Peserta Sosialisasi Kerangka Kerja Pengelolaan Ekosistem Terpadu. (Foto: Frans Dhena)
Baca Juga:
Gelar Rakor Operator SIKS-NG, Pemkab Ngada Pastikan Data KESOS Akurat dan Tepat Sasar
Kata Joni Watu, nilai-nilai kearifan lokal, peran masyarakat adat, serta praktik pengelolaan tradisional yang selama ini berkembang, merupakan modal sosial yang sangat penting dan perlu terus diperkuat serta diintegrasikan dalam kerangka kebijakan dan program pembangunan.
Ia pun berharap agar melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh pemangku kepentingan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kerangka pengelolaan landscape-seascape Flores, termasuk tujuan, prinsip, serta arah implementasinya.
Joni Watu menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, dan masukan dari berbagai pihak, sehingga kerangka yang disusun benar-benar kontekstual dan dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat daerah.
Baca Juga:
Siap Jadi Tuan Rumah Etape Tour de NTT 2025, Joni Watu: Momentum Promosi Ngada kepada Dunia
“Pemerintah Kabupaten Ngada memandang perlu bahwa keberhasilan landscape-seascape tidak dapat dicapai oleh salah satu pihak saja,” ketus dia sembari mengingatkan diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta para mitra pembangunan.
“Oleh karena itu kami menyambut baik inisiatif-inisiatif kolaboratif yang mendorong sinergi lintas wilayah dan lintas sektor demi kepentingan bersama,” ketus dia.
Lebih lanjut Joni Watu berharap kiranya hasil dari kegiatan sosialisasi ini, tidak berhenti pada tataran konsep dan dokumen, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk rencana aksi, penguatan kapasitas, serta integrasi ke dalam perencanaan pembangunan daerah, sesuai dengan kewenangan dan karakteristik masing-masing wilayah.