“Membangun Desa, Menata Kota” Pembangunan Ngada, kata Raymundus, tidak boleh hanya berpusat di Bajawa.
Pemerintah mengusung semangat “Membangun Desa, Menata Kota”, dengan desa menjadi basis penguatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, sedangkan kota diarahkan sebagai pusat pemerintahan, pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga:
HUT RI ke - 81, Bupati Humbahas Sapa Masyarakat Kecamatan Pakkat
Di sektor infrastruktur, sejumlah ruas jalan direhabilitasi dan dibangun untuk membuka konektivitas antarkawasan.
Pada 2026, peningkatan jaringan jalan juga diperkuat melalui Inpres Jalan Daerah pada ruas Wolokela–Late sepanjang 4 kilometer.
Pembangunan air bersih dan sanitasi turut dilakukan di sejumlah desa. Pemerintah juga meningkatkan kualitas 200 unit rumah melalui program BSPS di Kecamatan Riung, Riung Barat dan Bajawa Utara.[frs]
Baca Juga:
Gelorakan Semangat Merah Putih, Kapolres Langkat Hadiri Upacara HUT RI ke-81
Budaya dan Pariwisata Jadi Kekuatan Baru. Pembangunan Ngada juga tidak dilepaskan dari identitas budaya dan kekayaan alam.
Pemerintah Kabupaten Ngada memberikan dukungan kepada 52 komunitas adat dengan anggaran mencapai Rp1,3 miliar.
Di sektor pariwisata, pengembangan Taman Wisata Laut 17 Pulau Riung terus didorong, termasuk penguatan konservasi Komodo Riung.