Pastor Moderator, RD. Dr. Rikardus Muga Buku,
Para pembina dan dewan pakar Vox Point Indonesia Sikka.
Baca Juga:
Sikka Siap Jadi Pusat Sepak Bola NTT, Piala Gubernur Soeratin U-17 dan Pertiwi Cup Resmi Bergulir 25 Juli 2026
Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk pengakuan bahwa Vox Point Sikka telah menjadi mitra pemikiran dan ruang refleksi bagi masyarakat.
Sikka yang Lebih Baik, Mimpi yang Ingin Diperjuangkan
Vox Point Sikka lahir dari keinginan untuk menghadirkan ruang diskusi, edukasi, dan advokasi moral bagi gereja dan masyarakat. Dalam empat tahun, mereka telah membuktikan bahwa organisasi ini mampu menjadi jembatan antara nilai, aksi, dan kepemimpinan.
Baca Juga:
Teguran Bupati Sikka Berujung Guru Masuk RS, Ketua DPRD Buka Suara
“Semoga Vox Point ke depan menjadi katalisator,” ujar Raf Martin.
Katalisator dalam arti: mempercepat perubahan baik tanpa harus berada di panggung utama.
Perayaan Dies Natalis ke-4 ini menjadi momen untuk kembali mengikat komitmen itu. Para pengurus duduk di saung bambu malam itu dengan senyum lelah namun penuh harapan. Mereka menyadari bahwa jalan masih panjang. Tapi mereka juga tahu bahwa gereja dan masyarakat Sikka membutuhkan orang-orang yang mau menyingsingkan lengan baju, bekerja, dan melayani.
Empat tahun hanyalah permulaan.
Dan dari sebuah saung bambu yang sederhana, Vox Point Sikka meneguhkan langkah barunya—melanjutkan karya, memperluas cinta, dan menjadi suara bagi kebaikan di Bumi Nian Sikka.