Fenomena itu menjadi sinyal awal bahwa pasar untuk produk bambu laminasi sebenarnya sudah mulai terbentuk. Tantangan berikutnya kini terletak pada kemampuan pengrajin dalam menjaga kualitas produksi, memperkuat desain, dan membangun keberlanjutan usaha.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat, industri bambu berbasis potensi lokal di Kabupaten Ngada diharapkan mampu berkembang menjadi sumber ekonomi baru yang menjanjikan bagi masyarakat. [frs]