2. Peserta mampu menerapkan teknologi pengolahan sampah organik dengan metode pengomposan serta pemanfaatan teknologi mikrohidro di lingkungan masing-masing.
3. Dokumentasi praktik baik yang dapat dijadikan referensi bagi komunitas lain.
Baca Juga:
BMKG: Risiko Banjir Jakarta Meningkat Jadi Dua hingga Tiga Kali Lipat
4. Rencana aksi komunitas untuk mengadopsi teknologi pengolahan sampah organik dengan metode pengomposan serta pemanfaatan teknologi mikrohidro secara berkelanjutan.
Dilaksanakan Dalam Bentuk Workshop
Baca Juga:
IKN Dikepung Banjir Awal 2026, Mentawir hingga Jalan Nasional Terendam
Terkait detail kegiatan, Menteri Hanif menjelaskan, kegiatan peningkatan kapasitas dan diseminasi teknologi rendah karbon akan dilaksanakan dalam bentuk workshop yang berlangsung selama satu hari.
Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan, kegiatan yang diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur akan berfokus pada tema terkait teknologi pengolahan sampah dengan metode pirolisis dan budidaya maggot serta pemanfaatan mikrohidro dalam aksi mitigasi dan adaptasi perubahan Iklim.
Secara umum, komponen utama dalam kegiatan ini meliputi: