NTT.WahanaNews.co-Ngada| Penjabat Sekda Ngada, Yohanes Capistrano Watu Ngebu mengatakan, pendekatan landscape-seascape sangat relevan dan strategis dalam pengelolaan wilayah.
Joni Watu panggilan akrabnya mengatakan ini ketika membuka kegiatan Sosialisasi Kerangka Kerja Pengelolaan Ekosistem Terpadu untuk Landscape-Seascape Flores di Bajawa, Senin (09/2/26).
Baca Juga:
Gelar Rakor Operator SIKS-NG, Pemkab Ngada Pastikan Data KESOS Akurat dan Tepat Sasar
Joni Watu menekankan, sosialisasi ini merupakan bagian penting dari upaya membangun pemahaman bersama, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menyelaraskan kebijakan dan praktik pengelolaan sumber daya alam secara terpadu di wilayah Flores.
Dia menjelaskan, wilayah Flores merupakan satu kesatuan ekosistem yang memiliki keterkaitan erat antara kawasan daratan, pesisir, dan laut, terang dia.
Menurut dia, pendekatan ini menekankan pentingnya pengelolaan wilayah secara menyeluruh dan terintegrasi, dengan memperhatikan hubungan antara ekosistem darat dan laut, serta keterkaitan antara aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi.
Baca Juga:
Siap Jadi Tuan Rumah Etape Tour de NTT 2025, Joni Watu: Momentum Promosi Ngada kepada Dunia
Dengan pendekatan ini lanjut Joni Watu, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada keberlanjutan dan keadilan antar generasi.
Kabupaten Ngada sebagai bagian dari Pulau Flores memiliki komitmen untuk mendukung upaya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, tutur mantan Kadis DPMD Ngada ini.
Peserta Sosialisasi Kerangka Kerja Pengelolaan Ekosistem Terpadu. (Foto: Frans Dhena)
Kata Joni Watu, nilai-nilai kearifan lokal, peran masyarakat adat, serta praktik pengelolaan tradisional yang selama ini berkembang, merupakan modal sosial yang sangat penting dan perlu terus diperkuat serta diintegrasikan dalam kerangka kebijakan dan program pembangunan.
Ia pun berharap agar melalui kegiatan sosialisasi ini, seluruh pemangku kepentingan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kerangka pengelolaan landscape-seascape Flores, termasuk tujuan, prinsip, serta arah implementasinya.
Joni Watu menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang dialog yang konstruktif untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, dan masukan dari berbagai pihak, sehingga kerangka yang disusun benar-benar kontekstual dan dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat daerah.
“Pemerintah Kabupaten Ngada memandang perlu bahwa keberhasilan landscape-seascape tidak dapat dicapai oleh salah satu pihak saja,” ketus dia sembari mengingatkan diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta para mitra pembangunan.
“Oleh karena itu kami menyambut baik inisiatif-inisiatif kolaboratif yang mendorong sinergi lintas wilayah dan lintas sektor demi kepentingan bersama,” ketus dia.
Lebih lanjut Joni Watu berharap kiranya hasil dari kegiatan sosialisasi ini, tidak berhenti pada tataran konsep dan dokumen, tetapi dapat ditindaklanjuti dalam bentuk rencana aksi, penguatan kapasitas, serta integrasi ke dalam perencanaan pembangunan daerah, sesuai dengan kewenangan dan karakteristik masing-masing wilayah.
“Semoga kegiatan ini mengahasilkan kesepahaman dan komitmen bersama, serta memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Flores, khususnya Kabupaten Ngada,” tutup Joni Watu. [frs]