Ia menjelaskan, pemerintah secara nasional telah menempatkan akses keuangan sebagai bagian penting dalam kerangka pembangunan, sebagaimana tertuang dalam RPJMN dan diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 20216 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusi.
Untuk Kabupaten Ngada lanjut Ray Bena, komitmen tersebut diwujudkan dalam bingkai Panca Cita Kabupaten Ngada, khususnya pada misi kelima yakni, Mempercepat Kemandirian Kelembagaan Sosial, Ekonomi, Politik, Budaya, Keagamaan, dan Olahraga untuk berpartisipasi dalam pemenuhan hak-hak Masyarakat, termasuk hak Perempuan dan Anak.
Baca Juga:
Legislator: Mundurnya Pimpinan BEI dan OJK Belum Pulihkan Kepercayaan Investor
Kebijakan-kebijakan ini memberikan pesan yang sangat jelas, bahwa masyarakat harus diberi akses, pengetahuan, dan kesempatan yang sama dalam memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan, tukasnya.
Dalam kaitannya dengan kemandirian ekonomi, usaha dan investasi kata dia, Pemda Ngada membuat program yang memberikan fasilitas fiskal dengan menciptakan iklim kolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan.
Lebih lanjut kata Bupati Ray Bena, melalui konsep kerja sama 3 in 1 (Three in One) antara Bursa Efek Indonesia, Perguruan Tinggi, dan Perusahaan Sekuritas, Galeri Investasi Digital memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami pasar modal secara utuh, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga praktik yang berbasis data dan informasi real time.
Baca Juga:
Menkeu Purbaya Hadiri Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2026. Gg
“Saya melihat Galeri Investasi Digital ini sebagai jembatan penting yang menghubungkan dunia akademik dengan dunia industri keuangan, serta membuka cakrawala baru bahwa investasi bukanlah sesuatu yang ekslusif, melainkan dapat diakses oleh siapa saja secara legal, aman, dan terjangkau,” tandasnya.
Sehubungan dengan ini maka tambah Bupati Ngada, pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah untuk mensinergikan kebijakan dan program dengan OJK serta industri jasa keuangan, agar manfaat layanan keuangan benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok desa.