Ngada-NTT.WahanaNews.co| Pemerintah Kabupaten Ngada kembali menegaskan bahwa pembangunan daerah dimulai dari pembangunan manusianya.
Komitmen itu diwujudkan melalui penyerahan bantuan perlengkapan sekolah gratis kepada 4.500 peserta didik dan pelepasan Kontingen Jambore Kabupaten Ngada yang akan membawa semangat serta nama baik daerah di tingkat yang lebih tinggi.
Baca Juga:
Loka Tua Mata Api Diluncurkan, Ngada Bangkit Menjaga “Sabda Leluhur” di Tengah Gempuran Zaman
Momentum tersebut berlangsung dalam Apel Kekuatan yang dipimpin langsung Bupati Ngada, Raymundus Bena, di Halaman Kantor Bupati Ngada, Senin (20/7). Dua agenda strategis itu menjadi bukti bahwa investasi terbesar pemerintah bukan hanya membangun fisik, tetapi juga menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
Sebanyak 4.500 peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP yang tersebar di 393 satuan pendidikan menerima bantuan berupa seragam sekolah, topi, dasi, ikat pinggang, tas, hingga tumbler. Program tersebut dihadirkan untuk memastikan anak-anak Ngada dapat belajar dengan lebih percaya diri sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.
Dalam sambutannya, Bupati Raymundus Bena menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap dunia pendidikan.
Baca Juga:
HAN ke-42 di Ngada: Bupati Ray Bena Tegaskan Anak Bukan Sekadar Penerus, Tapi Bagian dari Pembangunan Hari Ini
Ia menjelaskan, program tersebut sejatinya telah dirancang sejak tahun 2025, namun baru dapat direalisasikan tahun ini setelah melalui proses panjang, mulai dari pengadaan, penyesuaian harga, hingga pengukuran seragam bagi ribuan siswa di seluruh wilayah Kabupaten Ngada.
"Ini adalah kerinduan masyarakat yang akhirnya dapat kita wujudkan. Terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah bekerja keras sehingga bantuan ini dapat dinikmati oleh anak-anak Ngada," ujar Ray Bena.
Bupati juga mengingatkan seluruh kepala sekolah dan guru agar memastikan bantuan benar-benar diterima oleh siswa yang berhak serta dimanfaatkan sebagaimana mestinya.