Oleh :Maria Ayuriani Putri Salju
(Mahasiswa Keperawatan Unika Santu Paulus Ruteng: NPM: 25201011).
Baca Juga:
Makanan Cepat Saji dan Dampak Terhadap Kesehatan Remaja
Ruteng-NTT.WahanaNews.co| Menjaga kesehatan masyarakat zaman sekarang, banyak orang sibuk dengan pekerjaan, kuliah, sekolah, dan berbagai aktivitas lainnya. Karena terlalu fokus pada kesibukan, sering kali seseorang lupa untuk menjaga dirinya sendiri. Padahal, menjaga diri atau sering disebut self care sangat penting untuk kesehatan tubuh dan pikiran.
Self care bukan berarti egois atau hanya memikirkan diri sendiri, tetapi merupakan cara untuk memastikan bahwa tubuh dan pikiran tetap dalam keadaan baik sehingga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan maksimal.
Menurut saya, self care adalah kebutuhan yang sering dianggap sepele oleh banyak orang. Banyak yang berpikir bahwa menjaga diri hanya dilakukan ketika sedang sakit. Padahal, self care justru dilakukan untuk mencegah masalah kesehatan sebelum terjadi. Dengan meluangkan waktu untuk merawat diri, seseorang dapat menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental. Keseimbangan jiwa dan raga sangan penting dalam kehidupan sehari-hari. Tubuh yang sehat akan membantu seseorang beraktivitas dengan baik, sedangkan pikiran yang sehat membuat seseorang mampu menghadapi berbagai tekanan hidup. Jika salah satu terganggu, makan kehidupan sehari-hari juga akan ikut terpengaruh. Oleh karena itu, menjaga keduanya harus dilakukan secara bersamaan.
Baca Juga:
Munas HIPMI XVIII: Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional
Self care bisa mulai dari hal-hal sederhana. Contohnya seperti tidur yang cukup, makan makanan yang bergizi, minum situ putih yang cukup, dan berolahraga secara teratur. Kegiatan sederhana ini sering dianggap biasa, tetapi memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh. Tubuh yang di rawat dengan baik akan lebih kuat melawan penyakit dan tidak mudah lelah. Selain menjaga kesehatan fisik, self care juga penting untuk kesehatan mental. Saat seseorang terlalu lelah atau stres, ia membutuhkan waktu untuk beristirahat dan menenangkan pikirannya. Misalnya dengan mendengarkan musik, membaca buku, menonton film favorit, atau sekedar duduk sante sambil menikmati suasana. Kegiatan kecil seperti ini dapat membantu mengurangi tekanan dan membuat pikiran menjadi lebih tenang.
Banyak orang merasa bersalah ketika meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Mereka menganggap bahwa waktu tersebut lebih baik digunakan untuk bekerja atau membantu orang lain. Padahal, seseorang yang tidak merawat dirinya sendiri justru akan lebih muda merasa lelah dan kehilangan semangat. Akibatnya, pekerjaan dan tanggung jawab yang di jalankan juga menjadi maksimal. Di kalangan remaja, self care juga sangat penting. Remaja sering menghadapi berbagai tekanan, mulai dari tugas sekolah, atau kuliah, masalah pertemanan, hingga tuntutan dari lingkungan sekitar. Jika tidak mampu mengelola tekanan tersebut, remaja dapat mengalami stres yang berkepanjangan. Oleh karena itu, membiasakan self care sejak usia muda merupakan langkah yang baik untuk menjaga kesehatan mental. Self care juga membantu seseorang mengenali kondisi dirinya sendiri. Dengan memperhatikan tubuh dan pikiran, seseorang dapat mengetahui kapan dirinya membutuhkan istirahat atau bantuan kesadaran seperti ini sangat penting agar masalah kesehatan tidak semakin parah karena diabaikan terlalu lama.
Menurut saya, salah satu bentuk self care yang sering dilupakan adalah menjaga hubungan sosial yang sehat. Berbicara dengan keluarga, teman, atau orang terdekat dapat membantu seseorang merasa lebih di dukung. Ketika memiliki masalah seseorang tidak harus memendam semuanya sendirian. Berbagi cerita dengan orang yang dipercaya dapat membuat beban terasa lebih ringan. Dalam kehidupan masyarakat, self care tidak hanya memberikan manfaat bagi individu tetapi juga bagaimana lingkungan sekitar. Orang yang sehat secara fisik dan mental biasanya lebih muda berinteraksi dengan orang lain, lebih sabar, dan lebih produktif. Hal ini tentu berdampak positif pada kehidupan sosial di masyarakat. Sebaliknya, jika banyak orang mengabaikan kesehatan diri, berbagai masalah dapat muncul. Misalnya meningkatkan stres, kelelahan, gangguan kesehatan, bahkan menurunnya produktivitas.