45;lkpj&#45;2025&#45;bupati&#45;ngada&#45;komitmen&#45;serius&#45;tindak&#45;lanjut&#45;rekomendasi&#45;pansus&#45;gjGp5pnhcm/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 20 Apr 2026 17:02:26 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Bupati Ngada, Raymundus Bena berkomitmen untuk menindaklanjuti sejumlah rekomendasi DPRD melalui Pansus LKPJ tahun 2025.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Bupati Ngada, Raymundus Bena berkomitmen untuk menindaklanjuti sejumlah rekomendasi DPRD melalui Pansus LKPJ tahun 2025.</p><p>Komitmen ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD atas LKPJ Bupati Ngada tahun anggaran 2025 pada masa persidangan II &nbsp;DPRD Kabupaten Ngada.</p><p>“Berkenaan dengan rekomendasi DPRD atas LKPJ tahun anggaran 2025, kami menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Ngada untuk menindaklanjutinya secara serius dan terukur,” ungkap Raymundus Bena, Senin (20/4/26) di Bajawa.</p><p>Langkah yang akan dilakukan antara lain sebut Ray Bena, meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja; memperkuat pengawasan internal serta akuntabilitas pelaksanaan program; mengoptimalkan pemanfaatan anggaran agar lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat; serta meningkatkan koordinasi antar perangkat daerah guna memastikan sinergi pembangunan, papar Bupati Ngada.</p><p>Politisi Gerindra ini memastikan bahwa rekomendasi tersebut akan diintegrasikan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan pada tahun anggaran berikutnya sebagai bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan.</p><p>“Pendapat akhir ini juga menandai diterimanya LKPJ tahun anggaran 2025 dengan berbagai catatan dan rekomendasi dari DPRD. Hal ini merupakan bagian dari check and balances yang sehat dalam sistem pemerintahan daerah,” ketus Ketua DPC Gerindra Kabupaten Ngada ini.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1776679781_880933b6c53ec6dff8da.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Raymundus Bena menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Ngada berkomitmen untuk terus menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.</p><p>LKPJ ini kata dia, tidak hanya sebagai kewajiban konstitusional, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat Kabupaten Ngada.</p><p>Menanggapi pandangan umum fraksi-fraksi di DPRD, Ray Bena menyampaikan bahwa, secara umum kinerja makro pembangunani daerah tahun 2025 menunjukkan capaian yang positif, meskipun terdapat beberapa indikator yang perlu ditingkatkan.</p><p>“Pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah, menekan angka kemiskinan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya.</p><p>Namun demikian lanjut Ray Bena, pihaknya menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan program dan kegiatan baik dari aspek perencanaan, penganggaran, maupun implementasi di lapangan,” ujarnya.</p><p>Oleh karena itu tutur Ray Bena, seluruh masukan DPRD akan menjadi bahan evaluasi strategis dalam penyempurnaan kebijakan kedepan, tegas dia.</p><p>“Kami mengharapkan dukungan dan kerjasama yang berkelanjutan dari DPRD serta seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ngada,” tandas Ray Bena. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir042026/dprd-gelar-paripurna-lkpj-2025-bupati-ngada-komitmen-serius-tindak-lanjut-rekomendasi-pansus_aunvwarm6M.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Lonjakan NIB Investor, Pemda Ngada Sukses Dongkrak Nilai Investasi 2025</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/lonjakan&#45;nib&#45;investor&#45;pemda&#45;ngada&#45;sukses&#45;dongkrak&#45;nilai&#45;investasi&#45;2025&#45;rE4T70JnfS/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/lonjakan&#45;nib&#45;investor&#45;pemda&#45;ngada&#45;sukses&#45;dongkrak&#45;nilai&#45;investasi&#45;2025&#45;rE4T70JnfS/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 16 Apr 2026 08:35:56 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Pemda Ngada dibawah kepemimpinan RB&#45;BDN (Raymundus Bena&#45;Bernadinus Dhey Ngebu) sukses mendongkrak Nilai Investasi di tahun 2025 sebesar Rp 227.713.493.449. Dongkrakan ini bersumber dari lonjakan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dari para investor.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Pemda Ngada dibawah kepemimpinan RB-BDN (Raymundus Bena-Bernadinus Dhey Ngebu) sukses mendongkrak Nilai Investasi di tahun 2025 sebesar Rp 227.713.493.449. Dongkrakan ini bersumber dari lonjakan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dari para investor.</p><p>Kepada sejumlah media, Rabu (15/4/26), Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu memaparkan capaian tersebut diperoleh dari Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) berdasarkan NIB yang diterbitkan pada tahun 2025.</p><p>BDN merincikan, Data Usaha Mikro tahun 2025 jumlah KBLI sebanyak 2.544 dengan nilai rencana investasi sebesar Rp 49.788.707.766; Data Usaha Kecil tahun 2025 jumlah KBLI sebanyak 263 dengan rencana nilai investasi sebesar Rp 32.929.181.001; dan Data Usaha Besar tahun 2025 jumlah KBLI sebanyak 9 dengan nilai rencana investasi sebesar Rp 144.995.604.682.</p><p>Lebih lanjut tutur BDN, di bidang Sumber Daya Manusia Pemda Ngada juga telah melakukan MoU dan bahkan ada yang telah menandatangani PKS dengan sejumlah Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia.</p><p>Dia merincikan, Institut Teknologi Bisnis STIKOM Bali dalam urusan kuliah kerja di Jepang; Institut Teknologi dan Sains Mandala Jember dalam urusan beasiswa mahasiswa; Universitas Kristen Indonesia (UKI) dalam urusan Tri Darma dan beasiswa; Universitas Budi Luhur dalam urusan Beasiswa; Universitas Citra Bangsa Kupang dalam urusan peningkatan kompetensi Nakes; ITSK Soepraun Malang dalam urusan beasiswa kedokteran gigi RPL.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Pemda Ngada Gelar Temu Usaha Jilid II</strong></p><p>Sebelumnya diberitakan, Pemda Ngada menggelar kegiatan Temu Usaha Jilid II bersama para Investor dan pelaku usaha.</p><p>Kegiatan ini merupakan langkah strategis Pemda Ngada membuka ruang kolaborasi pertumbuhan ekonomi.</p><p>Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini diikuti sebanyak 23 pelaku usaha baik yang bergerak dalam bidang ekonomi maupun pendidikan.</p><p>Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu pada pertemuan tersebut memperkenalkan sejumlah investor dan pelaku usaha yang akan berinvestasi di Kabupaten Ngada termasuk dihadiri oleh pejabat dari Kementerian Desa yakni Gilar Cahya Nirmaya. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir042026/lonjakan-nib-investor-pemda-ngada-sukses-dongkrak-nilai-investasi-2025_23BKkaOoyr.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Dianggap Rendahkan Martabat Partai, DPD Nasdem Ngada Tuntut Majalah Tempo Minta Maaf</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/dianggap&#45;rendahkan&#45;martabat&#45;partai&#45;dpd&#45;nasdem&#45;ngada&#45;tuntut&#45;majalah&#45;tempo&#45;minta&#45;maaf&#45;4GxaeMdYi7/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/dianggap&#45;rendahkan&#45;martabat&#45;partai&#45;dpd&#45;nasdem&#45;ngada&#45;tuntut&#45;majalah&#45;tempo&#45;minta&#45;maaf&#45;4GxaeMdYi7/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 15 Apr 2026 11:29:01 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Kabupaten Ngada menuntut Majalah Tempo untuk meminta maaf lantaran telah merendahkan martabat partai.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Kabupaten Ngada menuntut Majalah Tempo untuk meminta maaf lantaran telah merendahkan martabat partai.</p><p>DPD Nasdem Ngada menilai majalah tempo telah memframing partai pimpinan Surya Paloh ini sebagai partai komersial melalui judul cover “PT Nasdem Indonesia Raya TBK”</p><p>“Mencermati laporan utama majalah Tempo edisi 13-19 April 2026, baik judul dan halaman depan serta isi dan laporan utama, kami berpendapat bahwa majalah Tempo telah memframing partai Nasdem sebagai partai komersial melalui judul cover “ PT Nasdem Indonesia Raya TBK”, ungkap Sekretaris DPD Nasdem Ngada, Ambrosius Molo didampingi Ketua dan jajaran pengurus disaksikan puluhan kader, Rabu (15/4/26) di Bajawa.</p><p>Menurut DPD Nasdem Ngada, judul cover tersebut bertentangan dengan Ideologi Partai Nasdem yang menganut prinsip Nasionalisme, Demokratisasi, dan Religiusitas.</p><p>Nasdem Ngada juga menilai bahwa Majalah Tempo telah membentuk opini bahwa Partai Nasdem telah dipertukarkan dengan kepentingan pragmatis.</p><p>Dengan demikian Partai Nasdem Kabupaten Ngada menyatakan sikap bahwa tulisan mem-framing dan pembentukan opini merupakan cara sistematis merendahkan martabat Pimpinan dan Institusi Partai Nasdem, ketus Ambrosius.</p><p>DPD Nasdem Ngada menuntut agar Majalah Tempo menyatakan permohonan maaf secara tertulis kepada Pimpinan dan Partai Nasdem dalam edisi Majalah Tempo berikutnya dan secara berturut-turut selama sebulan.</p><p>Nasdem Ngada bahkan menyampaikan jika tuntutan ini tidak dilakukan, maka kader partai Nasdem Kabupaten Ngada bersama kader Partai Nasdem se-NTT akan mendatangi Kantor Majalah Tempo.</p><p>Lebih lanjut, DPD Nasdem Ngada meminta agar Majalah Tempo tidak mengulangi framing negatif serupa di kemudian hari.</p><p>Sementara itu, Ketua DPD II Partai Nasdem Kabupaten Ngada, Moses Jala Watu menekankan kepada seluruh kader bahwa pertemuan ini merupakan bentuk aksi damai.<br>"Aksi damai ini kita lakukan karena adanya isu-isu dan persoalan yang kita dengar, kita bacakan yang berhubungan dengan partai NasDem di pusat" ujarnya.</p><p>Oleh karena itu lanjut dia, pernyataan sikap ini sebagai bagian dari menyampaikan tuntutan kepada teman-teman media cetak nasional.<br>Dia pun berharap kedepan dalam memberikan pemberitaan agar lebih selektif dan memperhatikan hal-hal konkrit yang terjadi dilapangan" tandasnya. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir042026/dianggap-rendahkan-martabat-partai-dpd-nasdem-ngada-tuntut-majalah-tempo-minta-maaf_xNiEfnYazj.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Hadiri Temu Usaha Jilid 2, Dewi Cokorda Bidik Investasi 8 Komoditas Unggulan Ngada</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/hadiri&#45;temu&#45;usaha&#45;jilid&#45;2&#45;dewi&#45;cokorda&#45;bidik&#45;investasi&#45;8&#45;komoditas&#45;unggulan&#45;ngada&#45;61FnSFvr1O/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/hadiri&#45;temu&#45;usaha&#45;jilid&#45;2&#45;dewi&#45;cokorda&#45;bidik&#45;investasi&#45;8&#45;komoditas&#45;unggulan&#45;ngada&#45;61FnSFvr1O/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 15 Apr 2026 07:48:44 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Senior Advisor United In Diversity&amp;nbsp;Founder Anindhaloka, Dewi Cokorda Istri Dewi membidik peluang investasi di Kabupaten Ngada.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Senior Advisor United In Diversity&nbsp;<br>Founder Anindhaloka, Dewi Cokorda Istri Dewi membidik peluang investasi di Kabupaten Ngada.</p><p>Wanita kelahiran Denpasar Bali ini menilai bahwa Kabupaten Ngada memiliki 8 Komoditas unggulan yang bisa menjadi peluang investasi, yakni, vanila, kakao, kopi, kelapa, pala, cengkeh, kemiri dan jambu mete.</p><p>Kepada WahanaNews.NTT, Selasa (14/4/26), mantan Staf Khusus Kementerian Perdagangan Era Menteri Mari Elka Pangesta ini mengatakan, komoditas unggulan yang disebutkan diatas bahkan bisa dikembangkan di pasar premium.</p><p>Untuk itu lanjut Dewi, kegiatan temu usaha yang dilakukan merupakan kegiatan yang sangat baik karena mempertemukan para investor yang tidak hanya berfokus pada aspek bisnis tapi juga pada aspek sosial, lingkungan, pendidikan, maupun kesehatan.</p><p>Menurutnya, Ini adalah langkah awal yang baik untuk membangun transparansi dan rasa saling percaya untuk bisa bekerja bergotong royong membangun Ngada agar menjadi lebih sejahtera, lebih bahagia, dan lebih lestari, tandas dia.</p><p>Namun demikian Dew berharap agar kegitan yang dinilianya sangat penting ini bisa ditindaklanjuti dengan aksi konkret agar bisa memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat di Kabupaten Ngada.</p><p>‘Ada pertanyaan besar di kepala saya, mengapa tempat yang sangat berpotensi untuk dikembangkan tetapi belum bisa dioptimalkan. Ingin belajar dan berproses bersama mengembangkan potensi Ngada.,” ungkap dia saat ditanya alasannya membidik Ngada.</p><p>“Saya melihat ada 8 komoditas yang berpotensi menjadi unggulan: vanila, kakao, kopi, kelapa, pala, cengkeh, kemiri, jambu mete untuk bisa dikembangkan untuk pasar di luar ngada atau pasar premium,” tutur Dewi menambahkan.</p><p>Pada akhirnya ia pun berharap semoga kegiatan temu usaha jilid 2 ini, terbentuk rasa saling percaya yang menjadi dasar kerja-kerja gotong royong yang mungkin tidak mudah tapi bukan berarti tidak mungkin, ketus Dewi tutup.<strong> [frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir042026/hadiri-temu-usaha-jilid-2-dewi-cokorda-bidik-investasi-8-komoditas-unggulan-ngada_e0JxyqoZNt.