Tercatat hingga Oktober 2024, Perumda Wairpuan berhasil membukukan penerimaan bersih sebesar Rp. 5 milyar lebih, tambah dia.
Frans Laka menerangkan, nilai tersebut terakumulasi dari beberapa pos penerimaan yakni; tagihan rekening air dana meter pelanggan, tagihan piutang pelanggan, kegiatan sambungan rumah dan sisa lebih penyertaan modal sebesar Rp.179 juta dalam 2 tahun terakhir.
Baca Juga:
Kasus Korupsi Tata Kelola Sawit, Jaksa Agung Sebut Ada Pejabat KLHK yang Terjerat
“Ini pencapaian yang sangat luar biasa atas kerja keras seluruh insan Perumda Wair Pu’an , termasuk dukungan dari pihak Kejaksaan Negeri Maumere untuk mengatasi piutang pelanggan,” ujarnya.
Selain itu kata Frans Laka, Perumda Wairpuan juga berencana untuk melakukan investasi untuk mengganti pompa sentrifugal ke pompa submersible atau pompa celup sistem sumuran di beberapa sumur pompa dalam rangka efisiensi. Salah satunya sumur pompa Koting.
Dengan menggunakan pompa submersible maka tutur dia, biaya listrik dan maintenance akan lebih hemat dibanding pompa sentrifugal.
Baca Juga:
Komitmen Deli Serdang untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
“Kita punya 16 sumur pompa. Biaya listrik dan maintenance 16 sumur pompa yang ada setiap bulan sekitar Rp. 300 jutaan. Kalau kita pakai pompa submersible, maka bisa lebih hemat,” jelasnya.
Dikatakan, pencapaian Perumda Wairpuan tersebut didukung oleh SDM. Selain pencapaian dan proyeksi pengembangan tahun 2025, Frans Laka mengatakan, pihaknya juga melakukan penataan manajemen kepegawaian melalui
Ia menambahkan, sampai saat ini pelanggan Perumda Wairpuan sebanyak 22.000 pelanggan. Dari jumlah tersebut, sekitar 19.000 adalah pelanggan aktif.