Lebih jauh, ia menyatakan bahwa STIPER Flores Bajawa adalah aset penting daerah. Kampus ini bukan hanya tenpat belajar, tetapi pusat lahirnya SDM unggul yang akan menjadi motor pembangunan pertanian, lingkungan, dan pangan di Ngada.
Karena itu kata dia, DPRD siap menjadi mitra strategis dan pendukung dalam pengembangan STIPER ke depan sembari berharap agar kampus ini terus menjadi ruang yang melahirkan generasi cerdas, berkarakter, inovatif, dan berakar kuat pada budaya dan nilai-nilai lokal.
Baca Juga:
Menaker: Penguatan SDM dan Semangat Kebangsaan Jadi Fondasi Transformasi Dunia Kerja
Politisi Partai Golkar ini mengatakan, seorang lulusan STIPER Flores Bajawa bukan hanya dituntut bisa menghitung produktivitas lahan, tetapi mampu memikirkan bagaimana petani kecil dapat meningkat kesejahteraannya.
Bukan hanya mampu mengidentifikasi jenis tanaman tetapi lanjut dia, mampu memikirkan bagaimana teknologi pertanian modern bisa diadaptasikan pada kondisi lokal di Ngada. Bukan hanya memahami teori lingkungan, tetapi membela kelestarian hutan dan tanah sebagai bagian dari identitas masyarakat.
Baca Juga:
Sederhana Tapi Berkesan, Golkar Ngada Semarakkan Puncak HUT ke-61, Sentuh Nasionalisme Kaum Milenial
“Kalian adalah generasi yang membawa harapan. Harapan bahwa ilmu tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi realitas yang memperbaiki kehidupan banyak orang,” ungkapnya.
Sekretaris DPD Golkar Ngada ini juga mengingatkan kepada 41 winisuda STIPER FB bahwa pendidikan bukanlah sekedar mengejar gelar atau memenuhi kewajiban akademik, melainkan sebuah proses pembentukan karakter, kecerdasan dan kepakaan sosial. “Non Scholae, Sed Vitae Discimus” Kita belajar bukan untuk sekolah melainkan untuk hidup,” ucap Romi Juji mengaksentuasi ungkapan filsuf Stoik, Seneca.
Pendidikan sejati kata dia, adalah pendidikan yang memampukan kita untuk menjawab tantangan hidup, berkontribusi bagi masyarakat dan menjadi manusia yang bermanfaat serta bermartabat.