Maria Krispina Dhai tak tinggal diam, ia kemudian meminta kepada operator untuk bisa klarifikasi. Namun, dengan entengnya operator sekolah menampik, “anda seharusnya klarifikasi itu dengan orang Dinas atau orang BKD, bukan dengan saya operator sekolah,” ucap sang operator sekolah.
Tak lama kemudian tutur Maria Krispina, operator sekolah mengirim File data Tenaga Non ASN SDN Wololangga dalam bentuk Excel lewat group whatsapp sembari mengatakan, “kau lihat itu, berkas file itu. Saya pegang data itu sebatas Dapodik, anda harus paham itu,” tandas operator seolah-olah mau membenarkan diri.
Baca Juga:
Pemprov Gorontalo Dorong Percepatan Pengangkatan CASN 2024 Sesuai Instruksi Mendagri
Anehnya lagi, saat bersamaan Kepala SDN Wololangga, Moses Noe malah merespon dengan mengirim info penting BKN dari Tik-Tok dalam group whatsapp itu.
Demi mendapatkan kepastian tentang datanya itu, Maria Krispina Dhai didampingi suaminya memberanikan diri untuk menemui sang operator di rumah untuk meminta klarifikasi. Namun, ada yang sedikit kontradiktif dalam pernyataan Operator.
Menurut operator, bahwa data itu sudah ia ketik dan dikirim ke Dinas PKO dan BKD. Namun, saat yang sama operator meminta kepada Maria Krispina Dhai untuk tidak panik karena masih ada pendaftaran di tahap/sesi kedua.
Baca Juga:
Bupati Cianjur Akan Segera Ambil Langkah Konkret Percepat Proses Pengangkatan CASN dan PPPK
Maria Krispina mengungkapkan bahwa pernyataan operator inilah yang kemudian menimbulkan dugaan adanya manipulasi data peserta seleksi PPPK tenaga Non ASN dari SDN Wololangga atas nama dirinya.
Sehingga sangat wajar jika Maria Krispina Dhai menilai bahwa sang operator sekolah itulah yang menjadi biang kegagalan bagi dirinya untuk mengikuti seleksi PPPK tahun 2024 tahap 1. [frs]