“Inilah tantangan sekaligus peluang kita. Koperasi yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya akan tetap kuat dan dipercaya,” ketus dia.
Baca Juga:
Turnamen Futzal Peternakan Cup I Ditutup, Stiper FB “Lirik” Pertandingan Antar SMA/SMK
Lebih lanjut Nico Noy bilang, pinjaman bukan sekedar soal uang yang dicairkan. Pinjaman harus menjadi alat pemberdayaan.
Menurut dia, setiap pembiayaan yang diberikan harus mendorong produktivitas, memperkuat usaha anggota, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Koperasi yang kuat bukan hanya yang memiliki aset besar, tetapi yang mampu memastikan bahwa setiap rupiah yang dipinjamkan benar-benar menggerakkan ekonomi anggotanya. Disinilah tutur Nico Noy, letak pembeda koperasi sejati dengan lembaga keuangan lain.
Baca Juga:
Ibarat Hutan Tidak Terurus, Nico Noy Ajak Warga Wolokuku Jadi Mitra PT. BIS, Jadikan Kemiri Sunan Potensi Unggulan
Koperasi tidak semata-mata mengejar keuntungan, tetapi membangun manusia dan memperkuat komunitas, tukasnya.
“Saya percaya KSP Kopdit Setiawan memiliki pengalaman, jaringan, dan modal sosial yang cukup untuk menjawab tantangan ini. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk berinovasi dan konsistensi dalam menjaga integritas,” ungkap Nico Noy. [frs]