Fenomena ini dinilai menjadi pintu masuk lahirnya sport tourism di Ngada — sebuah konsep wisata olahraga yang memadukan pertandingan, budaya, hiburan rakyat, dan perputaran ekonomi masyarakat.
Politisi Partai Golkar itu bahkan menyebut Bowali Cup sebagai “mesin baru daerah” yang memiliki potensi besar mengangkat nama Ngada jika dikelola secara serius, profesional, dan berkelanjutan.
Baca Juga:
Servis Pembuka Ketua DPRD Ngada Bikin Arena Berguncang! SPENDU CUP I Resmi Jadi Panggung Panas Srikandi Voli Cilik
“Kalau ditata dengan baik, Bowali Cup bisa menjadi agenda tahunan kebanggaan Ngada. Orang datang bukan hanya untuk menonton bola, tetapi juga menikmati budaya, wisata, dan kehidupan masyarakat kita. Ini peluang emas untuk masa depan pariwisata dan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Sebagai Ketua Komunitas MasGibol Ngada, Romilus Juji juga mengajak seluruh pihak — mulai dari pemerintah, panitia, sponsor, klub, hingga masyarakat — untuk menjaga kualitas dan semangat sportivitas turnamen agar terus berkembang menjadi ikon olahraga daerah.
Kini, Bowali Cup telah berubah wajah. Ia bukan lagi sekadar kompetisi sepak bola kampung, melainkan panggung persatuan masyarakat, ledakan hiburan rakyat, denyut ekonomi baru, sekaligus simbol kebangkitan sport tourism Kabupaten Ngada.
Baca Juga:
Dari Lahan Mati Jadi Ladang Harapan! Kelompok Tani Solidaritas Ubah Bhogipole Jadi Kawasan Pertanian Masa Depan
Di lapangan hijau itu, yang lahir bukan hanya gol dan kemenangan — tetapi juga harapan baru bagi ekonomi rakyat dan masa depan olahraga Ngada. [frs]