Sebuah Keharusan
Lebih lanjut BDN mengatakan, Pemkab Ngada menyadari sepenuhnya bahwa konservasi berkelanjutan terhadap berbagai potensi ekologis adalah sebuah kaharusan, sehingga melalui berbagai forum terus memberikan atensi bagi keberlangsungan ekologis dikarenakan keunikan hayati berupa spesies Mbou beserta spesies endemik lain merupakan aset berharga bagi Kabupaten Ngada khususnya dan Flores umumnya.
Baca Juga:
Murni Kasih, Jejak RB–BDN Membangun Generasi Emas Ngada: Tak Ada Anak yang Tertinggal karena Kemiskinan
Visi Kabupaten Ngada, Terwujudnya Ngada yang Unggul, Mandiri dan Berbudaya, Berbasis Pengelolaan Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan mencerminkan bentuk komitmen Pemda Ngada untuk melaksanakan pembangunan secara berkualitas serta bersinergi dengan masyarakat dan lembaga terkait dalam hal memastikan koordinasi, legitimasi, dan keberlanjutan intevensi, salah satunya terkait keberlangsungan ekologis, pungkasnya.
Melalui Misi pertama yakni lanjut BDN, mendorong percepatan peningkatan daya saing ekonomi daerah yang bertumpu pada sektor pertanian, agroindustri, koperasi dan pariwisata berbasis pedesaan yang inklusif dan berwawasan lingkungan, Pemda Ngada mau menegaskan bahwa percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah senantiasa berbasis inklusif dan berkelanjutan, tegas dia.
Baca Juga:
Wabup Berni Dhey: Legalitas Kunci Kemajuan Usaha, Forum Layanan Hukum Jadi Momentum Bangun Iklim Investasi di Ngada
Memastikan Keberlanjutan Melalui Tindakan Nyata
BDN menambahkan, isu vocal point dalam setiap tindakan pembangunan yang dieselenggarakan oleh Pemda Ngada termasuk didalamnya adalah memastikan keberlanjutan potensi ekologis melalui tindakan nyata berupa penetapan regulasi dan penegakan hukum, pembangunan infrastruktur lingkungan, edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat, mendorong inovasi dan ekonomi berkelanjutan serta pembentukan kawasan konservasi.
Tindakan ini diambil sebagai langkah intervensi dalam menyikapi kondisi eksisting dimana;
Pertama, ketergantungan masyarakat pada sumber daya alam yakni sebagian besar pesisir dan pulau kecil menggantungkan penghidupan pada perikanan, pariwisata lokal, dan pertanian subsisten yang membuat mereka rentan terhadap perubahan ekologi dan kebijakan yang tidak partisipatif.