Ngada-NTT.WahanaNews.co| Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Ngada mulai menabuh genderang perlawanan terhadap politik uang, hoaks, dan apatisme generasi muda.
Tak lagi ingin demokrasi hanya hidup saat musim pemilu, Bawaslu kini menggandeng kampus sebagai basis gerakan pengawasan rakyat.
Baca Juga:
Launching Galeri Investasi Digital BEI, Bupati Ngada: Jadikan STIPER FB Pusat Literasi dan Inkubasi Investor Baru
Melalui kerja sama strategis dengan STIPER Flores Bajawa dan STKIP Citra Bhakti, Bawaslu Ngada menargetkan mahasiswa menjadi kekuatan baru dalam menjaga demokrasi agar tidak dibajak kepentingan politik praktis.
Ketua Bawaslu Kabupaten Ngada, Antonius Ndiwal menegaskan, kerja sama tersebut bukan sekadar seremoni penandatanganan MoU yang berakhir di atas meja.
Menurut pria yang akrab disapa Yanto itu, kedua pihak langsung mengikat komitmen melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berisi langkah konkret penguatan pengawasan partisipatif dan pendidikan demokrasi di lingkungan akademik.
Baca Juga:
Farewell Ride Polda Jambi Bersama Insan Pers dan Komunitas Sepeda, Kapolda: Bentuk Penghormatan untuk Waka Polda
Bawaslu Kabupaten Ngada Gandeng Kampus STIPER FB dan STIKIP Citra Bhakti Perkuat Pendidikan Politik dan Demokrasi.
“Kerja sama ini bukan formalitas. Kampus harus menjadi pusat lahirnya pengawas demokrasi yang kritis dan berani,” tegas Yanto kepada media, Rabu (13/5/2026).
Dalam kerja sama itu, mahasiswa akan dilibatkan langsung dalam berbagai program strategis mulai dari pendidikan pemilu, pengawasan partisipatif, pencegahan politik uang, hingga riset dan analisis data pengawasan pemilu berbasis akademik.