Ngada-NTT.WahanaNews.co| Sorak haru dan wajah-wajah penuh syukur menyambut momen yang selama ini hanya menjadi impian warga Desa Takatunga 1, Kecamatan Golewa Selatan. Setelah bertahun-tahun hidup dalam gelap, desa di pelosok Ngada itu akhirnya resmi menikmati aliran listrik.
Momen bersejarah tersebut ditandai dengan peresmian listrik desa sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) oleh Bupati Ngada, Raymundus Bena, Selasa (14/7).
Baca Juga:
Lisdes 2026 Digenjot Jadi Rp10,3 Triliun, ALPERKLINAS: PLN Hadirkan Keadilan Energi hingga Desa Terpencil
Bagi masyarakat Takatunga 1, ini bukan sekadar peresmian proyek pemerintah. Cahaya yang mulai menerangi rumah-rumah warga menjadi simbol berakhirnya keterisolasian dan lahirnya harapan baru menuju kehidupan yang lebih layak.
"Listrik bukan sekadar penerangan. Listrik membuka akses pendidikan, meningkatkan pelayanan kesehatan, menggerakkan ekonomi, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik. Pemerintah hadir agar tidak ada lagi warga Ngada yang tertinggal," tegas Bupati Raymundus Bena.
Didampingi anggota DPRD Kabupaten Ngada, Camat Golewa Selatan, para kepala desa, serta tokoh masyarakat, Bupati menegaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Ngada tidak boleh hanya berhenti di pusat kota. Desa-desa terpencil harus memperoleh hak yang sama atas pembangunan.
Baca Juga:
1.208 Desa Papua Tengah Sudah Berlistrik, ALPERKLINAS: PLN Buka Jalan Keadilan Energi di Timur Indonesia
Raymundus Bena juga memberikan apresiasi kepada PLN atas sinergi yang berhasil menghadirkan jaringan listrik ke Takatunga 1. Menurutnya, hampir seluruh desa di Kabupaten Ngada kini telah menikmati listrik, sementara wilayah yang belum terjangkau akan terus diperjuangkan hingga seluruh masyarakat memperoleh layanan yang sama.
Tak berhenti pada listrik, pemerintah langsung melanjutkan langkah nyata dengan memulai pembangunan Poskesdes. Kehadiran fasilitas kesehatan itu diharapkan mampu mendekatkan pelayanan medis bagi masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh layanan kesehatan.
"Setiap pembangunan harus menjawab kebutuhan riil masyarakat. Kita ingin masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung, bukan sekadar melihat bangunan berdiri," ujar Bupati.