Suasana sejuk kawasan Bethesda Krokowolon, Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur, menjadi saksi semangat para mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan dalam mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) yang berlangsung selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 Mei 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum membangun kesadaran sosial melalui materi social entrepreneurship yang dibawakan oleh Akmal Aminudin.
Dalam sesi bertajuk “Social Entrepreneurship dalam Organisasi”, Akmal Aminudin menekankan bahwa kepemimpinan mahasiswa di era modern tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mengelola organisasi. Lebih dari itu, mahasiswa perlu memiliki sensitivitas sosial, kemampuan membaca persoalan masyarakat, serta keberanian menghadirkan solusi inovatif yang berdampak nyata.
Baca Juga:
Menempa Pemimpin Kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Maumere
Menurutnya, mahasiswa Administrasi Kesehatan memiliki posisi strategis sebagai generasi muda yang nantinya akan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan pelayanan publik dan kesehatan masyarakat. Karena itu, konsep social entrepreneurship menjadi penting untuk membentuk karakter pemimpin yang tidak hanya berpikir administratif, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan sosial yang berkelanjutan.
“Mahasiswa harus mampu melihat masalah sosial sebagai peluang untuk menciptakan inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Organisasi kemahasiswaan dapat menjadi laboratorium kepemimpinan untuk melatih kreativitas, kolaborasi, dan keberanian mengambil inisiatif,” ungkapnya di hadapan peserta LDKM.
Selama sesi berlangsung, suasana diskusi tampak hidup dan penuh antusiasme. Para peserta aktif bertukar gagasan mengenai bagaimana konsep kewirausahaan sosial dapat diterapkan dalam organisasi mahasiswa maupun sektor kesehatan masyarakat. Beragam ide muncul, mulai dari penguatan edukasi kesehatan berbasis komunitas hingga pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang melibatkan mahasiswa secara langsung.
Baca Juga:
Bupati Pati Arogan ? Kritik Terjebak Potongan Video
Bagi peserta, materi yang disampaikan tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membuka perspektif baru tentang pentingnya membangun organisasi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada solusi sosial. Kehadiran pendekatan social entrepreneurship dinilai mampu mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan yang lebih responsif terhadap tantangan zaman.
Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Program Studi Administrasi Kesehatan dalam memperkuat kapasitas mahasiswa agar mampu membangun budaya organisasi yang progresif, kolaboratif, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir calon-calon pemimpin muda yang tidak hanya unggul dalam kemampuan akademik dan organisasi, tetapi juga memiliki empati sosial serta komitmen untuk menghadirkan perubahan positif di tengah masyarakat.