Kerusakan di Bowali menjadi bagian dari dampak gempa yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ngada. Data sementara pemerintah daerah mencatat sekitar 1.900 rumah mengalami kerusakan di berbagai lokasi.
Namun, angka tersebut masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.
Baca Juga:
Dari Watulajar, Ngada Nyalakan Bara Konservasi: Komodo, Pariwisata, dan Masa Depan Ekonomi Riung
Raymundus menegaskan, akurasi data menjadi salah satu kunci utama dalam penanganan pascabencana.
Pemerintah desa, kecamatan, BPBD dan seluruh jajaran terkait diminta terus memperbarui data kerusakan rumah, jumlah warga terdampak serta kebutuhan mendesak di setiap wilayah.
Menurutnya, data yang valid akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan prioritas bantuan dan langkah penanganan berikutnya.
Baca Juga:
Loka Tua Mata Api Diluncurkan, Ngada Bangkit Menjaga “Sabda Leluhur” di Tengah Gempuran Zaman
“Pendataan harus dilakukan dengan cermat. Kita ingin seluruh masyarakat yang terdampak terdata dan kebutuhan mereka bisa ditangani dengan tepat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Ngada juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTT hingga pemerintah pusat agar penanganan dampak gempa dapat dilakukan secara terpadu.
Di tengah trauma pascagempa, Bupati mengingatkan warga agar tidak mudah terpancing kepanikan akibat informasi yang belum jelas mengenai gempa susulan.