Sementara indeks infrastruktur ditargetkan melonjak dari 51,07 pada 2025 menjadi 69,11 pada 2030.
Untuk angka kemiskinan, pemerintah menargetkan penurunan dari 11,22 persen pada 2025 menjadi 10,91 persen pada 2030.
Pertanian Jadi Mesin Utama Ekonomi Ngada. Sektor pertanian dan perkebunan menjadi salah satu kekuatan utama yang terus digenjot Pemerintah Kabupaten Ngada.
Baca Juga:
HUT RI ke - 81, Bupati Humbahas Sapa Masyarakat Kecamatan Pakkat
Melalui dukungan APBN, Ngada memperoleh intervensi pengembangan komoditas perkebunan dengan total sekitar 6.200 hektare.
Rinciannya meliputi Kelapa Dalam 4.100 hektare, Kakao 300 hektare, Pala 300 hektare, Kopi 1.350 hektare dan Jambu Mete 150 hektare.
Tidak hanya memperluas areal komoditas, pemerintah juga memperkuat infrastruktur dan sarana produksi pertanian.
Baca Juga:
Gelorakan Semangat Merah Putih, Kapolres Langkat Hadiri Upacara HUT RI ke-81
Sebanyak 11 unit irigasi tersier, Oplah Non-Rawa seluas 1.134 hektare, 16 unit Jalan Usaha Tani, serta pengembangan lahan melalui Cetak Sawah Rakyat seluas 1.235 hektare menjadi bagian dari intervensi tersebut.
Petani juga mendapat dukungan alat dan mesin pertanian berupa 50 unit traktor, 20 unit handsprayer, 9 unit pompa air, 3 unit mesin panen padi dan 12 unit mesin perontok padi.
Sementara untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, pemerintah menyiapkan program KUR versi daerah yang menyasar 330 UMKM dengan total alokasi mencapai Rp1,8 miliar.