“Ini bukan soal politik. Ini soal kemanusiaan. Ketika masyarakat sedang menghadapi bencana, semua elemen harus hadir dan bergotong royong membantu,” tegas Fridus.
Ketua Komisi III DPRD Ngada tersebut menilai penanganan bencana membutuhkan kerja bersama. Pemerintah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan, partai politik, relawan hingga masyarakat harus saling menguatkan agar kebutuhan warga terdampak dapat segera ditangani.
Baca Juga:
Elektabilitas Gerindra Tertinggi Versi SMRC, Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta mengikuti arahan dari pemerintah dan pihak berwenang.

“Kita berharap masyarakat tetap tenang, tetapi juga harus waspada. Yang paling penting sekarang adalah keselamatan warga dan bagaimana kebutuhan mereka bisa segera terpenuhi,” katanya.
Baca Juga:
Kaesang Bidik Solo, Ganjar Merespons Santai: Kandang Banteng Masih Kuat Lho...
Fridus menegaskan, DPC PDIP Ngada akan terus berupaya hadir bersama masyarakat selama situasi darurat masih berlangsung.
Menurutnya, bencana harus menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan gotong royong. Dalam kondisi seperti ini, kata dia, tidak boleh ada warga yang merasa ditinggalkan atau berjuang sendirian.
“PDIP Ngada hadir bukan hanya di ruang politik. Ketika rakyat menghadapi kesulitan, kami harus turun dan berdiri bersama rakyat. Bantuan terus bergerak, kepedulian terus berjalan, dan kami akan terus bersama masyarakat,” pungkas Fridus Muga. [frs]