Menurutnya, bantuan yang diberikan memang belum dapat menjawab seluruh kebutuhan warga. Namun, ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat sekaligus memberikan dukungan moral agar warga tidak merasa menghadapi bencana seorang diri.
Karel Maku juga mengajak pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian kepada warga yang terdampak.
Baca Juga:
10 Negara Paling Sering Diguncang Gempa di Dunia, Indonesia Ternyata Nomor 2
“Kita berharap masyarakat tetap kuat dan tidak merasa sendiri menghadapi bencana ini. Pemerintah dan semua pihak harus bergandengan tangan untuk membantu warga,” ujarnya.
Kehadiran Karel Maku di Tiwotoda-Hobo mendapat respons positif dari warga. Bantuan terpal dan uang tunai yang disalurkan menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang sedang berada dalam kondisi darurat.
Bencana gempa kembali menjadi pengingat bahwa respons cepat, kepedulian, dan solidaritas sangat dibutuhkan ketika masyarakat berada dalam situasi krisis.
Baca Juga:
Jepang Diguncang Gempa Magnitudo 7,1, Warga Pesisir Diminta Waspada Tsunami
Bagi warga Tiwotoda-Hobo, bantuan itu bukan sekadar terpal dan uang tunai. Di balik bantuan tersebut ada pesan kemanusiaan yang jauh lebih kuat: ketika bumi berguncang dan warga berada dalam ketakutan, mereka tidak sendirian. [frs]