Ngada-NTT.WahanaNews.co| Di tengah kepanikan dan perjuangan warga untuk bangkit setelah gempa bumi mengguncang Kabupaten Ngada, gerakan kemanusiaan kembali menyentuh langsung masyarakat terdampak.
Kali ini, kepedulian datang dari Partai Gerindra. Anggota DPRD Kabupaten Ngada sekaligus Sekretaris Fraksi Gerindra, Karel Maku, turun langsung ke lapangan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa di Desa Nirmala dan Desa Takatunga, Kecamatan Golewa Selatan, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga:
Demi Masa Depan Anak Late, Karel Maku Turun Gunung! Lapangan SDN Late Diperluas dengan Alat Berat, Komitmen Pendidikan Dibuktikan dengan Aksi Nyata
Kehadiran Karel Maku bukan sekadar menyerahkan bantuan. Ia datang langsung menemui warga, melihat kondisi masyarakat pascagempa, sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan mereka yang membutuhkan.
Di tengah situasi tanggap darurat, kehadiran tersebut menjadi pesan bahwa warga terdampak tidak berjalan sendiri menghadapi bencana.
Karel Maku mengatakan, bantuan yang disalurkan atas nama Partai Gerindra merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
Baca Juga:
Tak Kunjung Rampung, Sain Songkares Ungkap Pekerjaan Jalan Bontor-Santek Dinilai Bermasalah
Menurutnya, dalam kondisi seperti sekarang, masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan berupa kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membutuhkan kehadiran dan dukungan moral dari berbagai pihak.
“Dalam situasi bencana seperti ini, yang paling penting adalah kita hadir bersama masyarakat. Kita melihat langsung kondisi mereka dan membantu sesuai dengan kemampuan yang ada,” ujar Karel Maku.
Ia menyadari bantuan yang diberikan belum mampu menjawab seluruh kebutuhan masyarakat terdampak. Namun, menurutnya, bantuan tersebut setidaknya dapat meringankan beban warga sekaligus memberikan semangat agar masyarakat tetap kuat menghadapi proses pemulihan.
“Bantuan ini mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan kebutuhan masyarakat. Tetapi yang ingin kami tunjukkan adalah bahwa Gerindra hadir bersama masyarakat, khususnya warga yang sedang mengalami musibah,” katanya.
Gempa tidak hanya meninggalkan kerusakan pada rumah dan fasilitas warga. Lebih dari itu, bencana juga menyisakan trauma dan rasa cemas di tengah masyarakat.
Sebagian warga masih memilih berhati-hati dalam beraktivitas karena khawatir terhadap kemungkinan terjadinya guncangan susulan. Kondisi tersebut membuat dukungan dari berbagai pihak menjadi sangat berarti bagi masyarakat.
Karena itu, Karel Maku mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan.
Pemerintah, partai politik, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha maupun kelompok masyarakat lainnya dinilai memiliki peran penting dalam membantu warga melewati masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.
Menurutnya, penanganan dampak bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja bersama dan semangat gotong royong agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara bertahap.
“Yang kita harapkan tentu masyarakat bisa segera bangkit. Karena itu, selama masih ada warga yang membutuhkan, semangat gotong royong harus terus kita hidupkan,” ujarnya.
Penyaluran bantuan di Desa Nirmala dan Desa Takatunga sekaligus memperkuat rangkaian gerakan kemanusiaan yang terus bergerak di Kabupaten Ngada pascagempa.
Sebelumnya, berbagai organisasi, partai politik, pemerintah, relawan, komunitas hingga pihak swasta juga telah bergerak menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah terdampak.
Bagi warga yang sedang berada dalam situasi sulit, bantuan yang datang langsung ke wilayah mereka memiliki arti lebih dari sekadar barang yang diterima.
Kehadiran para wakil rakyat dan berbagai kelompok masyarakat di tengah warga menjadi bentuk dukungan moral sekaligus bukti bahwa kondisi mereka mendapatkan perhatian.
Karel Maku berharap gerakan kemanusiaan tersebut tidak berhenti setelah bantuan pertama disalurkan. Ia mendorong agar perhatian terhadap masyarakat terdampak terus berlanjut selama warga masih membutuhkan dukungan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.
Dari Nirmala hingga Takatunga, pesan yang dibawa Gerindra sederhana namun tegas: warga terdampak gempa tidak boleh merasa sendirian.
Di tengah rumah-rumah yang rusak, aktivitas yang belum sepenuhnya pulih dan rasa cemas yang masih membekas, solidaritas menjadi kekuatan penting untuk membantu masyarakat Ngada bangkit.
Karel Maku memilih hadir langsung. Gerindra memilih bergerak. Dan bagi warga terdampak, kehadiran di tengah bencana adalah bentuk kepedulian yang paling nyata. [frs]