Koperasi kata dia, tidak boleh kalah cepat, tidak boleh kalah dekat, dan tidak boleh kalah memahami kebutuhan anggotanya sendiri.
Sehubungan dengan itu, ada beberapa hal yang menjadi perhatian dan arah bersama bagi koperasi ke depan.
Baca Juga:
Turnamen Futzal Peternakan Cup I Ditutup, Stiper FB “Lirik” Pertandingan Antar SMA/SMK
Pertama, koperasi perlu menghadirkan skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kebutuhan anggota, tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
Kedua, penyederhanaan prosedur bagi anggota dengan rekam jejak yang baik perlu dipertimbangkan agar koperasi tetap menjadi pilihan utama masyarakat.
Ketiga, penguatan sistem manajemen resiko dan tata kelola yang profesional harus terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan anggota.
Baca Juga:
Ibarat Hutan Tidak Terurus, Nico Noy Ajak Warga Wolokuku Jadi Mitra PT. BIS, Jadikan Kemiri Sunan Potensi Unggulan
Keempat, koperasi perlu mengembangkan pola pendampingan usaha sehingga pembiayaan yang diberikan benar-benar mendorong usaha produktif, bukan konsumtif semata.
Kelima, pemanfaatan teknologi dan sistem administrasi yang lebih modern perlu ditingkatkan agar pelayanan menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien.
Keenam, koperasi harus memperkuat perannya sebagai mitra pembangunan desa, mendukung lahirnya produk unggulan berbasis potensi lokal sejalan dengan semangat One Village One Product.