NTT.WahanaNews.co.Ngada| Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan baru saja melaunching kegiatan Optimasi Lahan (OPLAH) Non Rawa.
Untuk menyukseskan kegiatan ini, Kementerian (Kementan) RI tidak segan-segan menggelontorkan dana sebesar Rp 6 miliar lebih.
Baca Juga:
Bukan Sekadar Seragam, Ini Investasi Masa Depan! Ray Bena Serahkan Bantuan untuk 4.500 Siswa, Lepas Kontingen Jambore Mengemban Nama Baik Ngada
Dana ini, akan didistribusikan langsung ke rekening masing-masing kelompok tani/P3A. Terdapat 33 kelompok tani/P3A di Kabupaten Ngada yang mendapatkan program ini.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada, Fabianus Sebastianus Pesek.
Baca Juga:
Penantian Puluhan Tahun Berakhir! Takatunga 1 Akhirnya Terang, Bupati Ngada Bawa Listrik, Bangun Poskesdes, dan Pastikan Pelosok Tak Lagi Tertinggal
Meski mendapatkan dana miliaran rupiah, namun masih ditemukan adanya hambatan ditengah gencarnya pemerintah pusat mendorong terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ngada, Fabianus Sebastianus Pesek mengungkapkan hal itu dalam laporannya pada saat Launching kegiatan Optimasi Lahan Non Rawa (OPLAH Non Rawa) bertempat di kelompok tani Wirase, Desa Loa, Kecamatan Soa, Selasa (14/10/25).
Pria yang akrab disapa Fabi Pesek ini membeberkan sejumlah hambatan dalam mendukung swasembada pangan di Kabupaten Ngada.