Di sisi lain, ia mengingatkan organisasi perangkat daerah terkait agar mulai mempersiapkan kelompok tani, nelayan, peternak, serta pelaku hortikultura untuk menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan dapur MBG.
“Program ini dapat menjadi penggerak ekonomi daerah. Karena itu masyarakat harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu menangkap peluang yang tersedia dan memperoleh manfaat ekonomi secara langsung,” ujarnya.
Baca Juga:
Wabup Toba Kunjungi SD 177679 Panamean, Hingga Saat ini Belum Pernah Menerima MBG
Di akhir pernyataannya, Sain menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh berhenti pada tahap perencanaan, diskusi, atau sosialisasi semata.
“MBG harus benar-benar hadir di meja makan anak-anak sekolah, termasuk di Utara Ngada. Semua anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh manfaat pembangunan tanpa memandang wilayah tempat tinggalnya,” pungkasnya. [frs]