Ngada-NTT.WahanaNews.co| Riung tidak hanya menawarkan keindahan laut dan komodo. Di balik pesona alamnya, tersimpan jalur petualangan, jejak sejarah, kekayaan budaya, dan pesan konservasi yang kuat.
Semangat itulah yang terasa dalam Festival Komodo Riung 2026. Rabu, 12 Agustus 2026, festival memasuki salah satu agenda yang paling menantang: tracking menuju Kampung Lama Riung.
Baca Juga:
Wabup Ngada Resmikan SMPS Matago Christian College, Babak Baru Pendidikan Pedesaan Dimulai: Sekolah Berasrama Hadir untuk Anak-Anak Pelosok
Bukan sekadar berjalan santai, peserta harus menaklukkan jalur hutan konservasi yang terjal, berbatu, sempit, dan penuh tanjakan.

Tracking dipimpin langsung Bupati Ngada Raymundus Bena bersama Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu. Keduanya bersama rombongan menyusuri jalur yang membutuhkan stamina sekaligus kehati-hatian.
Baca Juga:
Murni Kasih, Jejak RB–BDN Membangun Generasi Emas Ngada: Tak Ada Anak yang Tertinggal karena Kemiskinan
Langkah demi langkah, rombongan bergerak menembus kawasan hutan. Beberapa titik bahkan memaksa peserta memperlambat langkah karena kondisi jalan yang terjal dan berbatu.
Namun, beratnya medan justru menjadi daya tarik tersendiri.