Untuk wilayah yang sulit dijangkau atau masyarakat yang belum memperoleh bantuan, pemerintah juga menyiapkan kebijakan agar kebutuhan pokok dapat terlebih dahulu diperoleh melalui toko-toko sembako setempat. Selanjutnya, pembayaran akan dilakukan pemerintah paling lambat dalam waktu dua hari.
Dalam bidang kesehatan, Gubernur meminta seluruh kondisi masyarakat terdampak terus dipantau. Warga yang membutuhkan penanganan medis harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan.
Baca Juga:
Demi SDM Hebat, Gubernur NTT Pastikan Siap Naikan Tensi Pendidikan, Para Ketua Osis Nyatakan Sikap
Apabila fasilitas kesehatan di Riung maupun wilayah sekitarnya tidak mampu menangani kondisi tertentu, pemerintah akan menyiapkan alternatif evakuasi medis menggunakan helikopter menuju Labuan Bajo.
“Untuk urusan kesehatan, tolong dicek dan dibawa ke rumah sakit. Kita harus terus memantau kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga:
Zaman Kian Maju, Kualitas Pendidikan Belum Memuaskan, Gubernur NTT Tegaskan Perbaiki Sistem
Terkait kerusakan rumah, Gubernur menekankan pentingnya pendataan secara menyeluruh. Data tersebut akan menjadi dasar pengusulan bantuan kepada pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Perbaikan rumah akan dilakukan setelah kondisi kegempaan dan masa darurat berakhir. Sementara untuk rumah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat, pemerintah daerah didorong mengusulkan pembangunan hunian sementara atau huntara melalui Kementerian Perumahan sebagai solusi bagi warga sebelum pembangunan maupun perbaikan rumah permanen dilakukan.
Perhatian khusus juga diberikan kepada Kecamatan Riung yang mengalami kerusakan cukup parah. Gubernur meminta seluruh kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut diidentifikasi secara menyeluruh agar menjadi dasar penanganan, pembangunan dan penataan kembali wilayah ke depan.