Konsentrasi pengungsian terbesar tercatat berada di Kecamatan Riung, dengan 57 titik pengungsian terpusat. Data BPBD mencatat sebanyak 73 KK atau 2.523 jiwa berada di titik-titik pengungsian tersebut.
Puluhan titik pengungsian itu tersebar di Desa Tadho Induk sebanyak 4 titik, Tadho Tengah 3 titik, Tadho Timur 4 titik, Sambinasi 2 titik, Sambinasi Barat 2 titik, Sambinasi Tengah 1 titik, Golo Ite 5 titik, Nangamese 2 titik, Benteng Tengah 15 titik, Ite Jaya 4 titik, Latung 2 titik, Lengkosambi Barat Daya 5 titik, Lengkosambi Barat 1 titik dan Taen Terong 2 titik.
Baca Juga:
Desa Beapawe Gerakkan Bantuan Hortikultura untuk Korban Gempa, Fokus Pertama di Posko Riung
Sementara di Kecamatan Bajawa, terdapat 2 titik pengungsian di Desa Pape dengan jumlah 28 jiwa.
Di Kecamatan Aimere, tercatat 12 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah desa dan kelurahan, antara lain Kelurahan Aimere, Desa Waesae, Desa Kila, Desa Binalwali, Kelurahan Foa, Desa Lekogoko, Desa Aimere Timur, Desa Mawokisa, Desa Kelijego, Desa Legalapu dan Desa Heawea.
BPBD Ngada juga mencatat terdapat 147 titik pengungsian mandiri yang tersebar di seluruh 12 kecamatan. Warga memilih mendirikan tempat pengungsian di samping rumah, halaman rumah hingga lapangan terbuka di sekitar permukiman.
Baca Juga:
Gempa Ngada Guncang 12 Kecamatan: 2.905 Rumah Terdampak, 1.333 Warga Mengungsi
Selain itu, Kampung Dhokuodau/Toledo di Desa Manubhara juga tercatat menjadi satu lokasi pengungsian warga.
Jalan Retak hingga Terbelah, 12 Ruas Terdampak