Ketua LPPM STKIP Citra Bakti, Yasinta Maria Fono, M.Pd., memberikan dukungan dan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 tersebut.
Program ini memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Baca Juga:
Kejati Jambi dan PLN Perkuat Sinergi Hukum, Dorong Pencegahan Penyalahgunaan Tenaga Listrik
Yasinta menegaskan, EcoFusion Paving Blok tidak semata-mata berbicara tentang menghasilkan paving blok.
Lebih jauh, program tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran, keterampilan, serta kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.
“Program ini diharapkan mampu melahirkan kelompok pemuda yang menjadi pelopor gerakan lingkungan di tingkat desa,” ujar Yasinta.
Baca Juga:
Tabrak Lari Aiptu Asep, Mahasiswa 20 Tahun Ditetapkan sebagai Tersangka
Jika dikembangkan secara konsisten lanjutnya, EcoFusion Paving Blok berpotensi menjadi kegiatan produktif yang tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga membuka ruang bagi pemuda untuk mengembangkan keterampilan dan peluang ekonomi berbasis potensi lokal.
Dari sampah plastik dan daun bambu yang sebelumnya terbuang, Pemuda Beiwali sedang menyalakan peluang baru: menjaga lingkungan sekaligus membangun kemandirian.
Sampahnya dikurangi, produknya dihasilkan, pemudanya diberdayakan. [frs]