Bahkan, sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan koperasi, Bupati Ngada yang akrab disapa Ray Bena ini menyatakan komitmennya untuk turut menjadi anggota KSP Kopdit Obor Mas.
“Koperasi sama seperti organisasi pada umumnya. Bapak dan mama anggota adalah pemilik modal. Pengurus dan manajemen adalah orang-orang yang diberi kepercayaan untuk mengelola dan menjalankan koperasi,” ungkap Ray Bena
Baca Juga:
DPRD Gelar Paripurna LKPJ 2025, Bupati Ngada Komitmen Serius Tindak Lanjut Rekomendasi Pansus
Menurut Politisi Gerindra ini, kekuatan utama koperasi tidak hanya terletak pada modal yang besar, tetapi pada soliditas hubungan antara anggota, pengurus, dan pengawas. Persatuan menjadi fondasi utama agar koperasi mampu bertahan dan terus berkembang di tengah berbagai tantangan.
“Pemilik modal, pengurus, dan pengawas akan tetap kuat kalau bersatu. Kalau tidak bersatu, koperasi tidak akan bertahan lama. Obor Mas sudah hadir dan berkembang selama sembilan tahun di Ngada karena kekuatan kebersamaan itu,” tegasnya.
Baca Juga:
Tak Mau Rakyat Dikorbankan, Ketua Fraksi PDIP Ngada Minta Bupati Segera Akhiri Kontroversi Pelantikan Sekda Ngada
Ketua DPC Gerindra Ngada ini juga mengingatkan bahwa era digital membawa tantangan baru yang harus dihadapi koperasi. Adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi menjadi kebutuhan agar koperasi tetap relevan, profesional, dan dipercaya masyarakat.
“Koperasi harus terus memiliki mimpi dan arah pengembangan yang jelas. Pengurus hanya memfasilitasi, tetapi pemilik sesungguhnya adalah anggota,” katanya.
Menutup sambutannya, Ray Bena menyampaikan terima kasih kepada KSP Kopdit Obor Mas yang telah membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda Ngada serta berkontribusi dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.