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Romi Juji Sebut Potensi dan Kekayaan di Ngada Butuh Sentuhan Investasi</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/romi&#45;juji&#45;sebut&#45;potensi&#45;dan&#45;kekayaan&#45;di&#45;ngada&#45;butuh&#45;sentuhan&#45;investasi&#45;b27ut9p9d4/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/romi&#45;juji&#45;sebut&#45;potensi&#45;dan&#45;kekayaan&#45;di&#45;ngada&#45;butuh&#45;sentuhan&#45;investasi&#45;b27ut9p9d4/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 14 Apr 2026 16:14:07 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji mengungkapkan bahwa Kabupaten Ngada memiliki potensi yang sangat besar di berbagai sektor seperti, pertanian dan perkebunan; pariwisata berbasis budaya alam; peternakan; sumber daya alam lokal yang bernilai ekonomi tinggi serta kompetensi sumber daya manusia.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Ketua DPRD Ngada, Romilus Juji mengungkapkan bahwa Kabupaten Ngada memiliki potensi yang sangat besar di berbagai sektor seperti, pertanian dan perkebunan; pariwisata berbasis budaya alam; peternakan; sumber daya alam lokal yang bernilai ekonomi tinggi serta kompetensi sumber daya manusia.</p><p>Potensi-potensi ini tentu membutuhkan sentuhan investasi yang tepat agar dapat dikembangkan secara optimal dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.</p><p>Hal ini disampaikan Romi Juji sapaan akrabnya ketika memberikan sambutan dalam acara Temu Usaha Jilid II antara Pemerintah Kabupaten Ngada dan para investor serta para pelaku usaha, Senin (13/4/26) di Bajawa.</p><p>Politisi Partai Golkar ini menekankan kepastian hukum, kemudahan perizinan, infrastruktur, serta stabilitas sosial dalam berinvestasi.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1776158421_7c6d7c6ef8fbaf0fa77f.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>“Kami memahami bahwa dalam berinvestasi, ada beberapa hal utama yang menjadi perhatian, antara lain kepastian hukum, kemudahan perizinan, infrastruktur, serta stabilitas sosial,” tukasnya.</p><p>Untuk itu lanjut Sekretaris DPD Golkar Ngada ini, DPRD Kabupaten Ngada berkomitmen untuk mendukung regulasi yang pro-investasi namun tetap berpihak pada kepentingan masyarakat, mengawal kebijakan pemerintah daerah agar menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses investasi.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1776158468_11866ee604ca9fd7c2e1.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Selaku pimpinan DPRD, Romi ingin memastikan bahwa setiap investasi yang masuk ke Kabupaten Ngada tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga berdampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, penyerapan tenaga kerja lokal, serta pelestarian lingkungan dan budaya.</p><p>Lebih lanjut dia berharap agar melalui forum temu usaha ini terjalin komunikasi yang terbuka dan konstruktif antara pemerintah daerah dan para investor, sembari mengingatkan untuk jangan ragu melihat potensi yang ada, berdiskusi dengan para pemangku kepentingan, serta menjajaki peluang kerjasama yang saling menguntungkan.</p><p>“Kami percaya dengan sinergi yang baik, Kabupaten Ngada dapat menjadi daerah tujuan investasi yang menjanjikan di kawasan Flores dan Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir042026/romi-juji-sebut-potensi-dan-kekayaan-di-ngada-butuh-sentuhan-investasi_uQztCL8Wda.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Target Launching Agustus, Kodim 1625/Ngada Pacu Percepatan KMP</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/target&#45;launching&#45;agustus&#45;kodim&#45;1625ngada&#45;pacu&#45;percepatan&#45;kmp&#45;VLrbK9DVE5/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/target&#45;launching&#45;agustus&#45;kodim&#45;1625ngada&#45;pacu&#45;percepatan&#45;kmp&#45;VLrbK9DVE5/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 27 Mar 2026 13:41:40 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada.NTT.WahanaNews.co| Kodim 1625/Ngada terus memacu percepatan pembangunan Program Koperasi Merah Putih (KMP) yang tersebar di wilayah kabupaten Ngada dan Nagekeo.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada.NTT.WahanaNews.co| </strong>Kodim 1625/Ngada terus memacu percepatan pembangunan Program Koperasi Merah Putih (KMP) yang tersebar di wilayah kabupaten Ngada dan Nagekeo.</p><p>Kepada sejumlah media, Kamis (26/3/26), Dandim 1625/Ngada, Letkol. Inf. Imam Subekti, S.E.,M.I.P menegaskan bahwa percepatan pembangunan tersebut dilakukan demi mengejar target launching di bulan Agustus mendatang.</p><p>“Terdapat 42 titik diwilayah Kabupaten Ngada dan Nagekeo. Untuk sementara kita terus pacu, target kita untuk launching nanti pada bulan Agustus" ungkap Dandim yang juga bertindak selaku aktor pendamping, pengawas dan fasilitator KMP.</p><p>Untuk 2 wilayah Kabupaten yakni Ngada dan Nagekeo kata Imam Subekti, pihaknya menargetkan sebanyak 319 KMP, dengan rincian Ngada, 206 dan Nagekeo 113.</p><p>Dandim bilang, saat ini pihaknya tengah berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah dan Forkopimda lainnya.</p><p>Informasi yang diterima dari Bupati Ngada bahwa lanjut dia, sedang dibahas, apabila masyarakat atau desa tidak mempunyai lahan, maka dapat menggunakan lahan milik Pemda, ataupun milik BUMN serta instansi lainnya.</p><p>"Sedangkan untuk sementara yang sudah kami survey, hanya ada dua jenis saja, yakni lahan milik desa dan milik pemda, atau masih dalam satu payung kepemilikan”, ungkap Imam Subekti.</p><p>Diketahui, sesuai ketentuan, penyedia lahan atau lokasi adalah pemerintah daerah.</p><p>“Kami sebagai TNI bertugas membangun secara fisik, pelaksana di lapangan adalah kami. Ada lahan kita bangunkan, dengan target waktu pembangunan 90 hari dari start sampai finishing. Namun karena cuaca, terkadang molor sedikit dari target 90 hari. Ya karena faktor cuaca”, tukas Dandim.</p><p>Meski demikian, Dandim mengaku masih terdapat sejumlah tantangan yang ditemukan selain cuaca.</p><p>Ia menyebutkan, terkait tenaga ahli ataupun tukang yang memiliki skill fabrikasi, yang harus didatangkan dari luar daerah, sebab di daerah jumlahnya masih terbatas, sedangkan per titik membutuhkan tim fabrikasi kisaran 10 - 15 orang.</p><p>Berikutnya soal material tutur Dandim, masih didatangkan dari luar wilayah, terutama yang fabrikasi besi.</p><p>Selanjutnya, mobilisasi barang, juga soal pematangan lahan yang membutuhkan waktu untuk potong dan timbun karena tidak semua medannya rata, tutup Dandim 1625/Ngada. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/target-launching-agustus-kodim-1625ngada-pacu-percepatan-kmp_Gffs5a4Bys.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Serap Aspirasi Konstituen, Paulus Lobo Reses di Nagekeo, Dorong Pemberdayaan Ekonomi</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/serap&#45;aspirasi&#45;konstituen&#45;paulus&#45;lobo&#45;reses&#45;dj&#45;nagekeo&#45;dorong&#45;pemberdayaan&#45;ekonomi&#45;i1Wa9RNahP/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/serap&#45;aspirasi&#45;konstituen&#45;paulus&#45;lobo&#45;reses&#45;dj&#45;nagekeo&#45;dorong&#45;pemberdayaan&#45;ekonomi&#45;i1Wa9RNahP/0#komentar</comments>
                <pubDate>Wed, 18 Mar 2026 13:36:32 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Arthy]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nagekeo&#45;NTT.WahanaNews.co| Anggota DPRD NTT Paulus Lobo, politisi Partai Perindo, di hampir setiap titik reses pada masa sidang II thn 2025&#45;2026 ini, mendorong pemberdayaan ekonomi sebagai bentuk nyata keterlibatan Pemerintah dan DPRD Provinsi NTT bagi peningkatan ekonomi rakyat melalui sektor pertanian, perkebunan dan ketahanan pangan serta sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nagekeo-NTT.WahanaNews.co| </strong>Anggota DPRD NTT Paulus Lobo, politisi Partai Perindo, di hampir setiap titik reses pada masa sidang II thn 2025-2026 ini, mendorong pemberdayaan ekonomi sebagai bentuk nyata keterlibatan Pemerintah dan DPRD Provinsi NTT bagi peningkatan ekonomi rakyat melalui sektor pertanian, perkebunan dan ketahanan pangan serta sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).</p><p>Menurutnya, sektor-sektor tersebut merupakan pilar utama yang menjadi kekuatan bagi ekonomi kerakyatan, terkhusus bagi penguatan ekonomi masyarakat desa.</p><p>Reses anggota komisi 2 DPRD Provinsi NTT ini terjadi di halaman gereja Paroki St.Yosep Raja, Kecamatan Boawae,Kabupaten Nagekeo.</p><p>Ini momentum berahmat dan bermartabat baginya untuk menyerap aspirasi masyarakat dari berbagai desa yang tergabung dalam entitas rohani gerejawi sebagai sebuah Paroki.</p><p>Penekanan khusus ini relevan dengan audiensi yang dijalin melalui penjaringan aspirasi masyarakat yang sebagian besar menyoroti secara kritis terhadap program Nasional Pemerintah Pusat diantaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Lurah Merah Putih serta Nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang terancam dirumahkan sebagai konsekwensi lanjut orientasi Pemerintah NTT yang berfokus pada kemandirian fiskal sebagai respon terhadap perintah UU No 1 tahun 2022 yang mewajibkan belanja pegawai berbatas maksimal 30% dari total APBD.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1773816093_605425f8235d3d85b600.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p><strong>Penilaian Masyarakat</strong></p><p>Masyarakat menilai program MBG yang menghabiskan uang rakyat ratusan triliun per tahun itu tidak tepat sasaran karena justru yang menikati makanan bergizi adalah para siswa yang sudah duduk di bangku SD, SMP dan SMA.</p><p>Program ini dinilai tidak strategis karena banyak anak sekolah di desa-desa yang sangat membutuhkan pelayanan makanan bergizi justru belum tersentuh.</p><p>Sebagian masyarakat desa justru tidak terlibat secara langsung sebagai penyedia bahan baku bagi kebutuhan dapur MBG tersebut. Bahkan, sebagian besar bahan makanan didatangkan dari luar daerah Flores.</p><p>Demikianpun terhadap program Koperasi Desa/Lurah Merah Putih. Para tokoh masyarakat menilai program ini berakibat langsun pada terhentinya pelayanan pembangunan di desa dan berdampak pada sepinya dunia perekonomian karena menurunnya pendapatan masyarakat dan semakin rendahnya daya beli masyarakat desa.</p><p>Hal ini diakibatkan oleh rendahnya penyerapan tenaga kerja di desa oleh terhentinya aktivitas pembangunan di desa yang sebelumnya dialami sangat maksimal oleh penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja desa (APBDes) yang memadai.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1773816158_0accc99f0fa05b53b19d.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p><strong>Proses Dialektika</strong></p><p>Reses yang berlangsung selama kurang lebih dua setengah jam ini dilaksanakan pada Selasa (17/3/26) di Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo yang dihadiri, Camat Boawae, Pastor Paroki Santo Yosef Raja, para tokoh masyarakat serta umat paroki Santo Yosef Raja.</p><p>Polce Lobo, sapaan akrab bagi anggota Fraksi gabungan Perindo-Hanura ini, menilai beberapa program nasional seperti Makanan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa/Lurah Merah Putih belum sepenuhnya dirasakan manfaat oleh masyarakat di daerah.</p><p>Ia bahkan menyebut implementasi program tersebut justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.</p><p>“Program-program ini seharusnya dirancang dengan pendekatan yang lebih kontekstual. Masyarakat di daerah butuh solusi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya. Selain mengatasi stunting, program yang menyerap ratusan triliun rupiah itu seharusnya dinikmati secara inklusif dan berkeadilan."</p><p>Selain menyoroti program nasional, masyarakat mengangkat juga persoalan serius terkait nasib sekitar 9.000 tenaga PPPK di lingkup Pemerintah Provinsi NTT yang terancam dirumahkan.</p><p>Menanggapi hal itu, Paulus Lobo meyakinkan bahwa DPRD Provinsi NTT akan senantiasa mendorong Gubernur dan Wakil Gubernur untuk bersama para Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota segera melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan DPR RI untuk meninjau kembali Undang-Undang No 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (UU HKPD) agar tidak diberlakukan sama pada semua Provinsi tetapi membedakannya sesuai kondisi daerah.</p><p>Menurutnya kebijakan tersebut bertujuan positif bagi kemandirian fikal daerah dan memaksimalkan belanja bagi pemenuhan kebutuhan pembangunan daerah namun serentak berpotensi menambah angka pengangguran dan memperburuk kondisi sosial ekonomi masyarakat.</p><p>“Karena itu Pemerintah Daerah perlu mencari skema alternatif untuk mengatasi persoalan tersebut, salah satunya melalui peningkatan target perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi sebesar 2,8 Triliun pada tahun 2026 ini,” tambah dia.</p><p>Peningkatan PAD kata Polce Lobo, menjadi salah satu solusi strategis agar pemerintah memiliki ruang fiskal yang cukup untuk meminimalisir terjadinya kehilangan pekerjaan bagi PPPK. Upaya ini sedang dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur yang tentunya didukung oleh DPRD Provinsi NTT, ujarnya.</p><p>Dia berharap adanya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat, khususnya di NTT, sehingga setiap kebijakan publik yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.</p><p>"Perintah Peraturan Perundang-Undangan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Negara Hukum harus disertai dengan Kebijakan Publik yang solutif,” sentil lulusan Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero ini. