Kisah Rinto Moti adalah pengingat bahwa manusia tidak diukur dari apa yang kurang pada dirinya, tetapi dari bagaimana ia menggunakan apa yang masih dimiliki. Ia membuktikan bahwa kaki boleh tidak ada, tetapi mimpi tetap bisa berjalan jauh.
Dari Boradho, Rinto mengirim pesan sederhana namun kuat kepada dunia: bahwa keterbatasan tidak pernah mampu menghentikan hati yang mau berjuang.
Baca Juga:
SPENDU CUP I Meledak! Arena Voli Putri SD/MI di Bajawa Berubah Jadi Lautan Sorak dan Air Mata Perjuangan
Tanpa kaki, ia tetap melangkah.
Dengan jepitan tangan, lukisannya bicara.
Dan lewat setiap wajah yang ia gambar, Rinto mengajarkan bahwa setiap manusia layak dikenang, layak dihargai, dan layak dicintai.
Semoga kisah ini sampai ke hati banyak orang baik. Semoga ada tangan-tangan tulus yang tergerak membantu Rinto dengan alat lukis, kertas, cat, pensil, atau kanvas. Karena ketika alat tersedia, jepitan tangan itu akan terus melahirkan harapan — bukan hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi banyak orang yang belajar bangkit dari kisah hidupnya. [frs]