Ngada.NTT.WahanaNews.co| Kampung Benteng, Desa Lanamai II, Kecamatan Riung Barat, hari ini menjadi saksi langkah maju menuju terang listrik bagi masyarakat.
Bertempat di Kantor Desa Lanamai II, digelar kegiatan Sosialisasi Pembangunan Jaringan Listrik Perdesaan yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait serta ratusan masyarakat dari Desa Lanamai II dan Desa Kembang.
Baca Juga:
Sambut Ramadan 2026, PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya 50% Melalui PLN Mobile
Kegiatan yang berlangsung, Jumat (27/2/26) ini dilakukan untuk memastikan terang hingga ke pelosok dan mempercepat program listrik desa.
Hadir dari Kantor UP2K PLN Wilayah Flores di Ruteng, Bapak Karinus Ly selaku TC Konslisdes dan Bagus Aditia Nugroho selaku TCJ Konslisdes. Dari PLN Cabang Bajawa hadir Turino Evaldo Lai sebagai Tim Leader PUT dan Piere Jufran sebagai Tim Leader K3. Turut hadir perwakilan kontraktor pelaksana jaringan listrik dari PT Centra Utama Electrikal Kupang.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh PJ Kepala Desa Lanamai II, Hamzah Tosak, Ketua BPD Lanamai II, PJ Kepala Desa Kembang Bapak Florianus Mangung, perangkat desa dari kedua desa, serta ratusan warga masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula Anggota DPRD Ngada dari Fraksi Golkar, Alexander Yohanes Songkares.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Soroti Peran Sentral PLN dalam Agenda Ketahanan Energi Komisi XII
Dalam sapaan awalnya, PJ Kepala Desa Lanamai II menyampaikan kerinduan panjang masyarakat terhadap terang listrik.
Ia menjelaskan bahwa di Kecamatan Riung Barat masih tersisa tiga desa yang belum menikmati pelayanan listrik, yakni Desa Kembang, Desa Lanamai II, dan Desa Niliwarusae.
Kerinduan itu dibuktikan dengan kesepakatan bersama masyarakat yang secara ikhlas merelakan tanah dan tanaman mereka untuk digunakan dan dibabat demi kelancaran pemasangan jaringan listrik. Kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam berita acara resmi, termasuk komitmen warga untuk tidak menghalangi proses pengerjaan proyek.
Hal senada disampaikan PJ Kepala Desa Kembang, Florianus Mangung. Ia menegaskan bahwa masyarakat di desanya telah secara swadaya membersihkan jalur jalan dan pepohonan sepanjang lintasan yang akan dibangun jaringan listrik.
Kedua kepala desa juga memotivasi warga agar mempersiapkan finansial yang cukup untuk pembayaran meteran, daya, serta instalasi listrik ke rumah masing-masing.
Mewakili Manajer Kantor UP2K Ruteng, Karinus Ly memberikan apresiasi atas kerja cepat dan kesiapan pemerintah desa serta masyarakat.
Ia mengatakan, sumber pendanaan proyek ini berasal dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, bukan dari PLN.
Kehadiran tim teknis hari ini lanjut dia, menjadi bukti bahwa terang listrik bukan lagi sekadar impian, melainkan akan menjadi kenyataan dalam beberapa bulan ke depan.
Karinus menambahkan, pekerjaan akan dilaksanakan secara maraton dan ditargetkan selesai pada akhir Maret 2026 apabila tidak ada hambatan.
Ia juga menjelaskan bahwa setelah pembangunan selesai, pihak pelaksana akan melaporkan kepada kementerian untuk diaudit dan selanjutnya mendapatkan Sertifikat Layak Nyala dari Kementerian ESDM sebelum listrik resmi dinikmati masyarakat. Proses ini berbeda dari pola pekerjaan reguler PLN karena bersumber dari pendanaan kementerian.
Turino Evaldo Lai selaku Tim Leader PUT mewakili Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Bajawa memberikan sosialisasi teknis terkait pekerjaan, termasuk harga KWh, prosedur pemasangan meteran hingga proses penyalaan listrik di rumah warga.
Ia juga membacakan surat Manajer PLN Bajawa terkait tunggakan program SEHEN pada masyarakat kedua desa yang harus diselesaikan sebelum listrik dinyalakan.
Dalam sambutannya, Anggota DPRD Ngada dari Fraksi Golkar, Alexander Yohanes Songkares, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian ESDM dan PLN atas rencana besar yang akan menyelamatkan masyarakat dari kegelapan.
Ia menegaskan bahwa proyek ini menuntut tanggung jawab besar dari PLN dan pihak pelaksana agar pengerjaan dilakukan sesuai standar operasional prosedur, tanpa kelalaian dan tanpa risiko kecelakaan kerja.
Ia juga menyoroti persoalan tunggakan SEHEN yang selama ini menimbulkan gejolak di masyarakat.
Menurutnya, DPRD telah berulang kali menyampaikan kepada pihak PLN agar persoalan tersebut diselesaikan secara adil dan tidak tebang pilih.
Sain Songkares menegaskan bahwa masalah SEHEN bukan semata kesalahan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab PLN. Jangan sampai penagihan hanya dibebankan kepada dua desa yang baru akan menikmati listrik, sementara desa lain yang juga pemanfaat SEHEN tidak mengalami penagihan serupa.
DPRD, tegasnya, siap menjadi katalisator untuk mendorong komunikasi yang adil dan solutif antara PLN dan masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan berita acara kesepakatan serta daftar hadir oleh perwakilan Manajer UP2K Ruteng, yang menegaskan komitmen warga untuk mengikhlaskan lahan dan tanaman demi kelancaran pembangunan jaringan listrik.
Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah desa, masyarakat, DPRD, kementerian dan PLN, harapan akan terang listrik di Desa Lanamai II dan Desa Kembang kini semakin mendekati kenyataan. [frs]