WAHANANEWSNTT.ID-NTT- Di tengah semilir angin kawasan wisata Bethesda Krokowolon, Maumere, puluhan mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes) Universitas Muhammadiyah Maumere tampak berdiri berkelompok mengenakan jas almamater biru. Tawa, diskusi, hingga teriakan semangat saling bersahutan, menandai dimulainya Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) yang berlangsung selama tiga hari, sejak 8 hingga 10 Mei 2026.
Kegiatan yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himapro) Adminkes ini bukan sekadar agenda seremonial kampus. Lebih dari itu, LDKM menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus laboratorium kepemimpinan bagi mahasiswa yang kelak akan berkecimpung dalam tata kelola pelayanan kesehatan modern.
Baca Juga:
Ancaman Pembunuhan Hantui Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi: Sudah Biasa Diancam Sejak Jadi Bupati
Mengusung tema “Menumbuhkan Pemimpin yang Adaptif, Kritis dan Berintegritas dalam Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Modern”, kegiatan tersebut menghadirkan suasana pembelajaran yang berbeda. Para peserta tidak hanya menerima materi di dalam ruangan, tetapi juga dilatih membangun kerja sama, komunikasi efektif, kemampuan berpikir kritis, hingga keterampilan menyelesaikan persoalan secara kolektif.
Sejak pagi hari, lokasi kegiatan dipenuhi antusiasme mahasiswa baru maupun pengurus organisasi kemahasiswaan. Di sela aktivitas, tampak para peserta saling menyemangati, berdiskusi dalam kelompok kecil, hingga mengikuti simulasi kepemimpinan yang dirancang untuk menguji mental, keberanian, dan solidaritas.
Deputi Universitas Muhammadiyah Maumere, Daniel Fernandez, dalam arahan pelepasan peserta menekankan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya diukur dari kemampuan berbicara atau memimpin organisasi, tetapi terutama dari kejujuran dan integritas.
Baca Juga:
Eliyunus Waruwu Pemimpin Berkarakter Transformasional untuk Nias Barat Cerah
“LDK ini adalah proses menuju masa depan. Ketika menjadi pemimpin harus jujur, jangan berbohong, harus dipercaya orang,” tegas Daniel Fernandez di hadapan dosen dan mahasiswa Adminkes.
Pernyataan itu disambut serius oleh para peserta. Bagi mahasiswa Administrasi Kesehatan, integritas menjadi fondasi penting karena dunia pelayanan kesehatan membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati dan tanggung jawab moral terhadap masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, peserta dibekali berbagai materi pengembangan diri yang berfokus pada soft skills, manajemen organisasi, kepemimpinan visioner, hingga penguatan mental dalam menghadapi tantangan dunia kerja. Para pemateri juga mendorong mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan perubahan sistem pelayanan kesehatan yang semakin modern dan berbasis teknologi.