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/serap-aspirasi-konstituen-paulus-lobo-reses-dj-nagekeo-dorong-pemberdayaan-ekonomi_EBsM0hFCjt.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Patrianus Lali Wolo Serap Aspirasi Warga Ubedolumolo Satu, Soroti Pertanian hingga Akses Pendidikan</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/patrianus&#45;lali&#45;wolo&#45;serap&#45;aspirasi&#45;warga&#45;ubedolumolo&#45;satu&#45;soroti&#45;pertanian&#45;hingga&#45;akses&#45;pendidikan&#45;EuH6ptdOk4/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/patrianus&#45;lali&#45;wolo&#45;serap&#45;aspirasi&#45;warga&#45;ubedolumolo&#45;satu&#45;soroti&#45;pertanian&#45;hingga&#45;akses&#45;pendidikan&#45;EuH6ptdOk4/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 16 Mar 2026 21:01:12 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada.NTT.WahanaNews.co| Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Patrianus Lali Wolo, melaksanakan kegiatan reses di Desa Ubedolumolo Satu, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Sabtu (14/3/2026).]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada.NTT.WahanaNews.co| </strong>Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Patrianus Lali Wolo, melaksanakan kegiatan reses di Desa Ubedolumolo Satu, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Sabtu (14/3/2026).</p><p>Kegiatan tersebut merupakan bagian dari masa reses anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.</p><p>Dalam pertemuan yang berlangsung penuh dialog tersebut, masyarakat Desa Ubedolumolo Satu menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian dan peternakan, peningkatan akses pendidikan, serta pentingnya pendidikan politik bagi masyarakat.</p><p>Patrianus Lali Wolo yang merupakan wakil rakyat dari Daerah Pemilihan NTT V menyampaikan bahwa kegiatan reses menjadi momentum penting untuk mendengar secara langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat desa.</p><p>“Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk turun langsung ke masyarakat dan mendengar apa yang menjadi kebutuhan mereka. Aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami bawa dan perjuangkan dalam pembahasan program pembangunan di tingkat provinsi,” ujar Patrianus.</p><p>Menurutnya, sektor pertanian dan peternakan masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di wilayah Ngada sehingga membutuhkan perhatian serius dari pemerintah, baik melalui dukungan sarana produksi, pendampingan, maupun penguatan program pemberdayaan petani dan peternak.</p><p>Selain itu, masyarakat juga menyoroti pentingnya peningkatan akses pendidikan bagi generasi muda serta perlunya pendidikan politik bagi masyarakat agar semakin memahami peran dan fungsi lembaga legislatif dalam pembangunan daerah.</p><p>Patrianus menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan berbagai aspirasi tersebut agar dapat menjadi perhatian dalam perencanaan program pembangunan pemerintah provinsi ke depan.</p><p>Kegiatan reses tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diharapkan dapat memperkuat hubungan antara masyarakat dan wakil rakyat dalam upaya mendorong pembangunan daerah yang lebih merata. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/patrianus-lali-wolo-serap-aspirasi-warga-ubedolumolo-satu-soroti-pertanian-hingga-akses-pendidikan_wIy46ee5qj.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Seabad Mewartakan Kasih, Berjalan Bersama dalam Iman dan Tradisi, Paroki SANJOS Raja Songsong 1 Abad</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/seabad&#45;mewartakan&#45;kasih&#45;berjalan&#45;bersama&#45;dalam&#45;iman&#45;dan&#45;tradisi&#45;paroki&#45;sanjos&#45;raja&#45;songsong&#45;1&#45;abad&#45;s6XEWfH1dn/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/serba&#45;serbi/seabad&#45;mewartakan&#45;kasih&#45;berjalan&#45;bersama&#45;dalam&#45;iman&#45;dan&#45;tradisi&#45;paroki&#45;sanjos&#45;raja&#45;songsong&#45;1&#45;abad&#45;s6XEWfH1dn/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 16 Mar 2026 20:40:47 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Arthy]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>
                <description><![CDATA[Nagekeo&#45;NTT.WahanaNews.co| Paroki Santo Yosef Raja bukan sekadar bangunan fisik yang berdiri di atas tanah, melainkan bukti hidup dari perjalanan iman, pengabdian, dan penyebaran kabar gembira yang telah mengakar selama 100 tahun, 1926&#45;2026.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nagekeo-NTT.WahanaNews.co| </strong>Paroki Santo Yosef Raja bukan sekadar bangunan fisik yang berdiri di atas tanah, melainkan bukti hidup dari perjalanan iman, pengabdian, dan penyebaran kabar gembira yang telah mengakar selama 100 tahun, 1926-2026.</p><p>Perjalanan menuju 1 abad (100 tahun) ini, menjadi sebuah tonggak sejarah emas (Golden Milestone) yang menandai ketangguhan umat dalam menjaga warisan rohani dari para misionaris dan pendahulu.</p><p>Ketua Seksi Perlombaan, Shely Nena dalam arahannya, Sabtu (14/3/26) mengungkapkan, seiring dengan bergulirnya waktu, perjalanan 1 abad ini menjadi momentum refleksi jejak langkah Penginjilan di Paroki Santo Yosef Raja.</p><p>Namun kata Shely perayaan tidak boleh berhenti hanya pada seremoni Liturgi semata. Diperlukan ruang bagi seluruh lapisan umat, mulai dari anak-anak SEKAMI, Remaja, OMK hingga orang tua untuk mengungkapkan rasa syukur, kegembiraan dam kebersamaan sabagai satu keluarga besar Allah.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>Rangkaian Perlombaan</strong></p><p>Berangkat dari kesadaran itu, panitia pelaksana menyelenggarakan rangkaian perlombaan sebagai sarana untuk :</p><p>Pertama, mempererat persaudaraan (Persekutuan); menghilangkan sekat antar wilayah atau lingkungan, sehingga tercipta rasa communio yang nyata.</p><p>Kedua, pengembangan bakat (talenta); memberikan wadah bagi umat untuk menggali potensi diri, baik dalam bidang seni, liturgi maupun pengetahuan iman.</p><p>Ketiga, syukur pastoral; merayakan kekayaan tradisi lokal dan semangat modernitas yang tumbuh, seiring berkembangnya usia paroki.</p><p>“Melalui aneka lomba menyongsong 1 abad ini, diharapkan semangat pelindung kita Santo Yosef yang setia dan rendah hati selalu menjiwai setiap langkah umat dalam mewartakan kasih Tuhan ditengah tantangan zaman yang kian dinamis. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/seabad-mewartakan-kasih-berjalan-bersama-dalam-iman-dan-tradisi-paroki-sanjos-raja-songsong-1-abad_Q26u9c2er9.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Cegah Sampah dan Bau Tidak Sedap, Dinas PU Ngada Lakukan Normalisasi Sejumlah Drainase Dalam Kota</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/cegah&#45;sampah&#45;dan&#45;bau&#45;tidak&#45;sedap&#45;dinas&#45;pu&#45;ngada&#45;lakukan&#45;normalisasi&#45;sejumlah&#45;drainase&#45;dalam&#45;kota&#45;98K5GrWzT9/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/cegah&#45;sampah&#45;dan&#45;bau&#45;tidak&#45;sedap&#45;dinas&#45;pu&#45;ngada&#45;lakukan&#45;normalisasi&#45;sejumlah&#45;drainase&#45;dalam&#45;kota&#45;98K5GrWzT9/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 12 Mar 2026 11:37:03 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Ngada melakukan perbaikan dan normalisasi selokan ada ada di kota Bajawa. Perbaikan itu melibatkan puluhan pegawai dinas PUPR.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Ngada melakukan perbaikan dan normalisasi selokan ada ada di kota Bajawa. Perbaikan itu melibatkan puluhan pegawai dinas PUPR.</p><p>Kepala dinas Pekerjaan Umum Yohanes Y. Wou Dopo mengatakan pembersihan dan normalisasi selokan itu merupakan komitmen pemerintah dalam mencegah penyumbatan akibat sampah non organik yang menumpuk di selokan itu.</p><p>Ini kalau tidak dibersihkan drainase akan tersumbat dan air meluap ke badan jalan, lama-lama jalan rusak,” ujarnya saat ditemui dilokasi. Rabu, 11 Maret 2026.</p><p>Menurutnya dalam program bupati dan wakil bupati penataan kota menjadi salah satu perhatian dan prioritas pembangunan lima tahun kedepan.</p><p>Untuk itu, sebagai dinas teknis pihaknya berkomitmen untuk melakukan sejumlah gebrakan nyata dalam kota mulai dari pembersihan drainase hingga perbaikan sejumlah ruas jalan berlubang dalam kota.</p><p>Salah satu lokasi yang kita bersihkan hari ini diwilayah kelurahan Tanalodu, ini wilayah ada hotel dan rumah makan,” katanya.</p><p>Dilokasi itu menjadi salah titik yang banyak dilewati oleh wisatawan asing dan nasional setiap kali mengunjungi kota Bajawa, sehingga persoalan sampah harus benar-benar diperhatikan.</p><p>Menurutnya kegiatan tersebut dilakukan secara kolaboratif dengan sejumlah dinas termaksud pemadam kebakaran.</p><p>“Ini dilakukan secara Swakelola dan berkolaborasi dengan &nbsp;masyarakat,” katanya.</p><p>Pria yang akrab disapa Joni Dopo ini mengaku jika persoalan sampah tidak diperhatikan akan berdampak pada lama tinggal wisatawan di kabupaten Ngada. Apalagi perkembangan pemukiman terus bertumbuh dari waktu ke waktu.</p><p>Sementara itu, Ketua DPRD Ngada Romilus Juji menyampaikan apresiasi atas inisiatif dinas PU dala melakukan sejumlah pembersihan dan perbaikan ruas jalan dalam kota.</p><p>Menurutnya inisitif yang dilakukan itu menunjukan komitmen pemerintah mencegah kota kumuh akibat sampah.</p><p>Saya pikir ini positif, mereka bergerak ditengah keterbatasan akibat efisiensi,” ujarnya.</p><p>Menurutnya ditengan efiensi, butuh kerja-kerja luar biasa dalam mencapai keberhasilan program. Ia berharap dinas lain bisa mengikuti apa yang dilakukan dinas PU. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/cegah-sampah-dan-bau-tidak-sedap-dinas-pu-ngada-lakukan-normalisasi-sejumlah-drainase-dalam-kota_Um5Fqb3ib6.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Diduga Ada Kejanggalan Dalam BAP, Keluarga Yoseph Djema Sambangi Polsek Boawae, Kuasa Hukum Minta Dibuka Secara Transparan</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/diduga&#45;ada&#45;kejanggalan&#45;dalam&#45;bap&#45;keluarga&#45;yoseph&#45;djema&#45;sambangi&#45;polsek&#45;boawae&#45;kuasa&#45;hukum&#45;minta&#45;dibuka&#45;secara&#45;transparan&#45;U4WRUon2ze/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/diduga&#45;ada&#45;kejanggalan&#45;dalam&#45;bap&#45;keluarga&#45;yoseph&#45;djema&#45;sambangi&#45;polsek&#45;boawae&#45;kuasa&#45;hukum&#45;minta&#45;dibuka&#45;secara&#45;transparan&#45;U4WRUon2ze/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 12 Mar 2026 11:18:09 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Arthy]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Nagekeo&#45;NTT.WahanaNews.co| Keluarga Yoseph Djema, korban pembunuhan yang dilakukan oleh Baltasar Wago, di Kabupaten Nagekeo beberapa waktu lalu menduga adanya kejanggalan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) lantaran, perbedaaan pasal yang dikenakan.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Nagekeo-NTT.WahanaNews.co| </strong>Keluarga Yoseph Djema, korban pembunuhan yang dilakukan oleh Baltasar Wago, di Kabupaten Nagekeo beberapa waktu lalu menduga adanya kejanggalan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) lantaran, perbedaaan pasal yang dikenakan.</p><p>Terhadap perbedaan ini, keluarga korban didampingi kuasa hukum menyambangi Polsek Boawae untuk memastikan bahwa dugaan tersebut tidaklah benar.</p><p>Kepada NTT.WahanaNews.co, Rabu (11/3/26), keluarga korban menyampaikan kekecewaanya terhadap proses penyelidikkan yang dilakukan Polsek Boawae.</p><p>Keluarga menduga adanya ketidaksesuaian antara BAP dan pasal yang dikenakan. Menurut keluarga, seharusnya sesuai petunjuk Jaksa, pasal yang dikenakan yakni pembunuhan berencana, sebab sebelumnya ada masalah tanah.</p><p>Untuk itu, pihaknya meminta kepada kuasa hukum untuk melakukan klarifikasi ke Polsek Boawaea.</p><p>“Hari ini keluarga bersama kuasa hukum mendatangi polsek Boawae untuk meminta agar kasus pembunuhan Yoseph Djema dilakukan secara transparan sekaligus memastikan bahwa pasal yang dikenakan harus sesuai dengan petunjuk jaksa yakni, pembunuhan berencana,” ketus keluarga korban.</p><p>Hal senada juga disampaikan kuasa hukum korban, Simon Seto. Menurut dia, kasus ini harus dibuka secara transparan, jangan ada yang ditutup-tutupi.</p><p>“Iya benar, selaku kuasa hukum korban saya mengingatkan kepada pihak kepolisian untuk menyelidikki kasus ini secara transparan dan jangan ada yang ditutup-tutupi,” tukasnya.</p><p>Terhadap pasal yang disangkakan kepada pelaku, Baltasar Wago, Simon mengaku sudah sesuai berdasarkan petunjuk jaksa, yakni pembunuhan berencana.</p><p>“Hari ini saya selaku kuasa hukum korban dan keluarga mendatangi polsek Boawae untuk menandatangani BAP sekaligus melakukan komplain terhadap pasal yang disangkakan kepada korban,” ungkapnya.</p><p>Sementara itu, Kapolsek Boawae, Ipda Ferdi Minabelo ketik dikonfrimasi membenarkan bahwa keluarga korban didampingi kuasa hukum mendatangi Polsek Boawae.</p><p>Ipda Ferdi menjelaskan,pasal yang disangkakan kepada pelaku tetap sama sesuai petunjuk jaksa, yakni pembunuhan berencana dan penganiayaan berat, sehingga korban meninggal dunia.</p><p>Pasal yang disangkakan ini lanjut Ipda Ferdi sudah disesuaikan dengan BAP dan sudah ditandatangani oleh para pihak, sehingga kasus ini siap diserahkan ke Kejaksaan setelah Lebaran untuk disidangkan.</p><p>Meski demikian pihak Kepolisian meminta kepada keluarga korban dan kuasa hukum untuk menyiapkan juga bukti materiil, sehingga benar-benar terbukti di persidangan nanti, bukan saja fokus ke bukti formilnya saja. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/1773289837_a94d7255e090bc38e74d.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Tak Mau Rakyat Dikorbankan, Ketua Fraksi PDIP Ngada Minta Bupati Segera Akhiri Kontroversi Pelantikan Sekda Ngada</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/tak&#45;mau&#45;rakyat&#45;dikorbankan&#45;ketua&#45;fraksi&#45;pdip&#45;ngada&#45;minta&#45;bupati&#45;segera&#45;akhiri&#45;kontroversi&#45;pelantikan&#45;sekda&#45;ngada&#45;qAWxkRJKax/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/tak&#45;mau&#45;rakyat&#45;dikorbankan&#45;ketua&#45;fraksi&#45;pdip&#45;ngada&#45;minta&#45;bupati&#45;segera&#45;akhiri&#45;kontroversi&#45;pelantikan&#45;sekda&#45;ngada&#45;qAWxkRJKax/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 10 Mar 2026 10:37:53 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[NTT.WahanaNews.co| Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kabupaten Ngada, Siprianus Ndiwal meminta kepada Bupati Ngada untuk segera mengakhiri kontroversi pelantikan Sekda Ngada, sehingga rakyat tidak dikorbankan.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>NTT.WahanaNews.co| </strong>Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kabupaten Ngada, Siprianus Ndiwal meminta kepada Bupati Ngada untuk segera mengakhiri kontroversi pelantikan Sekda Ngada, sehingga rakyat tidak dikorbankan.</p><p>Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Rinus Ndiwal ini kepada NTT.WahanaNews.co, Senin (9/3/26).</p><p>Rinus mengatakan, Fraksi PDIP menginginkan adanya komunikasi antara Bupati dan Gubernur untuk menemukan solusi terbaik.</p><p>“ Fraksi PDIP mendorong agar ada pertemuan antara Bupati dan Gubernur untuk dapat berkomunikasi sehingga menemukan Solusi terbaik untuk dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi saat ini di Kabupaten Ngada,” ujarnya.</p><p>Dia menegaskan, Fraksi PDIP tidak menginginkan persoalan ini dibiarkan berlarut-larut lantaran akan mengganggu banyak program dan pelayanan kepada masyarakat.</p><p>“ Kita tdk mau persoalan ini di biarkan berlarut-larut. Jika persoalan ini di biarkan maka banyak program dan pelayanan kepada masyarakat yang terganggu,” tegas Rinus.</p><p>Untuk itu Fraksi berharap agar Bupati Ngada sesegera mungkin dicarikan jalan keluar agar persoalan ini dapat di selesaikan.</p><p>Sebelumnya Fraksi Gerindra DPRD Ngada juga memberikan tanggapan terhadap polemik pelantikan Sekda Ngada oleh Bupati Raymundus Bena.</p><p>Fraksi Partai Gerindra Kabupaten Ngada menekankan pentingnya etika komunikasi dalam urusan pemerintahan.</p><p>Meski demikian, Fraksi Gerindra menjunjung tinggi etika dan adat ketimuran dalam bernegara sebagai masyarakat Nusa Tenggara Timur yang kental dengan nilai-nilai kekeluargaan.</p><p>“Kami memandang bahwa urusan pemerintahan bukan sekadar soal hitam-putih aturan, melainkan soal etika berkomunikasi,” ungkap Fraksi Gerindra dalam konferensi pers.</p><p>Penyataan Fraksi ini disampaikan dalam untuk menanggapi dinamika pengisian jabatan sekretaris daerah Kabupaten Ngada serta surat korespondensi antara Pemerintah Kabupaten Ngada dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur.</p><p>“Kami mendorong Bupati Ngada untuk tetap mengedepankan komunikasi yang harmonis dan santun dengan Gubernur NTT. Gubernur bukan sekadar atasan administratif, melainkan orang tua sekaligus Wakil Pemerintah Pusat di daerah yang wajib kita hormati kedudukannya,” ungkap Ketua Fraksi, Wilhelmus Petrus Bate didampingi Sekretaris dan Anggota Fraksi, Karolus Maku dan Rudolf Agros Wogo.</p><p>Fraksi Gerindra menilai pentingnya mengutamakan jalur konsultasi dari pada jalur litigasi (Hukum). Sebab menurut Fraksi perselisihan penafsiran aturan ini tidak elok jika harus berakhir di meja Hijau (PTUN).</p><p>“Kami mengingatkan bahwa Bupati dan Gubernur adalah satu kesatuan dalam unsur penyelenggara pemerintahan. Kami mendorong agar penyelesaian masalah ini dilakukan melalui Fungsi Konsultasi dan Koordinasi yang intensif,” pungkas Fraksi.</p><p>Menurut Fraksi, ruang dialog harus dibuka seluas-luasnya untuk menyamakan persepsi demi kepentingan masyarakat Ngada yang lebih besar. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/tak-mau-rakyat-dikorbankan-ketua-fraksi-pdip-ngada-minta-bupati-segera-akhiri-kontroversi-pelantikan-sekda-ngada_wGv77nx28l.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Kelalaian Medis Diduga Tewaskan Bripka Maksi, Keluarga Lapor Polisi</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/kelalaian&#45;medis&#45;diduga&#45;tewaskan&#45;bripka&#45;maksi&#45;keluarga&#45;lapor&#45;polisi&#45;ugCMgnW0vu/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/kelalaian&#45;medis&#45;diduga&#45;tewaskan&#45;bripka&#45;maksi&#45;keluarga&#45;lapor&#45;polisi&#45;ugCMgnW0vu/0#komentar</comments>
                <pubDate>Mon, 09 Mar 2026 07:06:17 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada.NTT.WahanaNews.co| Kasus dugaan kelalain medis kembali mencuat dan menjadi sorotan publik. Seorang anggota Polisi berpangkat Bripka, Maksimus Ngai Rema harus meninggal di RSUD Bajawa beberapa waktu lalu.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada.NTT.WahanaNews.co| </strong>Kasus dugaan kelalain medis kembali mencuat dan menjadi sorotan publik. Seorang anggota Polisi berpangkat Bripka, Maksimus Ngai Rema harus meninggal di RSUD Bajawa beberapa waktu lalu.</p><p>Kematian Bripka Maksi ini pun bahkan sempat dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh DPRD Ngada bersama pihak RSUD Bajawa.</p><p>Kepada media ini, ipar kandung korban, Moris Rudju mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah melaporkan kasus kematian kakaknya itu ke Polres Ngada pada Sabtu (6/3/26).</p><p>Laporan tersebut resmi teregister dengan nomor SP2HP/48/III/2026/Satreskrim/Polres Ngada/Polda NTT, dengan dugaan tindakan pidana yang dilakukan adalah Tindakan Pidana Yang Mengakibatkan Mati atau Luka karena Kealpaan.</p><p>Moris mengatakan, meski istri dan keluarga besar menerima kenyataan bahwa almarhum meninggal, namun terdapat beberapa hal yang masih membuat pihaknya belum puas.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1773015146_c5d16812290f61f60089.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Dia menilai, point-point klarifikasi pihak RSUD Bajawa pada saat RDP dengan DPRD tidak sesuai dan masih terdapat hal yang tercecer dari fakta yang terjadi. Moris bahkan menyebut bahwa klarifikasi itu “bohong”.</p><p>Ia juga menyayangkan, hingga laporan polisi ini dibuat, pihak RSUD Bajawa belum menunjukkan itikad baik kepada kekuarga korban.</p><p>“Istri dan keluarga besar pada dasarnya menerima kenyataan bahwa almarhum meninggal,.namun hal yang masih membuat istri dan keluarga belum puas adala, poin-poin klarifikasi pihak RSUD Bajawa pada RDP dengan DPR kamis kemarin masih banyak hal yang tercecer juga fakta" bohong pada kronologi kejadian. Sampai saat laporan kepolisian dibuat pihak RSUD Bajawa tidak menunjukan itikat baik,” ungkapnya kesal.</p><p>Terhadap hal ini, keluarga korban mengambil langkah untuk melaporkan kasus kematian Bripka Maksi ke pihak berwajib untuk mendapatkan kepastian hukum, tutup Moris. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/kelalaian-medis-diduga-tewaskan-bripka-maksi-keluarga-lapor-polisi_mB717zkz01.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Berpotensi Timbulkan Konsekuensi Hukum dan Administratif, Fraksi Golkar Serukan Walkout</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/berpotensi&#45;timbulkan&#45;konsekuensi&#45;hukum&#45;dan&#45;administratif&#45;fraksi&#45;golkar&#45;serukan&#45;walkout&#45;HB8HF17rz8/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/berpotensi&#45;timbulkan&#45;konsekuensi&#45;hukum&#45;dan&#45;administratif&#45;fraksi&#45;golkar&#45;serukan&#45;walkout&#45;HB8HF17rz8/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 08 Mar 2026 18:10:57 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Fraksi Golkar DPRD Ngada menyerukan akan walkout di semua proses pembahasan di DPRD bersama pemerintah jika diwakili Sekda terlantik.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Fraksi Golkar DPRD Ngada menyerukan akan walkout di semua proses pembahasan di DPRD bersama pemerintah jika diwakili Sekda terlantik.</p><p>Fraksi beralasan, pelantikan Sekda yang tidak melalui mekanisme koordinasi dengan Gubernur berpotensi menimbulkan berbagai konsekuensi hukum dan administratif.</p><p>Demikian pernyataan keras ini disampaikan Fraksi Golkar dalam Konferensi Pers di Bajawa, Sabtu (7/3/26).</p><p>Konsekuensi hukum dan administrasi yang dimaksud antara lain, kemungkinan pembatalan keputusan oleh pemerintah pusat, ketentuan terhadap gugatan hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara, serta potensi persoalan dalam keabsahan berbagai dokumen administrasi pemerintahan yang ditandatangani oleh pejabat yang bersangkutan.</p><p>Pernyataan ini disampaikan Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Ngada sebagai ungkapan protes politik keras dan penolakan tegas terhadap pelantikan Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada atas nama Yohanes Capistrano Watu Ngebu, S.Sos., M.Si.</p><p>Pasalnya, pelantikan tersebut telah menimbulkan kegaduhan publik, ketegangan birokrasi, serta memperlihatkan wajah kepemimpinan pemerintahan daerah yang semakin jauh dari prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.</p><p>Fraksi Golkar menjelaskan, berdasarkan kajian terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, Fraksi Golkar menilai bahwa proses pelantikan tersebut berpotensi kuat melanggar prosedur administratif dan norma hukum yang mengatur tata kelola pemerintah daerah.</p><p>Fraksi Golkar menyampaikan keprihatinan yang mendalam sekaligus sikap tegas terhadap proses pelantikan Sekda Ngada defenitif yang diduga dilakukan tanpa melalui mekanisme koordinasi dan persetujuan dengan Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat di daerah.</p><p>Pertama, dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, secara tegas disebutkan dalam pasal 214 ayat (2) bahwa Sekretaris Daerah Kabupaten/Kota diangkat dan diberhentikan oleh Bupati/Walikota setelah berkoordinasi dengan Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat.</p><p>Ketentuan ini merupakan syarat prosedural yang bersifat wajib dan tidak dapat diabaikan, karena koordinasi dengan Gubernur menjadi bagian dari mekanisme pengawasan vertikal dalam sistem pemerintahan daerah.</p><p>Kedua, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, khususnya pasal 27 ayat (4) juga ditegaskan bahwa pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang memimpin Sekretariat Daerah Kabupaten/Kota, sebelum ditetapkan oleh Bupati harus dikoordinasikan dengan Gubernur.</p><p>Dengan demikian Fraksi Golkar menilai, tanpa adanya rekomendasi atau koordinasi resmi dari Gubernur, proses pengangkatan Sekda secara administratif dapat dianggap tidak memenuhi tahapan yang dipersyaratkan.</p><p>Ketiga, apabila dikaitkan dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, suatu keputusan tata usaha negara hanya dinyatakan sah apabila ditetapkan oleh pejabat yang berwenang, mengikuti prosedur yang benar, serta sesuai dengan substansi hukum yang berlaku.</p><p>Fraksi Golkar DPRD Ngada bilang, apabila salah satu unsur tersebut tidak terpenuhi, maka keputusan tersebut berpotensi cacat prosedur dan dapat dibatalkan atau dinyatakan tidak sah secara hukum.</p><p>Sehubungan dengan hal tersebut, Fraksi Golkar DPRD Ngada menyatakan sikap sebagai berikut :</p><p>Pertama, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan dalam setiap proses pengangkatan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Daerah, khususnya jabatan strategis Sekretaris Daerah.</p><p>Kedua, meminta Bupati Ngada untuk memberikan penjelasan secara terbuka dan transparan kepada publik terkait proses pelantikan Sekretatiat Daerah atas nama Yohanes Capistrano Watu Ngebu, termasuk memastikan bahwa seluruh tahapan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.</p><p>Ketiga, mengutamakan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), akuntabilitas, dan kepastian hukum agar stabilitas pemerintahan serta kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan daerah tetap terjaga.</p><p>Fraksi Golkar DPRD Ngada berpandangan bahwa ketaatan terhadap hukum dan prosedur administrasi negara merupakan fondasi utama dalam menjaga kewibawaan pemerintah daerah serta menjamin legitimasi setiap kebijakan yang diambil. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/berpotensi-timbulkan-konsekuensi-hukum-dan-administratif-fraksi-golkar-serukan-walkout_P42ugm2U0b.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>“Kontroversi” Sekda Ngada, Gubernur Tunjuk Penjabat, Bupati Lantik Defenitif</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/kontroversi&#45;sekda&#45;ngada&#45;gubernur&#45;tunjuk&#45;penjabat&#45;bupati&#45;lantik&#45;defenitif&#45;lx98YbVlA7/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/kontroversi&#45;sekda&#45;ngada&#45;gubernur&#45;tunjuk&#45;penjabat&#45;bupati&#45;lantik&#45;defenitif&#45;lx98YbVlA7/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 07 Mar 2026 14:37:46 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada.NTT.WahanaNews.co| Teka&#45;teki terkait siapa yang bakal dilantik jadi Sekda Ngada akhirnya terjawab juga.