Langkah cepat Gubernur Jawa Barat, KDM, menuju Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mendadak mengguncang ruang publik. Melalui akun Instagram @dedimulyadi71, Minggu (22/2/2026), ia mengumumkan akan terbang langsung untuk menjemput 13 warga Jawa Barat yang bekerja sebagai Lady Companion (LC) di Eltras PUB dan diduga mengalami kekerasan serta pelecehan seksual.
“Selamat hari libur, selamat berpuasa bagi seluruh warga Jabar dan warga net. Kita mau perjalanan menuju Maumere untuk menjemput 13 warga Jabar yang mendapat dugaan kekerasan pelecehan seksual di Maumere,” ujar KDM dalam video tersebut.
Baca Juga:
Usai KDM Setop Izin Bangun Rumah di Jabar, Nusron Ingatkan Hal Ini
Ia menyebut para pekerja itu berasal dari Purwakarta, Cianjur, Kota Bandung, Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung. Meski belum ada konfirmasi resmi soal jadwal kedatangan, rumor yang beredar menyebut KDM akan tiba di “Nian Sikka Tanah Alok” pada Senin (23/2/2026).
Namun, langkah ini tidak berdiri di ruang hampa. Di balik narasi penyelamatan, muncul pertanyaan yang lebih tajam: apakah ini murni respons kemanusiaan, atau ada irisan kepentingan politik yang tak terucap?
DPRD Sikka: Jangan Setengah Jalan
Baca Juga:
KDM Apresiasi Bupati Karawang atas Rampungnya Pembebasan Lahan DAS Karangligar, Proyek Pengendalian Banjir Siap Dilaksanakan
Kedatangan KDM justru memantik respons kritis dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sikka Fraksi PKB, Yoseph Karminto Eri.
Ia mengapresiasi niat KDM turun langsung ke Sikka. Namun, menurutnya, pendekatan yang hanya berfokus pada 13 orang berpotensi menciptakan preseden yang parsial.
“Alangkah lebih baiknya KDM tidak hanya menjemput 13 LC itu, tetapi juga mengunjungi 34 PUB lainnya di Kabupaten Sikka untuk mengidentifikasi warga Jawa Barat yang bekerja di sana dan berdialog langsung dengan mereka,” tegasnya.