Kebijakan nasional yang menuntut efisiensi fiskal memang membawa tantangan tersendiri bagi Kabupaten Ngada. Namun di tangan RB-BDN, keterbatasan justru menjadi bahan bakar perubahan.
Lebih lanjut, Bupati yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Ngada ini membeberkan sejumlah program yang sudah dan bakal dieksekusi yang merupakan penjabaran dari 5 (lima) Misi sebagai bagian dari gebrakan MURNI KASIH dalam satu tahun masa jabatan.
Baca Juga:
Koperasi Harus Punya Mimpi Besar! Bupati Ngada Buka RAT Midi Obor Mas, Tegaskan Kunci Kekuatan Ada pada Persatuan Anggota
Ray Bena menyebutkan pengadaan dan pembagian bibit tanaman dan sarana pertanian seperti; viber, kelapa genjah dan alsintan; pengadaan sarana perikanan; KUR versi daerah, berupa bantuan penguatan modal bagi UMKM.
Selanjutnya ada Jaminan Kesehatan melalui BPJS Kesehatan bagi Aparat Desa dan Masyarakat; BPJS Tenaga Kerja bagi Aparat Desa, Honorer dan pekerja rentan; penyediaan seragam dan beasiswa secara selektif bagi siswa SD dan SMP; fasilitas beasiswa mahasiswa; fasilitas mahasiswa magang ke Jepang; Revitalisasi sarana dan prasaran sekolah.
Selain yang dibeberkan, masih terdapat beberapa gebrakan lain yang sudah dan bakal dieksekusi dalam masa jabatan RB-BDN melalui gerakan MURNI KASIH ini.
Baca Juga:
“Pusat Mulai Serius Garap Ngada!” Kementan RI Turun Langsung Pantau Irigasi, OPLAH hingga Bibit Kelapa Unggulan
Dengan arah baru ini ungkap Ray Bena, Ngada tidak hanya berusaha bertahan di tengah efisiensi, tetapi mulai menunjukkan kemampuan tumbuh dan beradaptasi secara cerdas.
Gerakan “MURNI KASIH” kini menjadi simbol perubahan cara pandang pembangunan daerah, bahwa kemandirian bisa lahir bukan dari banyaknya dana, tetapi dari strategi, kemauan, dan kepemimpinan yang berani menembus batas birokrasi, pungkasnya. [frs]