Kata warga itu, untuk mengelabui tim pemeriksa, kepala sekolah bahkan memerintahkan tukang untuk melakukan pengecatan sehingga kelihatan seperti kayu baru.
Secara terpisah, Kepala SMP Negeri 2 Riung Barat, Valentinus Keba mengaku semua penggunaan material pada pekerjaan rehabilitasi ruang sekolah itu sesuai petunjuk teknis.
Baca Juga:
Pemerintah Siap Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny, Menkeu Purbaya Tunggu Restu Muhaimin
"Tidak pak, semua sesuai petunjuk pihak dinas fasilitator, semua kayu baru," tutur dia ketika dikonfirmasi wartawan.
Sesuai petunjuk, kayu yang digunakan dalam proyek itu klaim dia, menggunakan kayu kelas dua, namun Valentinus enggan menyebutkan jenis kayu yang digunakan.
“Itu sesuai petunjuk saat bimbingan teknis di jakarta sebelum pembangunan dimulia," beber dia.
Baca Juga:
Kapolres Tapteng Ingatkan Bijak Gunakan Medsos
Valentinus menambahkan, anggaran itu digunakan untuk rebab tiga ruang kelas, bangun baru ruang administrasi dan ruang UKS.
Sementara itu, Sekretaris GMNI Cabang Ngada Jefrianus Api, ketika menanggapi adanya dugaan tersebut menyayangkan jika dugaan itu benar.
Ia mendorong agar pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bisa melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap proyek rehabilitasi gedung itu.