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada.NTT.WahanaNews.co| </strong>Teka-teki terkait siapa yang bakal dilantik jadi Sekda Ngada akhirnya terjawab juga.</p><p>Yohanes Capistrano Watu Ngebu atau yang akrab disapa Joni Watu resmi menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada, usai dilantik Bupati Ngada Raymundus Bena, di aula Setda Ngada pada Jumat (06/3/26).</p><p>Pelantikan Joni Watu ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Ngada Nomor : 168/KEP/HK/2026 tentang Pelantikan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada.</p><p>Namun, sebelum pelantikan Yohanes Capistrano Watu Ngebu sebagai Sekda defenitif, Gubernur NTT telah menunjuk Gerardus Reo, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Ngada sebagai Penjabat Sekda Ngada.</p><p>Penunjukkan Gerardus Reo sebagai Penjabat Sekda Ngada dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur NTT Nomor : 816.2.1/16/BKD/3.2, tanggal 26 Februari 2026. Surat Keputusan ini bahkan sudah viral dan beredar luas di media sosial.</p><p>Selain menunjuk Penjabat Sekda Ngada yang baru, dalam SK tersebut, Gubernur NTT Melkiades Laka Lena juga memberhentikan Yohanes Capistrano Watu Ngebu usai masa tugasnya sebagai Penjabat Sekda Ngada berakhir.</p><p>Meski SK penunjukkan Gerardus Reo sebagai Penjabat Sekda Ngada sudah ditandatangani Gubernur NTT, Bupati Ngada tetap melantik Yohanes Capistrano Watu Ngebu sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada.</p><p><strong>Tanggapan Wakil Bupati Ngada&nbsp;</strong></p><p>Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu juga hadir dalam prosesi pelantikan tersebut.</p><p>Kepada wartawan, Berni Dhey panggilan akrab Wakil Bupati Ngada menegaskan bahwa pelantikan Sekda dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat.</p><p>“Dalam agenda ke depan ada pergeseran APBD serta penyusunan LKPJ yang harus segera ditangani oleh Sekda. Karena itu saya bersama Bupati berdiskusi dan memutuskan melantik Yohanes Capistrano Watu Ngebu,” ketus dia.</p><p>Politisi PKB ini menegaskan bahwa seluruh tahapan administrasi telah dilaporkan kepada Gubernur NTT sebelum pelantikan dilakukan.</p><p>Berni juga menyinggung surat dari Gubernur NTT yang menunjuk Gerardus Re’o sebagai Pj Sekda. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Ngada telah menyiapkan tanggapan resmi kepada Gubernur.</p><p>“Ketika kami ke Kupang bersama Bupati, Pak Gubernur sedang berada di luar daerah. Kami kemudian bertemu dengan Wakil Gubernur NTT bersama Pejabat Sekda NTT dan Kepala BKD,” terang Ketua DPC PKB Ngada ini.</p><p>Ia menambahkan bahwa keputusan pelantikan tersebut juga telah melalui proses konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dokumen dan proses administrasi bahkan lanjut Berni telah dipaparkan melalui Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda).</p><p>“Kami sudah melakukan koordinasi secara mendalam dengan Kemendagri,” tukasnya..</p><p>Meski demikian, Berni tetap berharap agar hubungan koordinasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Ngada tetap berjalan baik dengan mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan politik.</p><p>Mantan Ketua DPRD Ngada ini juga menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Ngada agar menghormati proses tata kelola pemerintahan yang sedang berjalan di bawah kepemimpinan Bupati Raymundus Bena dan Wakil Bupati Bernadinus Dhey Ngebu.</p><p>“Bagi masyarakat Ngada, kami berharap ini dipahami sebagai bagian dari proses pemerintahan. Kami sudah menjalankan prosedur sesuai asas yang berlaku. Perbedaan persepsi tentu ada, tetapi mari kita hormati proses pemerintahan ini,” pungkasnya. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/kontroversi-sekda-ngada-gubernur-tunjuk-penjabat-bupati-lantik-defenitif_r2JHN6nkUk.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Jabatan Strategis Lowong, Anggota DPRD Ngada Desak Bupati Segera Lantik Sekda Defenitif</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/jabatan&#45;strategis&#45;lowong&#45;anggota&#45;dprd&#45;ngada&#45;desak&#45;bupati&#45;segera&#45;lantik&#45;sekda&#45;defenitif&#45;XFw7IN1LHh/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/jabatan&#45;strategis&#45;lowong&#45;anggota&#45;dprd&#45;ngada&#45;desak&#45;bupati&#45;segera&#45;lantik&#45;sekda&#45;defenitif&#45;XFw7IN1LHh/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 06 Mar 2026 07:33:24 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada.NTT.WahanaNews.co| Sejumlah anggota DPRD Ngada mendesak Bupati Ngada agar segera melantik Sekda defenitif sesuai dengan Peraturan Perundang&#45;undangan yang berlaku.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada.NTT.WahanaNews.co| </strong>Sejumlah anggota DPRD Ngada mendesak Bupati Ngada agar segera melantik Sekda defenitif sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.</p><p>Mereka menilai bahwa Sekda memiliki jabatan yang strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan.</p><p>Kepada media, Kamis (05/3/26), anggota DPRD dari Fraksi PKB, Yosef Filius David Jawa mengatakan bahwa, belum dilantiknya Sekretaris Daerah definitif menyebabkan kekosongan posisi strategis sebagai koordinator administrasi dan perumusan kebijakan, yang menghambat efektivitas tata kelola pemerintahan.</p><p>Akibatnya lanjut dia, penyusunan, evaluasi, dan implementasi Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati (Perbup) maupun kebijakan daerah dapat menjadi lambat dan kurang terkoordinasi dengan baik.</p><p>Pria yang akrab disapa Jois Jawa ini menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Ngada saat ini sedang dalam proses penyusunan laporan keterangan pertanggungjawaban Kepala Daerah (LKPJ) dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD).</p><p>Dia berlasana, belum dilantiknya Sekda definitif mengakibatkan kurang kontrol dan koordinasi dalam penyusunan laporan-laporan dimaksud, apalagi batas waktu penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban Kepala Daerah (LKPJ) adalah tanggal 31 Maret, namun sampai saat ini Pemerintah Kabupaten Ngada belum memiliki Sekda definitif, tukasnya.</p><p>Politisi PKB yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Ngada meminta Bupati dan Wakil Bupati harus segera berkoordinasi dengan pemerintah ditingkat atas dan segera melantik Sekda definitif sehingga roda pemerintahan di Kabupaten Ngada dapat berjalan dengan baik, ujarnya.</p><p>Jois Jawa bilang, ketiadaan Sekda definitif hingga saat ini, dapat berpengaruh terhadap mekanisme pengelolaan keuangan daerah.</p><p>Kekosongan atau keterlambatan pelantikan Sekda kata dia, memicu hambatan struktural dalam siklus keuangan, terutama dalam aspek koordinasi dan legalitas pengambilan keputusan strategis pengelolaan keuangan daerah karena Sekda merupakan Ketua TAPD di daerah.&nbsp;</p><p>Selain itu tambah dia, Sekda bertanggung jawab memastikan seluruh tahapan keuangan, mulai dari perencanaan hingga pelaporan agar berjalan sesuai regulasi seperti Permendagri Nomor 77 Tahun 2020, tandasnya.</p><p>Jois menerangkan, ketiadaan Sekda definitif berisiko menurunkan ketelitian administrasi yang berpotensi mempengaruhi opini audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).</p><p>Pemerintah Kabupaten Ngada tuturnya, tidak boleh membiarkan kekosongan jabatan Sekda ini berlangsung lama tanpa ada kejelasan dan menimbulkan opini-opini liar di masyarakat terkait kekosongan jabatan ini.</p><p>Oleh karena itu, Bupati harus segera melantik Sekda definitif agar seluruh proses pengelolaan keuangan daerah dapat terkoordinasi secara baik, pungkasnya.</p><p>Dia mengingatkan, sehubungan dengan belum ditetapkannya Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada definitif, maka pimpinan DPRD meminta informasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Ngada terkait proses pengangkatan dan penetapan Sekretaris Daerah, mengingat sejak permohonan seleksi dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ngada kepada Badan Kepegawaian Nasional pada tanggal 8 Oktober 2025 dan sejak pengumuman hasil pada tanggal 8 November 2025, Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada tidak kunjung dilantik.</p><p>Hal ini ungkap Jois, menimbulkan pertanyaan di masyarakat mengapa hingga saat ini Kabupaten Ngada belum memiliki Sekretaris Daerah definitif, padahal Sekretaris Daerah mempunyai peran penting dalam setiap proses penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Ngada.&nbsp;</p><p>“Dengan berkembangnya isu-isu seputar penetapan Sekda Ngada beberapa hari belakangan ini, di media sosial juga menimbulkan pertanyaan apa sebenarnya yang menjadi masalah dalam proses seleksi Sekda sehingga sampai saat ini Sekda Ngada belum ditetapkan dan dilantik oleh Bupati Ngada,” tanya dia.</p><p>Kekosongan jabatan Sekretaris Daerah kata Jois, &nbsp;mengakibatkan terhambatnya administrasi pemerintahan, tidak adanya koordinasi terhadap perangkat daerah, dan terhambatnya penyusunan kebijakan di daerah, karena Sekda adalah pimpinan ASN tertinggi dalam birokrasi daerah yang mengkoordinasikan seluruh perangkat daerah yang ada.</p><p>Selain itu, hal ini juga dapat mengakibatkan lumpuhnya pelayanan publik yang berdampak pada administrasi pemerintahan yang tidak berjalan optimal dapat berdampak pada lambatnya pelayanan ke masyarakat.</p><p>Oleh karena itu, diharapkan agar Bupati Ngada segera menetapkan dan melantik Sekretaris Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, tutup Jois Jawa.</p><p>Hal senada juga disampaikan Wilfridus Muga. Anggota DPRD Ngada dari Dapil V ini juga mendesak agar Bupati Ngada segera melantik Sekda defenitif sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.</p><p>Politisi PDI Perjuangan ini beralasan bahwa Sekda memiliki jabatan strategis dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah.</p><p>Fridus Muga panggilan akrabnya tidak mempersoalkan siapa yang bakal dilantik asalkan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku.</p><p>"Siapapun yang nantinya dilantik, dia adalah Sekda Ngada," ketus dia.<strong> [frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/jabatan-strategis-lowong-anggota-dprd-ngada-desak-bupati-segera-lantik-sekda-defenitif_sr9005bQl7.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Buka RAT Tahun Buku 2025, Nico Noy: Kopdit Setiawan Harus Mampu Membaca Situasi Dengan Bijak</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/buka&#45;rat&#45;tahun&#45;buku&#45;2025&#45;nico&#45;noy&#45;kopdit&#45;setiawan&#45;harus&#45;mampu&#45;membaca&#45;situasi&#45;dengan&#45;bijak&#45;W6sv99kvr4/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/buka&#45;rat&#45;tahun&#45;buku&#45;2025&#45;nico&#45;noy&#45;kopdit&#45;setiawan&#45;harus&#45;mampu&#45;membaca&#45;situasi&#45;dengan&#45;bijak&#45;W6sv99kvr4/0#komentar</comments>
                <pubDate>Thu, 05 Mar 2026 22:42:49 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada.NTT.WahanaNews.co| Asisten 2 Setda Ngada, Nicolaus Noywuli mengingatkan bahwa Koperasi Kredit (Kopdit) Setiawan harus mampu membaca situasi dengan bijak.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada.NTT.WahanaNews.co| </strong>Asisten 2 Setda Ngada, Nicolaus Noywuli mengingatkan bahwa Koperasi Kredit (Kopdit) Setiawan harus mampu membaca situasi dengan bijak.</p><p>Saat ini koperasi kredit menghadapi tantangan yang tidak ringan. Ditengah masyarakat, tumbuh berbagai bentuk lembaga keuangan informal maupun formal, termasuk koperasi harian dan skema pinjaman cepat yang menawarkan kemudahan tanpa banyak persyaratan administrasi.</p><p>Hal ini disampaikan Nicolaus Noy ketika mewakili Bupati Ngada membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Kopdit Setiawan Tahun Buku 2025, Kamis (05/3/26) di Bajawa.</p><p>Menurut Nico Noy panggilan akrabnya, masyarakat kita, khususnya pelaku usaha kecil dan keluarga berpenghasilan minim atau harian sering kali membutuhkan akses pembiayaan yang cepat, sederhana, dan tidak berbelit-belit. Ini adalah realitas yang tidak bisa diabaikan, ujarnya.</p><p>Koperasi formal seperti Kopdit Setiawan kata dia, harus mampu membaca situasi ini dengan bijak. Di satu sisi, kita tetap menjaga prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta perlindungan terhadap dana anggota.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1772726489_d4e0e78bdb58195a33be.jpg"></figure><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1772726539_f7bd9ddf6c5003a684fa.jpg"></figure><p>Peserta RAT Kopdit Setiawan Tahun Buku 2025.</p><p>&nbsp;</p><p>Namun disisi lain lanjut Nico Noy, koperasi juga dituntut untuk menghadirkan layanan yang adaptif, respsonsif, dan memudahkan.</p><p>Koperasi kata dia, tidak boleh kalah cepat, tidak boleh kalah dekat, dan tidak boleh kalah memahami kebutuhan anggotanya sendiri.</p><p>Sehubungan dengan itu, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dan arah bersama bagi koperasi ke depan.</p><p>Pertama, koperasi perlu menghadirkan skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan anggota, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.