Di sektor pendidikan, sedikitnya 148 fasilitas pendidikan terdampak, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga SMAK.
Kerusakan juga terjadi pada 5 lokasi fasilitas air minum dan jaringan perpipaan, meliputi Waduk Bhetowaso menuju Bajawa dan Langa, jaringan perpipaan Mukufoka dan Alojawa, dua bak captering di Desa Waewae dan Desa Taen Terong 2, serta sumber mata air di Desa Were 6 yang mengalami longsoran.
Baca Juga:
Desa Beapawe Gerakkan Bantuan Hortikultura untuk Korban Gempa, Fokus Pertama di Posko Riung
Sebanyak 60 tempat peribadatan, terdiri dari kapela, gereja dan masjid, juga tercatat terdampak gempa.
Pada sektor pertanian dan irigasi, terdapat 3 lokasi fasilitas irigasi yang mengalami kerusakan, yakni di Ngina Manu Barat Kecamatan Wolomeze, plat penahan air di Desa Tadho Tengah, serta saluran irigasi Soa Futi yang mengalami longsor. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air macet total sehingga sawah dan wilayah sekitar tidak mendapatkan akses air.
Sementara itu, 7 jembatan turut dilaporkan mengalami dampak, di antaranya plat duiker dan dua unit jembatan di Desa Wolomeze 2, Jembatan Riuminsi di Desa Benteng Tawa 5, Jembatan Alowuan Desa Ria 1, jembatan di Desa Kota Raja Riung, serta Jembatan Kekosowan Desa Ria 1.
Baca Juga:
Gempa Ngada Guncang 12 Kecamatan: 2.905 Rumah Terdampak, 1.333 Warga Mengungsi
Selain itu, BPBD mencatat 18 bangunan terdampak, meliputi 13 gedung di Desa Wolomeze 2, Gedung Pentas Seni Tadho, bangunan di Pantai Watulajar, bangunan dan tower Bandara Soa, hingga KDMP di Desa Gamu.
3 Orang Meninggal, Puluhan Warga Luka