NTT.WahanaNews.co-Ngada- Meski menggunakan dana miliaran rupiah, proyek rehab ruang kelas di SMP Negeri 2 Riung Barat, Kabupaten Ngada diduga tidak sesuai spesifikasi.
Kayu yang digunakan sebagai kuda-kuda atap, rangka plafon, dan kosen jendela diduga menggunakan kayu bekas.
Baca Juga:
Pemerintah Siap Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny, Menkeu Purbaya Tunggu Restu Muhaimin
Proyek fantastis yang anggarannya bersumber dari APBN Kementerian Pendidikan Republik Indonesia ini pun telah menghabiskan dana Rp 1,4 miliar.
Dugaan ini muncul melaui pengakuan salah seorang warga.
“Iya benar, kayu untuk kuda-kuda atap, rangka plafon dan kosen jendela pakai kayu bekas," ungkap warga itu sembari meminta agar namanya tidak dipublikasikan, Senin (02/2/26).
Baca Juga:
Kapolres Tapteng Ingatkan Bijak Gunakan Medsos
Dia membenarkan, proyek itu menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp 1,4 milliar dan dikelola secara swakelola oleh tim yang dibentuk sekolah.
Dia juga mengaku sudah menyampaikan hal tersebut berulang-ulang kali kepada kepala sekolah, namun tidak direspon.
"Sudah kita kasitau ulang-ulang, tapi kepala sekolah tidak mau dengar, katanya anggaran terlalu kurang," pungkasnya.