Watulajar Bukan Sekadar Panggung Festival
Baca Juga:
HAN ke-42 di Ngada: Bupati Ray Bena Tegaskan Anak Bukan Sekadar Penerus, Tapi Bagian dari Pembangunan Hari Ini
Festival Komodo Riung 2026 juga tidak hanya menghadirkan pesan konservasi.
Beragam kegiatan dikemas untuk menghidupkan ruang interaksi masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi wisata Riung.
Rangkaian kegiatan antara lain tracking, bazar UMKM, pemeriksaan kesehatan gratis, lomba dayung tradisional, lomba perahu hias, api unggun, konser musik pantai, pentas seni malam dan Ja’i bersama, lomba balap karung, tarik tambang, atraksi Mbela Tadho, pesta kembang api pantai serta musik hiburan.
Baca Juga:
Pecah Penantian Bertahun-Tahun! Raymundus Bena Resmikan SMP Negeri Rawangkalo, Era Baru Pendidikan di Pelosok Ngada Dimulai
Festival juga membawa pesan lingkungan melalui agenda tour ke TWAL serta penanaman anakan bakau di Pulau Kelelawar/Rutong.
Rangkaian tersebut mempertemukan tiga kekuatan sekaligus: alam, budaya dan masyarakat.
Dengan demikian, festival tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga ruang promosi destinasi, pemberdayaan ekonomi lokal dan kampanye konservasi.
Festival Komodo Riung 2026