</p><p>Kedua, penyederhanaan prosedur bagi anggota dengan rekam jejak yang baik perlu dipertimbangkan agar koperasi tetap menjadi pilihan utama masyarakat.</p><p>Ketiga, penguatan sistem manajemen resiko dan tata kelola yang profesional harus terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan anggota.</p><p>Keempat, koperasi perlu mengembangkan pola pendampingan usaha sehingga pembiayaan yang diberikan benar-benar mendorong usaha produktif, bukan konsumtif semata.</p><p>Kelima, pemanfaatan teknologi dan sistem administrasi yang lebih modern perlu ditingkatkan agar pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.</p><p>Keenam, koperasi harus memperkuat perannya sebagai mitra pembangunan desa, mendukung lahirnya produk unggulan berbasis potensi lokal sejalan dengan semangat One Village One Product.</p><p>“Inilah tantangan sekaligus peluang kita. Koperasi yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya akan tetap kuat dan dipercaya,” ketus dia.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1772726588_b762ec53369bff7a0db1.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Lebih lanjut Nico Noy bilang, pinjaman bukan sekedar soal uang yang dicairkan. Pinjaman harus menjadi alat pemberdayaan.</p><p>Menurut dia, setiap pembiayaan yang diberikan harus mendorong produktivitas, memperkuat usaha anggota, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.</p><p>Koperasi yang kuat bukan hanya yang memiliki aset besar, tetapi yang mampu memastikan bahwa setiap rupiah yang dipinjamkan benar-benar menggerakkan ekonomi anggotanya. Disinilah tutur Nico Noy, letak pembeda koperasi sejati dengan lembaga keuangan lain.</p><p>Koperasi tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi membangun manusia dan memperkuat komunitas, tukasnya.</p><p>“Saya percaya KSP Kopdit Setiawan memiliki pengalaman, jaringan, dan modal sosial yang cukup untuk menjawab tantangan ini. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk berinovasi dan konsistensi dalam menjaga integritas,” ungkap Nico Noy. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir032026/buka-rat-tahun-buku-2025-nico-noy-kopdit-setiawan-harus-mampu-membaca-situasi-dengan-bijak_8Z1ryQjpo3.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Terang Hingga ke Pelosok, PLN Bangun Jaringan Listrik Perdesaan di Kampung Benteng, Desa Lanamai II</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/terang&#45;hingga&#45;ke&#45;pelosok&#45;pln&#45;bangun&#45;jaringan&#45;listrik&#45;perdesaan&#45;di&#45;kampung&#45;benteng&#45;desa&#45;lanamai&#45;ii&#45;ZS0IY5nm67/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/terang&#45;hingga&#45;ke&#45;pelosok&#45;pln&#45;bangun&#45;jaringan&#45;listrik&#45;perdesaan&#45;di&#45;kampung&#45;benteng&#45;desa&#45;lanamai&#45;ii&#45;ZS0IY5nm67/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 28 Feb 2026 16:56:25 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada.NTT.WahanaNews.co| Kampung Benteng, Desa Lanamai II, Kecamatan Riung Barat, hari ini menjadi saksi langkah maju menuju terang listrik bagi masyarakat.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada.NTT.WahanaNews.co| </strong>Kampung Benteng, Desa Lanamai II, Kecamatan Riung Barat, hari ini menjadi saksi langkah maju menuju terang listrik bagi masyarakat.</p><p>Bertempat di Kantor Desa Lanamai II, digelar kegiatan Sosialisasi Pembangunan Jaringan Listrik Perdesaan yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait serta ratusan masyarakat dari Desa Lanamai II dan Desa Kembang.</p><p>Kegiatan yang berlangsung, Jumat (27/2/26) ini dilakukan untuk memastikan terang hingga ke pelosok dan mempercepat program listrik desa.</p><p>Hadir dari Kantor UP2K PLN Wilayah Flores di Ruteng, Bapak Karinus Ly selaku TC Konslisdes dan Bagus Aditia Nugroho selaku TCJ Konslisdes. Dari PLN Cabang Bajawa hadir Turino Evaldo Lai sebagai Tim Leader PUT dan Piere Jufran sebagai Tim Leader K3. Turut hadir perwakilan kontraktor pelaksana jaringan listrik dari PT Centra Utama Electrikal Kupang.</p><p>Kegiatan ini juga dihadiri oleh PJ Kepala Desa Lanamai II, Hamzah Tosak, Ketua BPD Lanamai II, PJ Kepala Desa Kembang Bapak Florianus Mangung, perangkat desa dari kedua desa, serta ratusan warga masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula Anggota DPRD Ngada dari Fraksi Golkar, Alexander Yohanes Songkares.</p><p>Dalam sapaan awalnya, PJ Kepala Desa Lanamai II menyampaikan kerinduan panjang masyarakat terhadap terang listrik.</p><p>Ia menjelaskan bahwa di Kecamatan Riung Barat masih tersisa tiga desa yang belum menikmati pelayanan listrik, yakni Desa Kembang, Desa Lanamai II, dan Desa Niliwarusae.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1772272733_46f34a9bf004329d9d23.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Kerinduan itu dibuktikan dengan kesepakatan bersama masyarakat yang secara ikhlas merelakan tanah dan tanaman mereka untuk digunakan dan dibabat demi kelancaran pemasangan jaringan listrik. Kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam berita acara resmi, termasuk komitmen warga untuk tidak menghalangi proses pengerjaan proyek.</p><p>Hal senada disampaikan PJ Kepala Desa Kembang, Florianus Mangung. Ia menegaskan bahwa masyarakat di desanya telah secara swadaya membersihkan jalur jalan dan pepohonan sepanjang lintasan yang akan dibangun jaringan listrik.</p><p>Kedua kepala desa juga memotivasi warga agar mempersiapkan finansial yang cukup untuk pembayaran meteran, daya, serta instalasi listrik ke rumah masing-masing.</p><p>Mewakili Manajer Kantor UP2K Ruteng, Karinus Ly memberikan apresiasi atas kerja cepat dan kesiapan pemerintah desa serta masyarakat.</p><p>Ia mengatakan, sumber pendanaan proyek ini berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, bukan dari PLN.</p><p>Kehadiran tim teknis hari ini lanjut dia, menjadi bukti bahwa terang listrik bukan lagi sekadar impian, melainkan akan menjadi kenyataan dalam beberapa bulan ke depan.</p><p>Karinus menambahkan, pekerjaan akan dilaksanakan secara maraton dan ditargetkan selesai pada akhir Maret 2026 apabila tidak ada hambatan.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1772272756_09ddf91066c9f6ad8191.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Ia juga menjelaskan bahwa setelah pembangunan selesai, pihak pelaksana akan melaporkan kepada kementerian untuk diaudit dan selanjutnya mendapatkan Sertifikat Layak Nyala dari Kementerian ESDM sebelum listrik resmi dinikmati masyarakat. Proses ini berbeda dari pola pekerjaan reguler PLN karena bersumber dari pendanaan kementerian.</p><p>Turino Evaldo Lai selaku Tim Leader PUT mewakili Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Bajawa memberikan sosialisasi teknis terkait pekerjaan, termasuk harga KWh, prosedur pemasangan meteran hingga proses penyalaan listrik di rumah warga.</p><p>Ia juga membacakan surat Manajer PLN Bajawa terkait tunggakan program SEHEN pada masyarakat kedua desa yang harus diselesaikan sebelum listrik dinyalakan.</p><p>Dalam sambutannya, Anggota DPRD Ngada dari Fraksi Golkar, Alexander Yohanes Songkares, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian ESDM dan PLN atas rencana besar yang akan menyelamatkan masyarakat dari kegelapan.</p><p>Ia menegaskan bahwa proyek ini menuntut tanggung jawab besar dari PLN dan pihak pelaksana agar pengerjaan dilakukan sesuai standar operasional prosedur, tanpa kelalaian dan tanpa risiko kecelakaan kerja.</p><p>Ia juga menyoroti persoalan tunggakan SEHEN yang selama ini menimbulkan gejolak di masyarakat.</p><p>Menurutnya, DPRD telah berulang kali menyampaikan kepada pihak PLN agar persoalan tersebut diselesaikan secara adil dan tidak tebang pilih.</p><p>Sain Songkares menegaskan bahwa masalah SEHEN bukan semata kesalahan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab PLN. Jangan sampai penagihan hanya dibebankan kepada dua desa yang baru akan menikmati listrik, sementara desa lain yang juga pemanfaat SEHEN tidak mengalami penagihan serupa.</p><p>DPRD, tegasnya, siap menjadi katalisator untuk mendorong komunikasi yang adil dan solutif antara PLN dan masyarakat.</p><p>Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan berita acara kesepakatan serta daftar hadir oleh perwakilan Manajer UP2K Ruteng, yang menegaskan komitmen warga untuk mengikhlaskan lahan dan tanaman demi kelancaran pembangunan jaringan listrik.</p><p>Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah desa, masyarakat, DPRD, kementerian dan PLN, harapan akan terang listrik di Desa Lanamai II dan Desa Kembang kini semakin mendekati kenyataan. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir022026/terang-hingga-ke-pelosok-pln-bangun-jaringan-listrik-perdesaan-di-kampung-benteng-desa-lanamai-ii_nSV2evZ6hl.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Pastikan Lulusan Siap Kerja, STIPER FB Teken PKS dengan Dua Lembaga</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/pastikan&#45;lulusan&#45;siap&#45;kerja&#45;stiper&#45;fb&#45;teken&#45;pks&#45;dengan&#45;dua&#45;lembaga&#45;jt21UaD6KX/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/pastikan&#45;lulusan&#45;siap&#45;kerja&#45;stiper&#45;fb&#45;teken&#45;pks&#45;dengan&#45;dua&#45;lembaga&#45;jt21UaD6KX/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sat, 28 Feb 2026 09:03:00 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[&amp;nbsp;]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1772244338_78f38b3fd93ad8099a0d.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) selalu punya cara untuk memastikan lulusannya memiliki kepastian siap kerja.</p><p>Kali ini kampus dibawah naungan Yayasan Persekolahan Umat Katolik Kabupaten Ngada (YASUKDA) ini telah menandatangani kerjasama dengan 2 (dua) lembaga.</p><p>Hal ini disampaikan langsung Ketua STIPER FB, Nicolaus Noywuli disela-sela launching pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, Jumat (27/2/26) di Bajawa.</p><p>Kepada sejumlah media, Nico Noy panggilan akrab Ketua STIPER FB menyebutkan, kedua lembaga tersebut yakni;</p><p>1. LPK Duta Mandiri dan LPK Musubu kerjasama merekrut dan melatih tamatan STIPER FB untuk menjadi pekerja profesional bidang pertanian dan peternakan di Jepang.<br>2. Lembaga AICAT (arafa international center of agriculture trainning, dan Ramat Negev International Training untuk magang mahasiswa pertanian dan peternakan di Israel.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1772244484_7ce0ece982eb4975cf2e.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Meski baru berusia 5 tahun, Nico Noy mengaku, respon masyarakat terhadap keberadaan kampus STIPER FB sangat luar biasa. Hal ini lanjut Nico Noy, dapat dirasakan ketika mahasiswanya melakukan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.</p><p>Namun, dibalik semuanya itu, sebagai lembaga pendidikan tinggi yang fokus pada pertanian dan peternakan, pihaknya diminta mampu menciptakan teknologi tepat guna untuk membantu, membangun serta mengatasi masalah yang terjadi di tengah masyarakat.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1772244581_e7f39890a53556a71171.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Ia menjelaskan, permintaan pasar kerja dan harapan-harapan masyarakat ini menjadi tantangan bagi STIPER untuk mencetak lulusan, yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki keterampilan-keterampilan praktis, berjiwa kerja, tanggung jawab, serta inovatif.</p><p>Oleh karena itu tutur Nico Noy, kurikulum di STIPER sudah dirancang untuk mengintegrasikan IPTEK dan kehidupan tengah masyarakat, agar bisa memenuhi kebutuhan pasar kerja baik lokal, nasional maupun internasional.</p><p>Lebih lanjut kata dia, di tahun akademik 2026/2027 ini STIPER FB menargetkan 400 mahasiswa baru. Oleh karena itu, pihaknya secara resmi telah melaunching pembukaan mahasiswa baru.</p><p>Menurut dia, Launching ini bukan sekedar seremoni, namun menjadi langkah strategis kampus tersebut dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, pemberdayaan pertanian dan peternakan yang berbasis riset.</p><p>“Launching hari ini bukan sekedar untuk pembukaan penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam memperkuat kontribusi STIPER untuk pembangunan SDM, pemberdayaan pertanian dan peternakan berbasis riset,” ketus dia.</p><p>Untuk itu selaku orang nomor satu di kampus ini, Nico Noy mengajak siswa/siswi tamatan SMK/SMA/MADRASAH dimanapun berada untuk segera mendaftarkan diri. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir022026/pastikan-lulusan-siap-kerja-stiper-fb-teken-pks-dengan-dua-lembaga_qv79zFo1q3.jpeg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>KDM Terbang ke Maumere Jemput 13 LC, DPRD Sikka Menantang: Aksi Kemanusiaan atau Manuver Politik</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/nusantara/kdm&#45;terbang&#45;ke&#45;maumere&#45;jemput&#45;13&#45;lc&#45;dprd&#45;sikka&#45;menantang&#45;aksi&#45;kemanusiaan&#45;atau&#45;manuver&#45;politik&#45;bbG2c04pkz/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/nusantara/kdm&#45;terbang&#45;ke&#45;maumere&#45;jemput&#45;13&#45;lc&#45;dprd&#45;sikka&#45;menantang&#45;aksi&#45;kemanusiaan&#45;atau&#45;manuver&#45;politik&#45;bbG2c04pkz/0#komentar</comments>
                <pubDate>Sun, 22 Feb 2026 17:25:37 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Wiliam]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Nusantara]]></category>
