Nagekeo-NTT.WahanaNews.co| Anggota DPRD NTT Paulus Lobo, politisi Partai Perindo, di hampir setiap titik reses pada masa sidang II thn 2025-2026 ini, mendorong pemberdayaan ekonomi sebagai bentuk nyata keterlibatan Pemerintah dan DPRD Provinsi NTT bagi peningkatan ekonomi rakyat melalui sektor pertanian, perkebunan dan ketahanan pangan serta sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Menurutnya, sektor-sektor tersebut merupakan pilar utama yang menjadi kekuatan bagi ekonomi kerakyatan, terkhusus bagi penguatan ekonomi masyarakat desa.
Baca Juga:
Aparat penegak hukum diminta Tindak Kontraktor Pembangunan Oprit Jembatan Desa Teluk Kayu Putih kabuputen Tebo
Reses anggota komisi 2 DPRD Provinsi NTT ini terjadi di halaman gereja Paroki St.Yosep Raja, Kecamatan Boawae,Kabupaten Nagekeo.
Ini momentum berahmat dan bermartabat baginya untuk menyerap aspirasi masyarakat dari berbagai desa yang tergabung dalam entitas rohani gerejawi sebagai sebuah Paroki.
Penekanan khusus ini relevan dengan audiensi yang dijalin melalui penjaringan aspirasi masyarakat yang sebagian besar menyoroti secara kritis terhadap program Nasional Pemerintah Pusat diantaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Lurah Merah Putih serta Nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang terancam dirumahkan sebagai konsekwensi lanjut orientasi Pemerintah NTT yang berfokus pada kemandirian fiskal sebagai respon terhadap perintah UU No 1 tahun 2022 yang mewajibkan belanja pegawai berbatas maksimal 30% dari total APBD.
Baca Juga:
Rangkum Aspirasi Hasil Reses, Faisal Sebut Infratruktur Masih Jadi ’PR’ Besar
Penilaian Masyarakat
Masyarakat menilai program MBG yang menghabiskan uang rakyat ratusan triliun per tahun itu tidak tepat sasaran karena justru yang menikati makanan bergizi adalah para siswa yang sudah duduk di bangku SD, SMP dan SMA.