Dalam bingkai tersebut tukas Ray Bena, NKRI memastikan bahwa pembangunan di Ngada, selaras dengan arah pembangunan nasional, terintegrasi dan saling menopang antar wilayah.
Ray Bena menambahkan, Bhineka Tunggal Ika yang adalah pilar keempat merupakan semboyan negara yang menjadi landasan kesatuan dan persatuan bangsa.
Baca Juga:
Koperasi Harus Punya Mimpi Besar! Bupati Ngada Buka RAT Midi Obor Mas, Tegaskan Kunci Kekuatan Ada pada Persatuan Anggota
Bhineka Tunggal Ika menjadi landasan pembangunan Kabupaten Ngada yang inklusif dan harmonis, ketus Dia.
Menurut Ray Bena, di Kabupaten Ngada ada beragam etnis, budaya, bahasa, dan agama. Semboyan Bhineka Tunggal Ika kata Ray Bena, bukan hanya menjadi semboyan simbolik, melainkan juga nilai dasar dalam proses pembangunan daerah.
Baca Juga:
“Pusat Mulai Serius Garap Ngada!” Kementan RI Turun Langsung Pantau Irigasi, OPLAH hingga Bibit Kelapa Unggulan
Pemerintah daerah ungkap Dia, memberikan ruang yang adil dan setara bagi seluruh elemen masyarakat untuk terlibat, berpartisipasi dan merasakan manfaat pembangunan tanpa membedakan latar belakang, imbuh Ray Bena.
Lebih jauh kata Dia, Bhineka Tunggal Ika menjamjn bahwa seluruh warga dari berbagai latar belakang budaya, adat dan agama mendapat ruang dan kesempatan yang sama dalam pembangunan secara inklusif dan harmonis.
Bersinerginya Empat Pilar Kebangsaan tersebut dengan Visi Daerah, maka pembangunan di Kabupaten Ngada lanjut Ray Bena, diarahkan tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk menumbuhkan kemandirian, memperkuat identitas budaya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan menjaga kelestarian alam sebagai warisan bagi generasi mendatang, tutup Bupati Ngada, Raymundus Bena. [frs]