NTT.WahanaNews.co-Ngada| Bupati Ngada, Raymundus Bena mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Ngada menaruh harapan besar agar Galeri Investasi Digital Bursa Efek Indonesia di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) dapat menjadi pusat literasi dan inkubasi investor baru, khususnya dari kalangan mahasiswa, pelajar, dan generasi muda.
Ke depan, pihaknya ingin melihat anak-anak muda Ngada tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pelaku ekonomi yang cerdas, mandiri, dan visioner,
Baca Juga:
Legislator: Mundurnya Pimpinan BEI dan OJK Belum Pulihkan Kepercayaan Investor
“Kami berharap agar Galeri Investasi Digital ini dapat mendukung pengembangan potensi ekonomi daerah, termasuk sektor pertanian, UMKM, dan Ekonomi Kreatif melalui pemahaman yang lebih luas tentang pembiayaan dan investasi jangka panjang,” ujar Bupati Ngada yang akran disapa Ray Bena dalam sambutannya ketika melaunching Galeri Investasi Digital Bursa Efek Indonesia (BEI) Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB), bertempat di Kampus C Turekisa, Kamis (05/2/26).
Ray Bena yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Ngada juga menekankan pentingnya pembangunan manusia dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui akses keuangan.
“Saya memandang perlu bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi harus disertai dengan pembangunan manusia dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat. Dalam konteks inilah, akses keuangan menjadi elemen yang sangat strategis,” ungkapnya.
Baca Juga:
Menkeu Purbaya Hadiri Seremoni Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2026. Gg
Semua ini sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Ngada yang dirumuskan dalam semangat “Membangun Desa, Menata Kota” dimana lajut dia, pembangunan ekonomi masyarakat desa dan penguatan pusat-pusat pertumbuhan kota berjalan beriringan dan saling menguatkan.
Bupati Ngada, Raymundus Bena ketika melaunching Galeri Investasi Digital BEI STIPER FB.
“Saya mengajak seluruh pihak, akademisi, industri jasa keuangan, pemerintah, dan masyarakat untuk memanfaatkan dan menjaga keberlanjutan Galeri Investasi Digital ini, agar benar-benar memberi manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ngada,” tutur dia.
Ia menjelaskan, pemerintah secara nasional telah menempatkan akses keuangan sebagai bagian penting dalam kerangka pembangunan, sebagaimana tertuang dalam RPJMN dan diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 20216 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusi.
Untuk Kabupaten Ngada lanjut Ray Bena, komitmen tersebut diwujudkan dalam bingkai Panca Cita Kabupaten Ngada, khususnya pada misi kelima yakni, Mempercepat Kemandirian Kelembagaan Sosial, Ekonomi, Politik, Budaya, Keagamaan, dan Olahraga untuk berpartisipasi dalam pemenuhan hak-hak Masyarakat, termasuk hak Perempuan dan Anak.
Kebijakan-kebijakan ini memberikan pesan yang sangat jelas, bahwa masyarakat harus diberi akses, pengetahuan, dan kesempatan yang sama dalam memanfaatkan layanan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan, tukasnya.
Dalam kaitannya dengan kemandirian ekonomi, usaha dan investasi kata dia, Pemda Ngada membuat program yang memberikan fasilitas fiskal dengan menciptakan iklim kolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan.
Lebih lanjut kata Bupati Ray Bena, melalui konsep kerja sama 3 in 1 (Three in One) antara Bursa Efek Indonesia, Perguruan Tinggi, dan Perusahaan Sekuritas, Galeri Investasi Digital memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami pasar modal secara utuh, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga praktik yang berbasis data dan informasi real time.
“Saya melihat Galeri Investasi Digital ini sebagai jembatan penting yang menghubungkan dunia akademik dengan dunia industri keuangan, serta membuka cakrawala baru bahwa investasi bukanlah sesuatu yang ekslusif, melainkan dapat diakses oleh siapa saja secara legal, aman, dan terjangkau,” tandasnya.
Sehubungan dengan ini maka tambah Bupati Ngada, pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPKAD) menjadi forum strategis bagi pemerintah daerah untuk mensinergikan kebijakan dan program dengan OJK serta industri jasa keuangan, agar manfaat layanan keuangan benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke pelosok desa.
“Melalui TPKAD, berbagai program telah dan terus kami dorong mulai dari fasilitas pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui KUR dan Kredit Ultra Mikro, penguatan budaya menabung melalui Program Simpanan Pelajar dan Satu pelajar Satu Rekening, hingga kegiatan Bussines Matching yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan produk keuangan yang sesuai,” tansdas Ray Bena.
Meski demikian, selaku Bupati, Ray Bena mengaku bahwa tantangan ke depan tidak hanya soal akses, tetapi juga pemahaman dan literasi. Tanpa literasi yang memadai lanjut dia, masyarakat berisiko salah memilih produk keuangan dan terjebak pada praktik investasi ilegal. Oeh karen itu sebut Bupati, edukasi dan pendampingan menjadi kunci utama.
“Atas dasar pemikiran tersebut, saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Galeri Investasi Digital Bursa Efek Indonesia di Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa,” ucap Ray Bena.
Orang nomor satu di Ngada ini mengingatkan bahwa, Galeri Investasi Digital ini bukan sekadar ruang fisik atau fasilitas teknologi, melainkan ruang pembelajaran, ruang transformasi, dan ruang masa depan bagi generasi muda Ngada. [frs]