Kerinduan itu dibuktikan dengan kesepakatan bersama masyarakat yang secara ikhlas merelakan tanah dan tanaman mereka untuk digunakan dan dibabat demi kelancaran pemasangan jaringan listrik. Kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam berita acara resmi, termasuk komitmen warga untuk tidak menghalangi proses pengerjaan proyek.
Hal senada disampaikan PJ Kepala Desa Kembang, Florianus Mangung. Ia menegaskan bahwa masyarakat di desanya telah secara swadaya membersihkan jalur jalan dan pepohonan sepanjang lintasan yang akan dibangun jaringan listrik.
Baca Juga:
Sambut Ramadan 2026, PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya 50% Melalui PLN Mobile
Kedua kepala desa juga memotivasi warga agar mempersiapkan finansial yang cukup untuk pembayaran meteran, daya, serta instalasi listrik ke rumah masing-masing.
Mewakili Manajer Kantor UP2K Ruteng, Karinus Ly memberikan apresiasi atas kerja cepat dan kesiapan pemerintah desa serta masyarakat.
Ia mengatakan, sumber pendanaan proyek ini berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, bukan dari PLN.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Soroti Peran Sentral PLN dalam Agenda Ketahanan Energi Komisi XII
Kehadiran tim teknis hari ini lanjut dia, menjadi bukti bahwa terang listrik bukan lagi sekadar impian, melainkan akan menjadi kenyataan dalam beberapa bulan ke depan.
Karinus menambahkan, pekerjaan akan dilaksanakan secara maraton dan ditargetkan selesai pada akhir Maret 2026 apabila tidak ada hambatan.