Ngada-NTT.WahanaNew.co| Pemerintah Kabupaten Ngada bergerak langsung ke jantung bencana. Bupati Ngada Raymundus Bena bersama Ketua TP PKK Ngada, pimpinan dan anggota DPRD, serta jajaran Forkopimda turun menemui warga terdampak gempa di Desa Bowali, Kecamatan Bajawa, Senin (17/8/2026).
Kampung Ngusu dan Kampung Fui menjadi titik yang disambangi. Bukan sekadar melihat kondisi di lapangan, rombongan pemerintah juga menyerahkan bantuan darurat sekaligus memastikan kebutuhan warga yang terdampak benar-benar terpantau.
Baca Juga:
Dari Watulajar, Ngada Nyalakan Bara Konservasi: Komodo, Pariwisata, dan Masa Depan Ekonomi Riung
Di tengah rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan dan lokasi pengungsian, Bupati Raymundus Bena berdialog langsung dengan masyarakat. Anak-anak, lansia hingga keluarga yang memilih mengungsi turut ditemui.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Ngada itu menjadi pesan bahwa penanganan bencana tidak berhenti di ruang rapat. Pemerintah turun langsung melihat kondisi warga sekaligus memastikan respons darurat berjalan.
Bupati meminta masyarakat tetap tenang, namun tidak mengabaikan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.
Baca Juga:
Loka Tua Mata Api Diluncurkan, Ngada Bangkit Menjaga “Sabda Leluhur” di Tengah Gempuran Zaman
“Untuk sekarang, data sementara yang kita terima ada sekitar 1.900 rumah yang rusak. Ini masih data sementara dan akan terus kita perbaiki,” jelas Raymundus.
39 Rumah di Bowali Rusak, 22 di Antaranya Rusak Berat. Kepala Desa Bowali melaporkan, sedikitnya 39 rumah warga terdampak gempa di wilayah tersebut.
Dari jumlah itu, 22 rumah mengalami rusak berat, 10 rumah rusak sedang dan 7 rumah rusak ringan.
Data tersebut belum final. Pemerintah desa bersama pemerintah kecamatan dan BPBD Kabupaten Ngada masih melakukan verifikasi untuk memastikan tingkat kerusakan serta kebutuhan masing-masing keluarga terdampak.