                <description><![CDATA[Langkah cepat Gubernur Jawa Barat, KDM, menuju Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mendadak mengguncang ruang publik. Melalui akun Instagram @dedimulyadi71, Minggu (22/2/2026), ia mengumumkan akan terbang langsung untuk menjemput 13 warga Jawa Barat yang bekerja sebagai Lady Companion (LC) di Eltras PUB dan diduga mengalami kekerasan serta pelecehan seksual.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p>Langkah cepat Gubernur Jawa Barat, KDM, menuju Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mendadak mengguncang ruang publik. Melalui akun Instagram @dedimulyadi71, Minggu (22/2/2026), ia mengumumkan akan terbang langsung untuk menjemput 13 warga Jawa Barat yang bekerja sebagai Lady Companion (LC) di Eltras PUB dan diduga mengalami kekerasan serta pelecehan seksual.</p><p><br><i><strong>“Selamat hari libur, selamat berpuasa bagi seluruh warga Jabar dan warga net. Kita mau perjalanan menuju Maumere untuk menjemput 13 warga Jabar yang mendapat dugaan kekerasan pelecehan seksual di Maumere,” ujar KDM dalam video tersebut.</strong></i></p><p><br>Ia menyebut para pekerja itu berasal dari Purwakarta, Cianjur, Kota Bandung, Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung. Meski belum ada konfirmasi resmi soal jadwal kedatangan, rumor yang beredar menyebut KDM akan tiba di “Nian Sikka Tanah Alok” pada Senin (23/2/2026).</p><p><br>Namun, langkah ini tidak berdiri di ruang hampa. Di balik narasi penyelamatan, muncul pertanyaan yang lebih tajam: apakah ini murni respons kemanusiaan, atau ada irisan kepentingan politik yang tak terucap?</p><p><strong>DPRD Sikka: Jangan Setengah Jalan</strong><br>&nbsp;</p><p>Kedatangan KDM justru memantik respons kritis dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sikka Fraksi PKB, Yoseph Karminto Eri.</p><p><br>Ia mengapresiasi niat KDM turun langsung ke Sikka. Namun, menurutnya, pendekatan yang hanya berfokus pada 13 orang berpotensi menciptakan preseden yang parsial.</p><p><br>“Alangkah lebih baiknya KDM tidak hanya menjemput 13 LC itu, tetapi juga mengunjungi 34 PUB lainnya di Kabupaten Sikka untuk mengidentifikasi warga Jawa Barat yang bekerja di sana dan berdialog langsung dengan mereka,” tegasnya.</p><p><br>Data yang ia ungkap memperkeruh situasi. Di Eltras PUB sendiri, kata dia, masih terdapat 10 LC asal Jawa Barat yang tidak termasuk dalam daftar penjemputan.</p><p><br>“Tak ada efeknya jika hanya menjemput 13 orang. Harus ada pendataan menyeluruh dan audiensi langsung dengan warga Jabar yang bekerja sebagai LC di tempat hiburan malam di Kabupaten Sikka,” tambahnya.</p><p><br>Pernyataan ini membuka ruang tafsir baru: jika benar ada puluhan warga Jawa Barat lain yang bekerja di lokasi serupa, mengapa hanya 13 yang dijemput? Apakah seleksi ini berbasis laporan resmi, tekanan publik, atau pertimbangan lain?</p><p><strong>Eltras PUB, Dugaan Kekerasan, dan Bayang-Bayang TPPO</strong></p><p><br>Kasus di Eltras PUB kini memasuki fase krusial. Dugaan kekerasan dan indikasi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) mencuat, namun proses pembuktian masih berjalan.</p><p><br>Yoseph Karminto Eri mengingatkan agar isu TPPO tidak berhenti pada opini publik atau konsumsi media sosial.</p><p><br>“Kita mendukung proses hukum, tetapi dugaan TPPO harus dibuktikan di pengadilan agar diproses secara adil dan netral,” ujarnya.</p><p><br>Di sinilah letak tarik-menarik kepentingan itu. Di satu sisi, ada tekanan moral untuk melindungi warga daerah asal. Di sisi lain, ada kewenangan hukum dan kedaulatan daerah yang tak bisa dilangkahi oleh langkah simbolik semata.</p><p><strong>Di Persimpangan Kemanusiaan dan Politik</strong></p><p><br>Langkah KDM bisa dibaca sebagai tindakan cepat dan tegas seorang kepala daerah terhadap warganya. Namun, ia juga berpotensi menimbulkan friksi antarpemerintah daerah jika tidak dibarengi koordinasi formal dengan Pemkab Sikka dan aparat penegak hukum setempat.</p><p><br>Apalagi, jika dugaan TPPO benar, maka ini bukan sekadar urusan pemulangan pekerja, melainkan perkara pidana lintas daerah yang membutuhkan keterlibatan aparat pusat.</p><p><br>Publik kini menanti: apakah kedatangan KDM akan menjadi momentum pembenahan sistemik, atau hanya berakhir pada aksi penjemputan yang simbolik?</p><p><br>Di Maumere, bukan hanya 13 nama yang menjadi sorotan. Yang dipertaruhkan adalah konsistensi negara dalam melindungi warganya—tanpa tebang pilih, tanpa panggung politik.</p><p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir022026/kdm-terbang-ke-maumere-jemput-13-lc-dprd-sikka-menantang-aksi-kemanusiaan-atau-manuver-politik_NbU8kJMlK6.png" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>62 Pemuda Sikka Ikuti Pelatihan Desain Grafis dan Perkantoran, Didanai Pokir DPRD</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/khas/62&#45;pemuda&#45;sikka&#45;ikuti&#45;pelatihan&#45;desain&#45;grafis&#45;dan&#45;perkantoran&#45;didanai&#45;pokir&#45;dprd&#45;F4YSyNzg41/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/khas/62&#45;pemuda&#45;sikka&#45;ikuti&#45;pelatihan&#45;desain&#45;grafis&#45;dan&#45;perkantoran&#45;didanai&#45;pokir&#45;dprd&#45;F4YSyNzg41/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 20 Feb 2026 17:50:53 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Wiliam]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Khas]]></category>
                <description><![CDATA[WAHANANEWS.ID &#45; SIKKA – Di tengah percepatan transformasi digital, peningkatan keterampilan sumber daya manusia menjadi prioritas di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 62 generasi muda dari 18 kecamatan mengikuti pelatihan desain grafis dan aplikasi perkantoran yang didanai melalui pokok&#45;pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Sikka, Yoseph Karminto Eri.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p>WAHANANEWS.ID - SIKKA – Di tengah percepatan transformasi digital, peningkatan keterampilan sumber daya manusia menjadi prioritas di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 62 generasi muda dari 18 kecamatan mengikuti pelatihan desain grafis dan aplikasi perkantoran yang didanai melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Sikka, Yoseph Karminto Eri.</p><p><br>Program yang berjalan sejak 2023 itu dilaksanakan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Karunia Bunda, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Waioti, Maumere. Dari lebih 200 pendaftar, hanya 62 peserta yang dinyatakan lolos seleksi.</p><p><br>“Sebanyak 62 peserta mengikuti pelatihan ini dari lebih 200 pendaftar. Mereka berasal dari 18 kecamatan di Kabupaten Sikka. Ini menunjukkan antusiasme generasi muda untuk meningkatkan keterampilan digital sangat tinggi,” ujar Yoseph Karminto Eri saat kegiatan pembukaan pelatihan Kamis 19 Februari 2026.</p><p><br>Menurut dia, dukungan anggaran Pokir tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di era digital. Ia menilai penguatan kompetensi di bidang teknologi informasi menjadi kebutuhan mendesak di tengah persaingan kerja yang semakin ketat.</p><p><br>“Karunia Bunda adalah laboratorium skill bagi generasi muda Sikka. Di sini ada potensi besar yang harus digerakkan agar mereka mampu bersaing di pasar digital,” katanya.</p><p><br>LKP Karunia Bunda sendiri telah beroperasi sejak awal dekade 2010-an dengan fokus pada pelatihan berbasis praktik, meliputi aplikasi perkantoran, desain grafis, pengolahan video, hingga literasi digital. Lembaga ini telah terdaftar dalam sistem pendidikan nasional dan memiliki Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK), sehingga dapat berkolaborasi dalam berbagai program pelatihan, termasuk skema Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK).</p><p><br>Selain itu, lembaga tersebut juga dipercaya sebagai tempat pelaksanaan uji kompetensi nasional bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan desain grafis di wilayah Flores.</p><p><br>Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sikka, Ferdinandus Lepe, menyatakan program pelatihan ini relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.</p><p><br>“Persaingan tenaga kerja semakin ketat. Keterampilan di bidang teknologi menjadi sangat penting. Program seperti ini membantu meningkatkan kompetensi dan kesiapan kerja peserta,” ujarnya.<br>&nbsp;</p><p>Pemerintah daerah berharap pelatihan berbasis kompetensi tersebut mampu menekan angka pengangguran serta mendorong lahirnya tenaga kerja terampil yang siap terserap di sektor pemerintahan, swasta, maupun wirausaha berbasis digital.</p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir022026/62-pemuda-sikka-ikuti-pelatihan-desain-grafis-dan-perkantoran-didanai-pokir-dprd_d48APE3amu.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Kunker Perdana di Ngada, Menteri P3A RI Tinjau Rumah Aman Bajawa</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/kunker&#45;perdana&#45;di&#45;ngada&#45;menteri&#45;p3a&#45;ri&#45;tinjau&#45;rumah&#45;aman&#45;bajawa&#45;Nc2RVbl1vU/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/kunker&#45;perdana&#45;di&#45;ngada&#45;menteri&#45;p3a&#45;ri&#45;tinjau&#45;rumah&#45;aman&#45;bajawa&#45;Nc2RVbl1vU/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 13 Feb 2026 15:44:47 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[Ngada&#45;NTT.WahanaNews.co| Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, meninjau secara langsung langsung Rumah Aman Bajawa, Kamis (12/2/26).]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngada-NTT.WahanaNews.co| </strong>Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Republik Indonesia, Arifatul Choiri Fauzi, meninjau secara langsung langsung Rumah Aman Bajawa, Kamis (12/2/26).</p><p>Kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menteri P3A ke Ngada selama 3 (tiga) hari.</p><p>Ikut mendampingi Menteri P3A, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Provinsi NTT, Ruth Diana Laiskodat.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1770972537_6806063f04bdafda0116.jpg"></figure><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1770972558_d2bd68d608a5a36bac7c.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Kunjungan ke rumah aman ini bertujuan untuk meninjau secara langsung layanan perlindungan dan pendampingan bagi perempuan dan anak korban kekerasan yang selama ini ditangani di Rumah Aman Bajawa.</p><p>Dalam kesempatan tersebut, Arifatul Chori mendengarkan paparan dari pengelola terkait mekanisme penanganan kasus, proses rehabilitasi dan pendampingan psikososial, dukungan lintas sektor, serta berbagai kebutuhan peguatan layanan ke depan.&nbsp;</p><p>Selain melakukan peninjauan fasilitas dan berdialog dengan para pendamping, Arifatul Choiri Fauzi juga menyerahkan bingkisan kepada anak-anak yang berada di Rumah Aman sebagai bentuk perhatian dan dukungan moril dari pemerintah pusat terhadap upaya pemulihan dan perlindungan anak.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1770972582_b02d379dc52c9f98adc4.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Usai kunjungan di Rumah Aman, Menteri P3A bersama rombongan melanjutkan agenda ke Rumah Kevikepan Bajawa.</p><p>Disini, Arifatul Chori melakukan dialog internal bersama para Pastor guna membahas peran lembaga keagamaan dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan institusi keagamaan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi kelompok rentan. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir022026/kunker-perdana-di-ngada-menteri-p3a-ri-tinjau-rumah-aman-bajawa_T34TXnkN1x.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Joni Watu: Pendekatan Landscape&#45;Seascape Sangat Relevan dan Strategis Dalam Pengelolaan Wilayah</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/joni&#45;watu&#45;pendekatan&#45;landscape&#45;seascape&#45;sangat&#45;relevan&#45;dan&#45;strategis&#45;dalam&#45;pengelolaan&#45;wilayah&#45;Xid5yv3BlU/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/joni&#45;watu&#45;pendekatan&#45;landscape&#45;seascape&#45;sangat&#45;relevan&#45;dan&#45;strategis&#45;dalam&#45;pengelolaan&#45;wilayah&#45;Xid5yv3BlU/0#komentar</comments>
