Untuk menangani warga terdampak, pemerintah telah mendirikan sejumlah titik pengungsian dan posko tanggap darurat. Selain posko yang dibangun pemerintah, masyarakat di sejumlah desa juga secara mandiri mendirikan tempat pengungsian.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah kerusakan rumah warga, termasuk rumah adat yang memiliki nilai budaya, sosial dan historis tinggi bagi masyarakat Ngada.
Baca Juga:
Demi SDM Hebat, Gubernur NTT Pastikan Siap Naikan Tensi Pendidikan, Para Ketua Osis Nyatakan Sikap
Penanganan rumah adat, menurut Bupati, membutuhkan perhatian khusus karena proses pembangunan maupun pemulihannya tidak dapat dilakukan secara sederhana seperti bangunan biasa.
Sementara itu, Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa seluruh langkah penanganan bencana harus berpijak pada data yang akurat dan kondisi riil di lapangan. Ia mengapresiasi langkah cepat yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngada sejak awal masa tanggap darurat.
Baca Juga:
Zaman Kian Maju, Kualitas Pendidikan Belum Memuaskan, Gubernur NTT Tegaskan Perbaiki Sistem
“Langkah-langkah yang dilakukan Pemda Ngada sudah sangat maksimal,” ujar Gubernur NTT.
Gubernur berharap seluruh bantuan, baik dari pemerintah maupun berbagai pihak lainnya, dapat menjangkau seluruh masyarakat yang terdampak.
Terkait kebutuhan pangan, khususnya beras, masyarakat diminta tidak perlu khawatir. Pemerintah Provinsi NTT telah berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan beras selama masa tanggap darurat.