“Melalui TPKAD, berbagai program telah dan terus kami dorong mulai dari fasilitas pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui KUR dan Kredit Ultra Mikro, penguatan budaya menabung melalui Program Simpanan Pelajar dan Satu pelajar Satu Rekening, hingga kegiatan Bussines Matching yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan produk keuangan yang sesuai,” tansdas Ray Bena.
Meski demikian, selaku Bupati, Ray Bena mengaku bahwa tantangan ke depan tidak hanya soal akses, tetapi juga pemahaman dan literasi. Tanpa literasi yang memadai lanjut dia, masyarakat berisiko salah memilih produk keuangan dan terjebak pada praktik investasi ilegal. Oeh karen itu sebut Bupati, edukasi dan pendampingan menjadi kunci utama.
Baca Juga:
Legislator: Mundurnya Pimpinan BEI dan OJK Belum Pulihkan Kepercayaan Investor
“Atas dasar pemikiran tersebut, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Galeri Investasi Digital Bursa Efek Indonesia di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa,” ucap Ray Bena.
Orang nomor satu di Ngada ini mengingatkan bahwa, Galeri Investasi Digital ini bukan sekadar ruang fisik atau fasilitas teknologi, melainkan ruang pembelajaran, ruang transformasi, dan ruang masa depan bagi generasi muda Ngada. [frs]