                <pubDate>Tue, 10 Feb 2026 10:06:15 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[NTT.WahanaNews.co&#45;Ngada| Penjabat Sekda Ngada, Yohanes Capistrano Watu Ngebu mengatakan, pendekatan landscape&#45;seascape sangat relevan dan strategis dalam pengelolaan wilayah.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>NTT.WahanaNews.co-Ngada| </strong>Penjabat Sekda Ngada, Yohanes Capistrano Watu Ngebu mengatakan, pendekatan <i>landscape-seascape</i> sangat relevan dan strategis dalam pengelolaan wilayah.</p><p>Joni Watu panggilan akrabnya mengatakan ini ketika membuka kegiatan Sosialisasi Kerangka Kerja Pengelolaan Ekosistem Terpadu untuk <i>Landscape-Seascape</i> Flores di Bajawa, Senin (09/2/26).</p><p>Joni Watu menekankan, sosialisasi ini merupakan bagian penting dari upaya membangun pemahaman bersama, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menyelaraskan kebijakan dan praktik pengelolaan sumber daya alam secara terpadu di wilayah Flores.</p><p>Dia menjelaskan, wilayah Flores merupakan satu kesatuan ekosistem yang memiliki keterkaitan erat antara kawasan daratan, pesisir, dan laut, terang dia.</p><p>Menurut dia, pendekatan ini menekankan pentingnya pengelolaan wilayah secara menyeluruh dan terintegrasi, dengan memperhatikan hubungan antara ekosistem darat dan laut, serta keterkaitan antara aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi.</p><p>Dengan pendekatan ini lanjut Joni Watu, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada keberlanjutan dan keadilan antar generasi.</p><p>Kabupaten Ngada sebagai bagian dari Pulau Flores memiliki komitmen untuk mendukung upaya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, tutur mantan Kadis DPMD Ngada ini.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1770693068_c7ab107b585b6561f6da.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>Peserta Sosialisasi Kerangka Kerja Pengelolaan Ekosistem Terpadu. (Foto: Frans Dhena)</p><p>&nbsp;</p><p>Kata Joni Watu, nilai-nilai kearifan lokal, peran masyarakat adat, serta praktik pengelolaan tradisional yang selama ini berkembang, merupakan modal sosial yang sangat penting dan perlu terus diperkuat serta diintegrasikan dalam kerangka kebijakan dan program pembangunan.</p><p>Ia pun berharap agar melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh pemangku kepentingan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kerangka pengelolaan <i>landscape-seascape</i> Flores, termasuk tujuan, prinsip, serta arah implementasinya.</p><p>Joni Watu menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, dan masukan dari berbagai pihak, sehingga kerangka yang disusun benar-benar kontekstual dan dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat daerah.</p><p>“Pemerintah Kabupaten Ngada memandang perlu bahwa keberhasilan <i>landscape-seascape</i> tidak dapat dicapai oleh salah satu pihak saja,” ketus dia sembari mengingatkan diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta para mitra pembangunan.</p><p>“Oleh karena itu kami menyambut baik inisiatif-inisiatif kolaboratif yang mendorong sinergi lintas wilayah dan lintas sektor demi kepentingan bersama,” ketus dia.</p><p>Lebih lanjut Joni Watu berharap kiranya hasil dari kegiatan sosialisasi ini, tidak berhenti pada tataran konsep dan dokumen, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk rencana aksi, penguatan kapasitas, serta integrasi ke dalam perencanaan pembangunan daerah, sesuai dengan kewenangan dan karakteristik masing-masing wilayah.</p><p>“Semoga kegiatan ini mengahasilkan kesepahaman dan komitmen bersama, serta memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Flores, khususnya Kabupaten Ngada,” tutup Joni Watu. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir022026/joni-watu-pendekatan-landscape-seascape-sangat-relevan-dan-strategis-dalam-pengelolaan-wilayah_kop3GZ933W.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Pena Adalah Senjata, Sain Songkares Tegaskan Pers Tidak Boleh Dilemahkan Oleh Kekuasaan</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/pena&#45;adalah&#45;senjata&#45;sain&#45;songkares&#45;tegaskan&#45;pers&#45;tidak&#45;boleh&#45;dilemahkan&#45;oleh&#45;kekuasaan&#45;t3o7V2fph8/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/pena&#45;adalah&#45;senjata&#45;sain&#45;songkares&#45;tegaskan&#45;pers&#45;tidak&#45;boleh&#45;dilemahkan&#45;oleh&#45;kekuasaan&#45;t3o7V2fph8/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 06 Feb 2026 21:29:22 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[NTT.WahanaNews.co&#45;Ngada` Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Ngada, Aleksander Yohanes “Sain” Songkares mengungkapkan bahwa pena adalah senjata bagi Jurnalis. Untuk itu, Pers tidak boleh dilemahkan oleh kekuasaan.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>NTT.WahanaNews.co-Ngada` </strong>Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Ngada, Aleksander Yohanes “Sain” Songkares mengungkapkan bahwa pena adalah senjata bagi Jurnalis. Untuk itu, Pers tidak boleh dilemahkan oleh kekuasaan.</p><p>Menurut Sain Songkares, Pers tidak boleh dibungkam oleh rasa tidak nyaman pejabat publik. Di era digital hari ini, transparansi bukan pilihan, tetapi keharusan.</p><p>“Saya menegaskan bahwa pers adalah pilar demokrasi yang tidak boleh dilemahkan oleh kekuasaan, apalagi dibungkam oleh rasa tidak nyaman pejabat publik. Di era digital hari ini, transparansi bukan pilihan, tetapi keharusan,” ungkapnya, Jumat (06/2/26).</p><p>Ia menjelskan, prinsip cover both side adalah standar etika jurnalistik yang harus dihormati, bukan dicurigai. Ketika pers bekerja secara berimbang dan profesional, maka yang terganggu bukan kebenaran, melainkan kepentingan yang tidak ingin diawasi.</p><p>Fenomena “<i><u>no viral no justice</u></i>” adalah tamparan keras bagi negara dan pemerintah. Ini menjadi bukti bahwa lanjut Sain Songkares, masih ada pelayanan publik yang lamban, abai, bahkan menutup mata terhadap jeritan masyarakat. Pemerintah tidak boleh menunggu viral baru hadir. Keadilan yang datang karena tekanan publik adalah kegagalan sistem, bukan keberhasilan.</p><p>“Saya mengingatkan dengan tegas: pejabat publik dan pemangku kepentingan tidak perlu baper terhadap kritik pers. Jabatan adalah mandat rakyat, bukan ruang nyaman bebas kritik. Jika kerja benar, tidak ada alasan takut pada pemberitaan,” pungkasnya.</p><p>Dia mengatakan, Pers harus ditempatkan sebagai mitra pengawasan, bukan musuh. Kerja jurnalistik membantu memastikan pelayanan kemasyarakatan berjalan adil dan pembangunan tidak menyimpang dari tujuan rakyat. Menyerang pers sama artinya dengan menolak transparansi dan menutup ruang koreksi.</p><p>“Saya sebagai DPRD Ngada berdiri di pihak keterbukaan, kebebasan pers, dan kepentingan publik. Demokrasi tanpa pers yang kritis hanyalah formalitas, bukan pemerintahan yang melayani,” tutup Sain Songkares. <strong>[frs[</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir022026/pena-adalah-senjata-sain-songkares-tegaskan-pers-tidak-boleh-dilemahkan-oleh-kekuasaan_puKmbr416a.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
        	
        	<item>
        		<title>Launching Galeri Investasi Digital BEI, Bupati Ngada: Jadikan STIPER FB Pusat Literasi dan Inkubasi Investor Baru</title>
                <link>https://ntt.wahananews.co/utama/launching&#45;galeri&#45;investasi&#45;digital&#45;bei&#45;bupati&#45;ngada&#45;jadikan&#45;stiper&#45;fb&#45;pusat&#45;literasi&#45;dan&#45;inkubasi&#45;investor&#45;baru&#45;Q4C5J6462Z/0</link>
                <comments>https://ntt.wahananews.co/utama/launching&#45;galeri&#45;investasi&#45;digital&#45;bei&#45;bupati&#45;ngada&#45;jadikan&#45;stiper&#45;fb&#45;pusat&#45;literasi&#45;dan&#45;inkubasi&#45;investor&#45;baru&#45;Q4C5J6462Z/0#komentar</comments>
                <pubDate>Fri, 06 Feb 2026 09:34:43 +0700</pubDate>
                <dc:creator><![CDATA[Elfrat Dhena]]></dc:creator>
                <category><![CDATA[Utama]]></category>
                <description><![CDATA[NTT.WahanaNews.co&#45;Ngada| Bupati Ngada, Raymundus Bena mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Ngada menaruh harapan besar agar Galeri Investasi Digital Bursa Efek Indonesia di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) dapat menjadi pusat literasi dan inkubasi investor baru, khususnya dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan generasi muda.]]></description>
                <content:encoded><![CDATA[<p><strong>NTT.WahanaNews.co-Ngada| </strong>Bupati Ngada, Raymundus Bena mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Ngada menaruh harapan besar agar Galeri Investasi Digital Bursa Efek Indonesia di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) dapat menjadi pusat literasi dan inkubasi investor baru, khususnya dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan generasi muda.</p><p>Ke depan, pihaknya ingin melihat anak-anak muda Ngada tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi yang cerdas, mandiri, dan visioner,</p><p>“Kami berharap agar Galeri Investasi Digital ini dapat mendukung pengembangan potensi ekonomi daerah, termasuk sektor pertanian, UMKM, dan Ekonomi Kreatif melalui pemahaman yang lebih luas tentang pembiayaan dan investasi jangka panjang,” ujar Bupati Ngada yang akran disapa Ray Bena dalam sambutannya ketika melaunching Galeri Investasi Digital Bursa Efek Indonesia (BEI) Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB), bertempat di Kampus C Turekisa, Kamis (05/2/26).</p><p>Ray Bena yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Ngada juga menekankan pentingnya pembangunan manusia dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui akses keuangan.</p><p>“Saya memandang perlu bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi harus disertai dengan pembangunan manusia dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat. Dalam konteks inilah, akses keuangan menjadi elemen yang sangat strategis,” ungkapnya.</p><p>Semua ini sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Ngada yang dirumuskan dalam semangat “Membangun Desa, Menata Kota” dimana lajut dia, pembangunan ekonomi masyarakat desa dan penguatan pusat-pusat pertumbuhan kota berjalan beriringan dan saling menguatkan.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1770345399_fc43c1657b1814017ef6.jpg"></figure><p>Bupati Ngada, Raymundus Bena ketika melaunching Galeri Investasi Digital BEI STIPER FB.</p><p>“Saya mengajak seluruh pihak, akademisi, industri jasa keuangan, pemerintah, dan masyarakat untuk memanfaatkan dan menjaga keberlanjutan Galeri Investasi Digital ini, agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ngada,” tutur dia.</p><p>Ia menjelaskan, pemerintah secara nasional telah menempatkan akses keuangan sebagai bagian penting dalam kerangka pembangunan, sebagaimana tertuang dalam RPJMN dan diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 20216 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusi.</p><p>Untuk Kabupaten Ngada lanjut Ray Bena, komitmen tersebut diwujudkan dalam bingkai Panca Cita Kabupaten Ngada, khususnya pada misi kelima yakni, Mempercepat Kemandirian Kelembagaan Sosial, Ekonomi, Politik, Budaya, Keagamaan, dan Olahraga untuk berpartisipasi dalam pemenuhan hak-hak Masyarakat, termasuk hak Perempuan dan Anak.</p><p>Kebijakan-kebijakan ini memberikan pesan yang sangat jelas, bahwa masyarakat harus diberi akses, pengetahuan, dan kesempatan yang sama dalam memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan, tukasnya.</p><p>Dalam kaitannya dengan kemandirian ekonomi, usaha dan investasi kata dia, Pemda Ngada membuat program yang memberikan fasilitas fiskal dengan menciptakan iklim kolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan.</p><p>Lebih lanjut kata Bupati Ray Bena, melalui konsep kerja sama <i>3 in 1 (Three in One)</i> antara Bursa Efek Indonesia, Perguruan Tinggi, dan Perusahaan Sekuritas, Galeri Investasi Digital memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami pasar modal secara utuh, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga praktik yang berbasis data dan informasi real time.</p><figure class="image"><img src="https://wahananews.co/photo/konten/1770345486_2c5b62a9653a3e6296cb.jpg"></figure><p>&nbsp;</p><p>“Saya melihat Galeri Investasi Digital ini sebagai jembatan penting yang menghubungkan dunia akademik dengan dunia industri keuangan, serta membuka cakrawala baru bahwa investasi bukanlah sesuatu yang ekslusif, melainkan dapat diakses oleh siapa saja secara legal, aman, dan terjangkau,” tandasnya.</p><p>Sehubungan dengan ini maka tambah Bupati Ngada, pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah untuk mensinergikan kebijakan dan program dengan OJK serta industri jasa keuangan, agar manfaat layanan keuangan benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok desa.</p><p>“Melalui TPKAD, berbagai program telah dan terus kami dorong mulai dari fasilitas pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui KUR dan Kredit Ultra Mikro, penguatan budaya menabung melalui Program Simpanan Pelajar dan Satu pelajar Satu Rekening, hingga kegiatan <i>Bussines Matching</i> yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan produk keuangan yang sesuai,” tansdas Ray Bena.</p><p>Meski demikian, selaku Bupati, Ray Bena mengaku bahwa tantangan ke depan tidak hanya soal akses, tetapi juga pemahaman dan literasi. Tanpa literasi yang memadai lanjut dia, masyarakat berisiko salah memilih produk keuangan dan terjebak pada praktik investasi ilegal. Oeh karen itu sebut Bupati, edukasi dan pendampingan menjadi kunci utama.</p><p>“Atas dasar pemikiran tersebut, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Galeri Investasi Digital Bursa Efek Indonesia di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa,” ucap Ray Bena.</p><p>Orang nomor satu di Ngada ini mengingatkan bahwa, Galeri Investasi Digital ini bukan sekadar ruang fisik atau fasilitas teknologi, melainkan ruang pembelajaran, ruang transformasi, dan ruang masa depan bagi generasi muda Ngada. <strong>[frs]</strong></p>]]></content:encoded>
                <enclosure url="https://wahananews.co/photo/berita/dir022026/launching-galeri-investasi-digital-bei-bupati-ngada-jadikan-stiper-fb-pusat-literasi-dan-inkubasi-investor-baru_2h7HM8n5Vo.jpg" length="0" type="image/jpeg" />
        	</item>

        
    </channel>

</rss>
<!-- RSS GENERATOR CREATED BY GHIVARRA SR -->