Ngada-NTT.WahanaNews.co| Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Ngada melakukan perbaikan dan normalisasi selokan ada ada di kota Bajawa. Perbaikan itu melibatkan puluhan pegawai dinas PUPR.
Kepala dinas Pekerjaan Umum Yohanes Y. Wou Dopo mengatakan pembersihan dan normalisasi selokan itu merupakan komitmen pemerintah dalam mencegah penyumbatan akibat sampah non organik yang menumpuk di selokan itu.
Baca Juga:
Lagi-Lagi..!! Banjir Kembali Rendam Rumah Warga di Desa Lengkosambi Barat Daya, Sain Songkares Buka Suara
Ini kalau tidak dibersihkan drainase akan tersumbat dan air meluap ke badan jalan, lama-lama jalan rusak,” ujarnya saat ditemui dilokasi. Rabu, 11 Maret 2026.
Menurutnya dalam program bupati dan wakil bupati penataan kota menjadi salah satu perhatian dan prioritas pembangunan lima tahun kedepan.
Untuk itu, sebagai dinas teknis pihaknya berkomitmen untuk melakukan sejumlah gebrakan nyata dalam kota mulai dari pembersihan drainase hingga perbaikan sejumlah ruas jalan berlubang dalam kota.
Baca Juga:
Respon Sorotan Anggota DPRD Ngada, PPK Proyek Pengerjaan Jalan Bontor-Santak Beri Adendum 50 Hari
Salah satu lokasi yang kita bersihkan hari ini diwilayah kelurahan Tanalodu, ini wilayah ada hotel dan rumah makan,” katanya.
Dilokasi itu menjadi salah titik yang banyak dilewati oleh wisatawan asing dan nasional setiap kali mengunjungi kota Bajawa, sehingga persoalan sampah harus benar-benar diperhatikan.
Menurutnya kegiatan tersebut dilakukan secara kolaboratif dengan sejumlah dinas termaksud pemadam kebakaran.
“Ini dilakukan secara Swakelola dan berkolaborasi dengan masyarakat,” katanya.
Pria yang akrab disapa Joni Dopo ini mengaku jika persoalan sampah tidak diperhatikan akan berdampak pada lama tinggal wisatawan di kabupaten Ngada. Apalagi perkembangan pemukiman terus bertumbuh dari waktu ke waktu.
Sementara itu, Ketua DPRD Ngada Romilus Juji menyampaikan apresiasi atas inisiatif dinas PU dala melakukan sejumlah pembersihan dan perbaikan ruas jalan dalam kota.
Menurutnya inisitif yang dilakukan itu menunjukan komitmen pemerintah mencegah kota kumuh akibat sampah.
Saya pikir ini positif, mereka bergerak ditengah keterbatasan akibat efisiensi,” ujarnya.
Menurutnya ditengan efiensi, butuh kerja-kerja luar biasa dalam mencapai keberhasilan program. Ia berharap dinas lain bisa mengikuti apa yang dilakukan dinas PU. [frs]